Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 26. AJAKAN DAVID


__ADS_3

"Kamu kapan nikah ?" Pertanyaan itu ditujukan ke Eric.


"Belum kepikiran bos".


"Tidak masalah kan buat kamu. Soalnya kamu punya banyak wanita".


"Heeeyyy,,, tidak seperti itu tuan. Wanitaku memang banyak, tapi kalau jadi istri ya harus pilih-pilih dong. Orang kita beli sepatu aja milih bos. Masak buat jadi istri enggak milih-milih. Istri kan sosok wanita yang bakal menemani kita dan kita lihat setiap hari. Ya minimal selain baik juga harus cantik lah tuan" Jawab Eric.


"Lah tuh kamu tau".


"Hehehe".... Eric hanya terkekeh.


Ponsel Liam yang diletakkan dimeja sebelahnya tiba-tiba berbunyi membuyarkan obrolan mereka. Tertulis nama Roy dilayar ponsel.


"Halo" sapa Liam setelah menggeser ikon hijau.


"Hey my brooo". Roy adalah sepupu Liam, Anak dari tantenya.


"Heemm,,, tumben kau menelefonku. Sebenernya malas menjawab panggilanmu. Karena aku tau kau pasti ada mau" jawab Liam dengan nada datar dan sedikit malas.


"Gini bro, aku mau kesana untuk belajar sedikit mengenai administrasi yayasan sekolah. Aku ingin mendirikan yayasan sekolah di tempatku" Jelas Roy.


"Oke, Kita bertemu dimana ?. Apa dirumah saja".


"Broo, aku tu sebenernya sudah di daerah tempat yayasanmu, hehe".


"Gila, kenapa nggak bilang dulu dari kemarin. Kalau kayak gini kau mengacaukan jadwalku hari ini" jawab Liam sedikit kesal.


"Aku tau kau sekarang tak begitu sibuk bro. Buktinya kau sekarang bisa langsung mengangkat telfonku". Karena biasanya Roy harus menelfonnya beberapa kali baru diterima.


Iya, Liam hanya mencari alasan. karena dia sedikit malas untuk keluar dari kantor. Dia ingin hari ini tenang saja di kantornya. ternyata niatnya di gagalkan oleh sepupunya.

__ADS_1


"Baiklah, kau cari cafe didekat sana. Kita bicara disana" tukas Liam.


"Baik bos. Biar aku cari cafenya dan aku share tempatnya setelah dapet" kata Roy.


Liam menutup teleponnya. "Ayo ikut aku" ajak Liam kepada Eric.


"Tapi bos saya belum selesai menyusun ini" tukas Eric.


"Serahkan pada Adira saja. Biar dia yang selesaikan".


Setelah menyerahkan tugas laporannya kepada Adira, Eric langsung menyusul Liam yang sudah keluar duluan dari kantor.


Lalu berlari menuju mobil dan langsung masuk ke kursi kemudi.


"Kita kemana tuan" tanya Eric.


"Jalan saja ke arah sekolah Unggul".


Sementara itu Roy sedikit bingung mencari cafe yang pas. Dari kejauhan telihat toko kue yang telihat lebih luas dari toko-toko yang lain.


*


*


"Bu Lesya, apa anda akan langsung pulang ?" Tanya David yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Lesya setelah keluar dari kelas.


"Eh, pak David. Saya nggak tau kalau anda mengikutiku dari belakang" melempar senyum.


"Enggak kok, aku tak sengaja tadi melihat bu Lesya jalan, lalu saya susul" jawab David.


"Oow... Iya nih, saya mau pulang".

__ADS_1


"Gimana kalau kita ngopi dulu mungkin, sebelum pulang. Atau makan, atau nyemil ?" Desak David.


"Emmm... Gimana ya pak, boleh deh".


"Oke, bu Lesya bisa pilih tempat yang anda mau".


"Eemmp... Bagaimana kalau di toko kue sahabat saya. disana juga tersedia cafe" saran Lesya.


"Boleh" sembari membalas senyuman serta menerima saran Lesya. Dia sangat senang karena tawarannya kali ini tidak sia-sia (modus ya gaeeess :-D). Mereka masing-masing bersiap untuk pergi.


"Bu Lesya bawa motor ya ?".


"Iya"...


"Bagaimana kalau motor bu Lesya ditinggal disini saja dan naik mobil saya".


"Tapi saya nggak tega pak sama motor saya".


"Ya sudah, biar saya ikutin dari belakang. Nggak usah ngebut-ngebut" ucap David.


Kami pun beranjak pergi menaiki kendaraan masing-masing. Ku lajukan motorku sedikit kencang agar David tidak terlalu pelan mengendarai mobilnya. Meskipun tadi dia bilang untuk hati-hati dan tidak ngebut, tapi aku tak enak hati. Jadi aku berusaha mengimbangi.


Setelah sampai, kami pun masuk kedalam toko kue milik sahabatku.




\_waduh... Kayaknya ketemu lagi nih nanti. Ketemu nggak yaaa 🤔


Tungguin ya teman-teman 🤗

__ADS_1



terima kasih 🙏


__ADS_2