Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 21. TOKO KUE DENIS


__ADS_3

Lesya yang sudah sampai di klinik menunggu giliran untuk diperiksa. Terlihat orang yang sedang menunggu giliranpun juga sangat banyak. Merasa menunggu gilirannya akan cukup lama, lalu dia memainkan ponselnya. Membuka sosmed akun miliknya. Tangannya bergulir menyusuri beranda. Terlihat ada satu postingan sahabatnya yang menarik dengan foto pemandangan pohon kelapa dan langit pagi, serta caption yang tertulis dibawahnya "peduli sama diri sendiri dengan tidak baperan, tidak mudah percaya dengan orang lain, dan tidak menggantungkan harapan kepada orang lain".


Lesya tersenyum melihat caption yang ditulis sahabatnya. "Sahabatku dari dulu memang orang yang pemberani" Lesya bergumam sendiri. Tak lupa dia meninggalkan komentar disana.


"Melasnya diriku, konco mesra ku pun tak bisa percaya karo aku, padahal aku wes terlanjur tresno marang sliramu ಥ‿ಥ" (sedihnya aku, teman mesra ku tak bisa percaya dengan ku, padahal aku sudah terlanjur cinta dengan kamu). membubuhkan emot sedih dan ketawa di akhir kalimatnya.


Dari jauh Denis yang mendengar notif di ponselnya segera mengambil dan dibukanya. Terlihat nama akun Lesya yang tertera. Lalu segera dia buka. Dia yang membaca komentar itu dari kejauhan otomatis ketawa terpingkal. Ia lalu membalasnya.


"Tresnomu kuwi amung marakne cidro marang atiku" (cintamu itu cuma bikin luka dalam hatiku). Dia tersenyum geli sendiri membaca komentar yang dia tulis.


"Aku ora nyongko kowe mblenjani janji" (aku tak menyangka kamu mengingkari janji). Lesya membalas komentar dari sahabatnya.


"Aahahaha... Geliii banget woeey" Denis membalasnya.


Interaksi lewat dunia maya itu terhenti ketika nama Lesya dipanggil untuk segera diperiksa.


"Saudari Lesya silahkan masuk" perintah perawat klinik itu mempersilahkan untuk masuk keruangan pemeriksaan.


"Iya, terima kasih" dengan melempar senyuman ramahnya.


"Selamat pagi bu Lesya" sapa dokter itu.


"Selamat pagi dok".


"Apa yang dikeluhkan bu" tanya dokter.


"Saya habis jatuh dok. Saya hanya ingjn memastikan kalau cidera di kaki saya tidak masalah" Lesya menjelaskan.


"Silahkan bu Lesya istirahat di situ untuk saya periksa" perintah dokter.


*


*


*


Setelah selesai diperiksa dan di obati dokter itu menjelaskan.


"Luka anda tidak serius. Cuma bengkak karena benturan dan tertindih benda keras. Ini obat pereda nyeri dan vitamin untuk kesehatan anda" Jelas dokter itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah, terima kasih dok. Kalau begitu saya permisi".


Keluar dari ruangan pemeriksaan dia mengambil ponselnya. Sebelum dia pergi dari klinik itu, dia ingin menelfon ibunya. Mumpung lagi di luar dia bisa membelikan makanan atau sesuatu yang ibunya inginkan fikirnya.


Tuuut tuuut tuuuutt...


Terdengar sambungan telefon yang sedang menunggu balasan.


"Assalamu'alaikum", jawab ibunya.


"Waalaikumsalam bu. Ibu mau pesan sesuatu, atau kepengen makan sesuatu ?. Aku ingin membelikan sesuatu untuk ibu tapi bingung mau beli apa" ucap Lesya.


Jauh dibalik sambungan telefon ibu Marini tersenyum mendengar putri semata wayangnya yang begitu perhatian.


"Terserah kamu saja nduk, ibu akan suka dengan apapun yang kamu beli" jawab ibu Marini terdengar sangat halus.


"Ya sudah, aku belikan kue mini di tokonya Denis gimana bu ?. Sekalian aku ijin mampur kesana" tawar Lesya.


"Iya, terserah kamu. Tapi apa tidak apa-apa dengan keadaan kakimu nak ?".


