Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 53. MEMBANTU SANDIWARA


__ADS_3

Di meja makan rumah Rayandra, tuan tama dan mama Lia sudah menunggu pengantin baru untuk sarapan bersama.


"Pah, ini tadi Lesya yang masak loh" kata mama Lia yang memulai berbicara dengan suaminya.


"Ohhoo... Sepertinya enak mah" sahut tuan tama.


"Iya pah, memang enak. Tadi mama sudah coba sedikit" ucap mama Lia.


Sementara di kamar Liam, Lesya masih membenahi kemeja blousenya agar terlihat rapi. Dia kini mulai tak menghiraukan Liam yang duduk di tepi ranjangnya dan tepat di belakangnya. Karena Liam sibuk dengan iPad-nya, Lesya fikir memang dia tak memperdulikan dirinya.


"Apa masih lama ?" Tanya Liam yang kini mulai bersuara, tapi dengan pandangan yang masih terfokus ke layar iPad.


"Apakah anda menunggu saya ?" Tanya Lesya dengan membalikkan tubuhnya serta mengernyitkan dahinya.


Lalu Liam menatap Lesya. "Kamu fikir dari tadi saya di sini ngapain ?... Saya nungguin kamu" tutur kesal Liam.


"Kenapa anda menunggu saya ?... Anda kan bisa turun duluan dan saya bisa nyusul" kata Lesya.


"Aku menunggumu supaya mama papa ku senang melihat kita turun bersama" kata Liam.


"Seenggaknya bersikap manislah dengan saya saat di depan orang lain" lanjut Liam.


"Oh, maafkan saya kalau membuat anda menunggu lama. Oke baiklah, saya akan membantu anda bersandiwara dengan sangat baik" kata Lesya.


"Maksutmu ?" Tanya Liam. Raut mukanya mulai bingung dengan kata-kata Lesya yang aneh menurutnya. Memang iya pernikahannya hanyalah sandiwara. Namun Liam tak menyangka kalau Lesya bisa berbicara seperti itu.


"Saya sudah selesai. Ayo kita keluar" tukas Lesya. Tanpa menanggapi pertanyaan Liam.


Liam semakin kesal dibuatnya. Raut mukanya mulai memerah. Rahangnya menyatu dengan kuat.


Lalu dia berusaha mengendalikan emosinya. Memejamkan matanya sesaat dan membuang nafas pelan.


"Tunggu" ucap Liam.


Langkah Lesya terhenti saat mendengar suara Liam.


"Siapa yang mengijinkanmu berjalan di depanku" ucap Liam.


"Aku yang jalan duluan. Dan kau berjalan di belakang ku" tuturnya lagi. Dan kini dia mulai berjalan keluar kamar serta di ikuti Lesya.


"Jalan aja di atur dah. Udah persis banget ama pembokatnya dia dah gue" batin Lesya.


"Eh, akhirnya kalian turun" kata mama Lia menyambut putranya dan menantu satu-satunya.


"Maaf mah, pah... Kalian jadi menunggu lama" kata Lesya.


"Enggak kok. Kita juga biasa menunggu Liam kalau sarapan" sahut papa tama.


"Tunggu, kalian mau pergi ya ?" Tanya mama Lia.


Liam hanya diam dan melirik Lesya sekilas yang duduk di kursi sampingnya.


"Em, iya mah... Lesya mau berangkat ngajar. Dan mas Liam harus pergi ke kantor" ucap Lesya.

__ADS_1


"Apa ?,,, Nak Lesya sayang,,, kamu nggak ngambil cuti ?" Tanya mama Lia. "Dan kamu Liam, kenapa harus ke kantor sekarang ?. Kenapa kamu tak melarang istrimu untuk mengajar. Setidaknya ambil cuti satu minggu untuk kalian berbulan madu" ucap mama Lia panjang lebar.


"Tenang mah..." Kata Lesya menenangkan mama Lia.


"Saya nggak bisa ambil cuti mah. Siswa kelas-12 sebentar lagi ada ujian. Dan saya nggak bisa meninggalkan materi pelajaran yang harus saya sampaikan untuk mereka" terang Lesya dengan tenang.


"Aku ada rapat penting" kata Liam singkat.


"Kalian ini, gila kerja sekali" ketus mama Lia.


"Sudah, ayo kita mulai sarapan" kata tuan tama.


Mama Lia mengambilkan nasi untuk tuan tama. Lalu mengambil kembali untuk dirinya.


