
Flashback On.
Entah dengan alasan apa Liam sampai membuntutti Lesya waktu itu. Sampai-sampai dia mengikutinya sampai ke dalam toko.
Saat di dalam toko kue itu dan mengantri tepat dibelakang Lesya, mau tidak mau Liam mendengarkan percakapannya dengan si karyawan toko yang membahas jodoh. Dan saat disinggung kapan segera menyusulnya untuk menikah, Lesya berbisik bahwa dirinya masih belum ada jodohnya. Meskipun berbisik tapi masih bisa di dengar karena berbisik dengan suara yang agak keras sehingga masih bisa di dengar walau samar. Liam yang mendengarkan kata-kata Lesya itu sedikit tersenyum mengejek dan menahan tawa. Entah dengan alasan apa dia bisa tersenyum mengejek seperti itu, padahal dia pun juga perjaka lapuk.
Disitulah terbesit dalam benaknya ingin menawarkan pernikahan sementara itu kepada Lesya. "Ah, kebetulan sekali. Sudah pasti dia jomblo kan sekarang. Bagaimana kalau dia saja yang aku ajak nikah. Inilah yang dinamakan pucuk dicinta ulam pun tiba", Pikirnya.
Flashback off.
*
*
*
Mama Lia yang sibuk di rumah tampak sedikit kesal karena menatap ponselnya. Dia sudah beberapa kali mengirim pesan dan menelefon putra tampannya untuk segera pulang jika urusannya sudah selesai.
Ya, hari ini mama Lia mendapat giliran tempat untuk berkumpul mengadakan arisan bersama teman-teman sosialitanya. Arisan itu diadakan sebulan sekali. Terkadang di acara arisan itu mereka juga mengadakan amal untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan, contohnya terjadi bencana dll.
"Mama Lia, kemana putra tampannya. Katanya mau dikenalin". Kata salah satu teman mama Lia. Sebelumnya mama Lia sudah menceritakan semua tentang putranya itu, termasuk untuk urusan jodoh. Di acara arisan inilah dia berencana untuk memperkenalkan Liam dengan putri salah satu teman arisannya.
"Eem,,, masih dalam perjalanan bun. Di tunggu ya, dia akan segera pulang kok" kata mama Lia sedikit kikuk.
Liam yang melihat beberapa riwayat panggilan tak terjawab dan beberapa pesan di ponselnya akhirnya teringat bahwa hari ini dia ada janji dengan mamanya. Gara-gara tadi dia fokus memperhatikan dan membuntuti Lesya, dia tak sadar kalau ponselnya tertinggal di mobil.
"Oh my god, aku lupa kalau semalam mama berpesan untuk segera pulang kalau urusanku sudah selesai. Bagaimana ini, sedangkan aku belum sempat ke sekolah" gumamnya.
__ADS_1
Akhirnya dia melajukan mobilnya untuk memilih kembali pulang. Dia tak tau apa yang mamanya ingin lakukan sampai-sampai memintanya untuk cepat pulang, dan tak ambil pusing langsung dia iyakan perintah mamanya itu. Dia juga tak sempat bertanya kemarin malam karena dia merasa sangat lelah dan hanya ingin segera istirahat.
Sambil menyetir mobilnya, Liam berusaha menelefon balik mamanya. Panggilan tersambung "iya, aku akan segera pulang" ucapnya tanpa basa-basi.
"Hati-hati ya sayang" jawab mama Lia.
Tanpa membalas ucapan mama Lia, Liam langsung mematikan panggilannya.
"Anak siapa sih, dinginnya udah kayak cold storage" mama Lia yang membatin dan menatap ponselnya kesal karena kelakuan dingin putranya.
Beberapa ibu-ibu itu menyusuri setiap sudut ruangan rumah mewah milik keluarga Rayandra. "Waaah... benar ternyata, putra mama Lia ternyata sangat tampan. Kalau begitu putriku juga pasti mau sama dia" kata salah satu teman mama Lia.
Yang satunya menimpali kata-kata temannya itu. "Orang seganteng ini masak lama nggak ada pacar. Jangan-jangan dia suka sesama jenis lagi".
Mama Lia yang tak sengaja lewat akhirnya mendengar perbincangan mereka. Tangannya mengepal dengan wajah yang memerah seperti mendidih karena merasa geram dengan ucapan temannya. Namun mama Lia hanya diam dan pergi. Dia tak mau membalas kata-kata temannya itu.
"Hehm (menyunggingkan sebelah bibirnya tersenyum getir). Kalau sampai nanti kalian memimta anakku untuk kalian jodohkan dengan putri kalian jangan harap aku setuju" pikirnya.
"Assalamu'alaikum" mengucap salam.
Mama Lia pun menghampiri Liam dengan wajah yang sumringah.
"Waalaikumsalam. Akhirnya kau sampai nak". Lalu menyeretnya untuk menemui para teman-teman arisannya.
"Kenalkan ini putra saya Liam Rayandra. Usianya 29th" ucapnya.
Liam hanya membungkukkan badannya menyapa para tamu mamanya tersebut.
__ADS_1
"Benar-benar tampan mama Lia. Ow iya, aku punya seorang putri. Biar saya tunjukkan fotonya" sambil menyodorkan ponsel untuk memperlihatkan foto anaknya.
Dan kejadian itu berlangsung sampai beberapa saat akhirnya Liam merasa pusing meladeni para ibu-ibu itu.
"Mah, aku istirahat dulu. Aku capek" sedikit membungkukkan kepala untuk berbisik kepada mamanya.
"Bentar lagi Liam. Sabaar dong" jawab mama Lia sedikit kesal.
"Aku sudah nggak betah mah".
"Ee,,, ibu-ibu saya permisi istirahat dulu" membungkukkan badannya dan berlalu pergi lantai atas menuju kamarnya.
Semua para ibu-ibu itu hanya menatap kepergian Liam.
"Ee,,, silahkan nikmati makanannya dulu ya bunda-bunda" mama Lia mengalihkan suasana yang hening sesaat tadi setelah kepergian Liam.
"Oh my god, mamaku kenapa bisa punya teman-teman rempong seperti itu" berucap dan menggelengkan kepalanya sembari melepas jam tangan didepan meja rias di kamar itu.
\_hellooo... masih ada yang setia membaca cerita ini kah ?...
baca terus yaaa...
jangan lupa tinggalkan like, vote dan givenya.
__ADS_1
Terima kasih 🙏