"Nggak bu, nggak apa-apa. Ya sudah aku tutup dulu ya. Assalamu'alaikum" Lesya mengakhiri panggilannya.


Sebelum berangkat ke toko Denis Lesya mengirim pesan pada Denis. Menyampaikan kalau dia akan ketempat tokonya. Tanpa menunggu balasan dari Denis, dia segera mengendarai motornya menuju tempat toko kue Denis.


Merasa sedikit bersemangat karena ini akhir pekan yang cerah. Di hari-hari biasa dia akan sibuk dengan suasana sekolah kali ini dia bisa menikmati paginya dengan santai sembari menikmati udara yang lumayan berasap akibat polusi kendaraan tapi menyenangkan.


Liam yang menuju ke sekolah untuk melihat perbaikan disana tak sengaja melihat Lesya yang berkendara tepat berada di depan mobilnya. Iya, meskipun ini akhir pekan tapi Liam meminta para pekerja tukang untuk lembur agar perbaikan itu cepat selesai.


"Bukankah itu gadis ceroboh itu. Mau kemana dia" gumam Liam. Entah kenapa terbesit niatan untuk mengikuti Lesya dari belakang.


Setelah Lesya berbelok dan berhenti di sebuah toko, Liam memberhentikan mobilnya dari kejauhan. Dia memperhatikan Lesya.


Sebelemu masuk ke toko kue, dia memeriksa ponselnya. Terlihat jelas balasan pesan dari Denis di ponselnya "yaaah... Kenapa nggak bilang dari tadi sih Les kalau mau ke toko ku. Aku sekarang sudah di toko bahan-bahan kue, karena persediaan habis jadi aku harus belanja" isi balasan pesan dari temannya itu. Lesya yang sudah terlanjur ada di situ memutuskan untuk masuk saja ke toko untuk memesan kue yang dia inginkan.


Liam yang masih memperhatikan dari jauh terlihat langkah Lesya sedikit pincang memasuki toko itu.


"Selamat pagi mbak, mbak mau pesan kue atau roti apa ? Atau mau yang sudah ada di etalase saja ?" Tanya pelayan karyawan Denis.


"Kamu lupa ya sama saya ?" Tanya Lesya dengan tersenyum ke karyawan itu.

__ADS_1


"Ya ampun mbak Lesya, aku kira siapa. Aku terlalu menperhatikan mbak. Nggak lupa kok, cuma sedikit pangkling aja karena embak kelihatan tambah cantik" jawab pelayan itu.


Pelayan itu bernama Nidia. Dulu waktu duduk di bangku SMA, Nidia adalah adik kelas Lesya dan Denis. Dia karyawan pertama dan otomatis paling lama ditoko itu. Jadi tak heran kalau mereka bisa mengenal satu sama lain.


"Kamu juga makin cantik Nid. Kita sudah berapa bulan ya nggak ketemu" tanya Lesya.


"Hampir setahun kayaknya mbak".


"Masak sih Nid, kok sudah lama ya ternyata. Gimana nih, masih jomblo ataauuu"...


"Aku sudah menikah mbak. Tepat 6 bulan yang lalu". Sebelum Lesya melanjutkan tanyanya, Nidia sudah menyahut duluan.


"Alhamdulillah... Kenapa kamu nggak ngundang aku Nid".


"Maaf mbak, acaranya sangat sederhana. Jadi hanya keluarga saja yang kami undang. Mbak kapan nih nyusul" tanya Nidia dengan menaik turunkan kedua alisnya menggoda Lesya.


"Hahaha... Udah pengen sih, tapi belum ada jodohnya" jawab Lesya sedikit pelan.


Ehheeem ehheeemm...


Terdengar deheman dari antrian belakang Lesya.


"Eh, maaf-maaf kita malah nimbrung" jawab Lesya. "Aku mau pesan kue mini black forest ya Nid" pesan Lesya.


"Oke, sambil nunggu, mbak mau pesen sesuatu buat menemani duduk santainya ?" Tanya Nidia.


"Boleh. Jus jeruknya saja satu ya".


"Oke, mbak di tunggu ya" pinta Nidia.




\_Mau up satu bab lagi. semoga cepat lolos yaa...



Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2