Giliran Lesya mengambil nasi untuk dirinya. Fikir Liam, Lesya mengambilkan nasi untuk dirinya. seperti apa yang dilakukan sang mama kepada papanya. Tapi dugaannya salah. Liam kaget dan membelalakkan matanya menatap Lesya saat dia mengambil nasi itu dan meletakkan ke piringnya sendiri.


"Heh kau" bisik Liam ke Lesya.


Lesya lalu menoleh ke arah Liam.


Liam menggerakkan matanya untuk mengisyaratkan kalau dia minta di ambilkan nasi untuknya.


Namun Lesya semakin mengerutkan keningnya dan menyatukan kedua alisnya karena tak mengerti dengan maksut Liam.


Semakin kesal karena Lesya tak faham, Liam menarik lengan baju Lesya dan mulai berbisik ke telinganya.


"Ambilkan aku nasi bo****h" bisik kesal Liam.


Lesya melirik Liam dengan tajam dan mulai mendekatkan bibirnya ke telinga Liam.


Liam semakin melotot ke arah Lesya. Dan kembali mengisyarakan seakan berkata, cepat ambilkan untukku.


Bibir Lesya sedikit mencibik kesal dan mulai mengambilkan nasi untuk Liam.


Sementara di depan mereka mama Lia memperhatikan gerak-gerik aneh keduanya.


"Kenapa sayang ?, Apa ada sesuatu ?" Tanya mama Lia.


"Oh, endak mah. Nggak pa pa" tukas Lesya.


Sementara tuan tama sudah mulai menikmati sarapan paginya. "Eem, enak ternyata sup ayamnya mah" puji tuan tama.


"Iya kan pah,,, Lesya yang masak tadi" kata mama Lia.


"Bukan Lesya mah. Tapi kita bertiga. Kan ada mbok ijah dan mama juga tadi" kata Lesya.


"Iyaaa memang. Tapi lebih banyakan kamu yang kerjain sayang" ucap mama Lesya.


Liam tak menghiraukan mamanya dan Lesya yang saling melempar pujian. Batinnya memang merasa masakan ini enak. Dan dia tak menyangka kalau Lesya lah yang memasaknya.


Setelah semua selesai, Liam dan Lesya mulai berpamitan untuk pergi.


"Pah mah, Liam berangkat dulu" kata Liam yang kini mulai berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"Eh, cepet banget Liam. Tungguin istrimu dulu. Dia belum selesai sarapannya" tutur mama Lia.


Liam lalu melirik Lesya. "Saya tunggu di mobil" katanya pada Lesya.


Lesya hanya menganggukkan kepala.


"Sabar ya nak,,, dia memang sedingin itu. Tapi sebenarnya hatinya baik kok" kata mama Lia.


"Lesya nggak pa pa mah" kata Lesya dengan senyum merekah.


"Ya sudah, Lesya juga berangkat ya mah, pah" Lesya mulai berpamitan.


"Iya nak, hati-hati yah" tutur mama Lia.


"Iya mah" kata Lesya sambil menyalami keduanya.


"Assalamu'alaikum" ucap salam Lesya.


"Waalaikumsalam" jawab mama Lia dan tuan tama.


Liam melihat Lesya yang mulai berjalan mendekat ke arah mobilnya.


Eric yang juga menyadari hal itu langsung turun dari kursi kemudi dan membukakan pintu untuk Lesya.


"Silahkan masuk non" ucap Eric mempersilahkan.


"Terima kasih" ucap Lesya dan membungkukkan tubuhnya.


Lalu Lesya masuk ke dalam mobil itu. Dia sedikit canggung karena harus duduk di kursi belakang dengan Liam.


Mobil itu pun mulai berjalan. "Kita harus kemana dulu tuan ?" Tanya eric pada Liam.


"Antar aku ke kantor Proweb dulu. Lalu antar dia ke sekolah Guatama.


"Baik tuan" kata Eric.


"Seharusnya saya naik taxi saja. Biar pak Eric nggak capek bolak-balik" kata Lesya yang kini mulai bersuara.


"Kenapa kau tak bilang dari tadi" sahut Liam dingin.


"ck, salah lagi kan aku" batin kesal Lesya.


"Iya, saya lupa. Baiklah, besok saya akan naik taxi saja" kata Lesya.


"Tidak usah".




\_Tungguin kisah selanjutnya yaaa... jangan lupa tekan like, vote, hadiah serta favoritnya supaya dapat notif setiap aku update bab baru.


__ADS_1


Terima kasih. 🙏


__ADS_2