Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 84. BERAPA HARGA YANG HARUS KUBAYAR UNTUK KETENANGAN ?


__ADS_3

Berapa harga yang harus kubayar dengan isi kepala yang tenang ?


Bohong banget kalau nggak mikirin dia lagi. Kalau memang tidak ada rasa enggak perlu dipaksa. Gampang kan ??. Gitu aja dibikin beban. Mudah memang, tapi juga nggak semudah itu. Cinta dan sayang datang dengan sendirinya, enggak seperti minum obat yang dianjurkan diminum sehari tiga kali. Bukankah begitu ??


Bukan sesuatu yang mudah untuk kita mengenali hati seseorang. Sebab kita ini untuk faham diri sendiripun susah.


Capek memang nyadarin diri sendiri. Tapi dengan cara sedikit mengenyampingkan fikiran dan hati yang sering beradu seperti itu setidaknya bisa sedikit menjaga kewarasan dan menjaga mental yang sering terporak porandakan.


Oke,,, jalanin lagi aja. Seperti air mengalir yang entah sampai kapan akan berhenti diperlabuhan laut mana, atau bahkan mengering begitu saja tanpa sisa.


"Kepala pening kalo mikirin Liam pria beruang kutub". gumam Lesya sambil terus berjalan. "Makin hari makin ada aja masalah hidupku. Seenaknya bilang kalau kita sudah menikah sama orang lain. Nggak diumumin saja sekalian pakek toa aula sekolah. Biar semuanya tahu sekalian". Kesal Lesya.


***


"Ya bagus dong, kalau Liam ngasih tahu David kalau kalian suami istri. Lalu kenapa kamu harus cemas ?. Apa yang kamu cemasin Les ?. Ck, nggak ngerti lagi aku tu sama jalan fikiranmu" decak kesal Denis diakhir kalimat yang panjang lebar.

__ADS_1


Iya, sekarang Lesya sedang berada di cafe milik Denis sang sahabat. Sebelum jam istirahat tadi Lesya buru-buru menghubungi Denis untuk bertemu. Dari pada ribet mencari tempat untuk bertemu, Lesya lebih memilih untuk pergi ketempat Denis sekarang.


"Kasih solusi yang bener bisa nggak sih nis ?. Aku pusing banget nih". Ucap Lesya


"Solusi kayak gimana lagi sih ?. Aku nggak ngerti maksutmu" jawab Denis.


"Ck,,," decak Lesya. "Sudahlah. Kamu nggak akan paham" lanjutnya.


Denis mengerutkan keningnya menatap Lesya. "Aku tahu elu nyembunyiin sesuatu dari gue. Jujur aku curiga sama pernikahan kamu yang kamu sembunyikan seperti ini dari awal. Dan aku sudah mengungkapkan hal ini sama kamu bukan ?" ia terdiam sejenak. Lalu melipat kedua tangannya sambil menegakkan posisi duduknya. "Gue berusaha ngertiin elu. Aku tahu elu nggak mau cerita masalah satu itu sama gue. Dan aku hargain itu. Jadi ketika elu ada masalah seperti ini, nggak usah bawa-bawa gue untuk ikutan pusing mikirin keluh kesahmu yang nggak ada dasar dan ujungnya" sambung Denis saat membenarkan duduknya.


"Semakin pusing kepalaku dengar ceramah kultum darimu hari ini" kata Lesya sedikit kesal.


"Urusan elu. Pusing juga kepalamu. Aku mah nggak mau ikutan pusing kayak elu" jawab Denis sedikit sewot. "Pergi gih. Ngerusak pemandangan aja lu sama wajah masammu itu" lanjut Denis.


Teman macam apa yang mengusir temannya sendiri disaat temannya perlu sandaran untuk berkeluh kesah. Tapi memang begitulah Denis, dia wanita yang nyebelin, tegas tapi ngangenin.

__ADS_1


Lesya sedikit mengembungkan pipinya "kamu ngusir aku nih ceritanya ?. Tega banget sih". Ucap Lesya dengan wajah melasnya.


"Bodo... Mata gue kena katarak lama-lama, liat elu yang kusut kayak baju yang hbs dicuci basah kering tujuh kali" cletuk Denis tanpa filter dan tak perlu disaring berkali-kali.


Dan yang diusir malah sedikit terkekeh tanpa dosa mendengar ocehan sang sahabat. Tak pernah Lesya sakit hati sama ucapan Denis.


"Dih,,, nggak usah nyengir ya lu". Cibir Denis.


"Iya deh, gue balik. Lagian juga telingaku udah berasap rasanya denger ceramah kultum darimu. Bukan dapat solusi yang tepat. Malah dapat semprottan yang bikin otakku semakin mumet. Hehehe" ucap Lesya dengan cengiran kudanya.


"Kamunya aja yang bebal. Ya sekarang tanggung sendiri tuh isi kepala yang kayak benang kusut" cetus Denis lagi.


_______________________________________________


waaah.... othor kelamaan hiatus ya gaes. maaf banget. Othor lagi berusaha ngelanjutin kisah ini ya. Terima kasih untuk yang masih mau baca. Salam kangen dari othor ☺️

__ADS_1


__ADS_2