
Acara arisan mama Lia sudah selesai. Semuanya sudah selesai dibereskan. Setelah dirasa sudah beres semua, mama Lia menaiki tangga berniat ke kamar Liam.
Tok tok tok... suara pintu diketuk.
"Iya masuk" terdengar suara Liam dari dalam sana.
Mama Lia pun masuk ke kamar itu. Terlihat putranya itu sedang fokus menatap layar laptop dipangkuannya.
"Apakah kau sibuk ?" Tanya mama Lia.
"Nggak ma. Ada apa ?" Tanya balik Liam.
Mama Lia berjalan menghampiri Liam, lalu duduk di samping kasur dekat Liam.
"Naaak, gimana ?... Adakah salah satu tawaran dari teman mama yang kamu lirik atau minat untuk jadi ca_"
"Mah, please jangan bahas itu. Aku lagi fokus". Tukas Liam memotong pembicaraan mamanya itu. Dan masih terus menatap layar laptopnya.
"Huuuffttt..." Mama Lia hanya membuang nafas kasar.
Liam yang mendengar dengussan sang mama, otomatis pandangannya beralih ke sang mama.
"Udaaah... Nggak usah difikirkan, aku pasti menikah. Karena aku masih normal dan bukan gay mah" ucap Liam santai.
"Ya sudahlah, mama nyerah. Mama hanya akan menunggu kau membawa calonmu kemari. Tapi ingat Liam, kau harus berhati-hati memilih perempuan. karena tampang dan harta yang kau punya saat ini membuat perempuan manapun akan mengejarmu. Tapi lain hal jika memilih wanita yang benar-benar mencintaimu dengan tulus.
"Heem" sambil menganggukkan kepala.
Mama Lia sudah mengingatkan panjang Lebar. Sedangkan putranya hanya menjawabnya dengan satu kata dan sangat singkat.
"Mama mau keluar. Jangan lupa makan, Mama sudah makan. Papamu tadi juga sudah makan duluan di kamar pas masih banyak tamu". Kata mama Lia.
"Iya ma".
*
__ADS_1
*
*
Seperti biasa setelah weekend, hari sibuk pun mulai datang. Lesya yang sudah sampai di sekolah SMA unggul langsung memasuki ruangan menunggu bel tanda masuk kelas berbunyi.
Lesya yang duduk sambil mempersiapkan sesuatu tak memperhatikan sekeliling. Sampai akhirnya David menegurnya duluan.
"Sepertinya anda sibuk sekali".
"Ah, iya pak. Hehe,,, eee aku sedang mencari sesuatu, sepertinya aku lupa membawa buku catatan ku yang saya persiapkan hari ini. Jadi maaf saya sampai tak fokus untuk menyapa kalian". Lalu menganggukkan kepala sambil tersenyum menyapa David.
"Apakah ada yang bisa saya bantu ?" Tanya David.
"Enggak perlu pak, mungkin saya lupa menaruhnya dimana. Tapi saya masih ingat kok materi apa yang harus saya sampaikan nanti" ucap Lesya dengan sangat lembut dan senyum yang selalu dia pancarkan.
*
"Assalamu'alaikum... Pagiii semua..." Sapa Lesya kepada muridnya.
Lalu pelajaran berlangsung seperti biasa. Dan setelah menjelaskan semuanya Lesya memberi tugas pada para siswa dikelas itu.
"Tugasnya besok, bikin puisi yang bagus tentang cinta".
Salah satu murid mengangkat tangannya.
"Bu mau tanya. Menurut ibu cinta itu apa ?" Murid itu bertanya.
"Eeeemm... Bila dijabarkan secara umum, cinta ini tidak memiliki arti yang konkret. Cinta itu tidak bisa dilihat secara nyata, namun hanya bisa dirasakan pada setiap orang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cinta adalah suka sekali, sayang benar, kasih sekali, terpikat, ingin sekali, berharap sekali, rindu, khawatir, dan risau.
Pada dasarnya cinta termasuk dari bagian hidup kita. Tidak mungkin seseorang hidup tanpa cinta dan kasih dari orang-orang di sekitarnya. Contohnya seperti ibu kita sendiri. Tidak mungkin seorang ibu tidak cinta kepada anaknya, dan juga sebaliknya". Lesya menjelaskan panjang lebar.
"Lalu, begaimana menurut pandangan bu Lesya tentang rasa cinta dengan lawan jenis, tanda kutip kekasih ?" Tanya salah satu murid lainnya yang menyanggah pertanyaan temannya.
"Heeemmp... Anak-anak ini kekeh banget deh, nggak ada yang mau menyerah padahal aku sudah mengalihkannya panjang lebar. Aku kan bingung gimana ngejelasinnya." batin Lesya. Sebenernya dia bingung karena tidak pernah pacaran. Tapi bukan berarti dia nggak pernah jatuh cinta dengan lawan jenis.
__ADS_1
"Ketika ada yang bertanya tentang cinta. Pada awalnya, cinta itu bisa melihat. Tapi, menjadi buta karena masuk ke dalam hati yang paling dalam. Ibarat kata, cinta itu berasal dari mata lalu turun kehati".
"Dan cinta itu bukan saling menyakiti tapi saling menyayangi. Tapi, inilah yang berbahaya dari cinta, kita tak pernah bisa merencanakan dan memilih kepada siapa akan jatuh cinta. Sehingga terkadang kita jatuh cinta pada orang salah, yang bisa memperdaya kita.
"Maka ingatlah satu hal. Cinta itu boleh tapi bodoh jangan". Sambil mengangkat jari telunjuknya.
"Uhhuuuyy.... Suuuwit suuwiiit..." Para murid bersorak sorai mendengar penjelasan sang guru mereka.
Namun tak sampai disitu. Salah satu murid lain bertanya lagi dan mengangkat tangannya keatas. "Bagaimana kalau pasangan kita masih membahas masa lalu dan menjadi perbandingan ?".
"Sesuai yang ibu katankan tadi, kalau cinta itu boleh tapi bodoh jangan. Jika seseorang benar-benar mencintaimu, mereka tidak akan menceritakan kisah cinta lain kepadamu, mereka akan membuat kisah cinta itu denganmu".
"Satu lagi bu. Ibu menjelaskannya Lugas sekali. Apakah ibu punya kekasih hati ?" Tanya salah satu murid laki-laki sedikit menaik-naikkan kedua alisnya menggoda sang guru.
Lesya tersenyum malu dan menjawab, "jodoh ibu masih on the way".
"Perasaan otw mulu dah. Hahahaha" murid lain menyahutinya. Dan diikuti riuhan tawa murid lainnya.
"Sudah ya sudaaahh... Jangan keras-keras nanti kedengeran ke kelas lain dan mengganggu". Lesya menenangkan muridnya.
"Baiklah, kita akhiri pembelajaran hari ini. Jangan lupa tugas dirumahnya besok harus sudah terkumpul ya. Oke, sekian dari saya. Assalamu'alaikum wr.wb".
"Waalaikumsalam wr.wb". Para siswa menjawab serempak seraya bertepuk tangan. Mereka selalu merasa senang saat jam pelajaran bu Lesya.
\_hayooo... siapa yang masih setia baca...
absen yuk absen. hehehe...
Terima kasih 🙏
__ADS_1