Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 37. BERTEMU ORANG TUA LIAM


__ADS_3

Tak terasa pembelajaran hari ini di sekolah unggul itu terasa sangat cepat berakhir bagi Lesya. Seharian ini dia merasa gugup kalau mengingat akan bertemu orang tua Liam. Bukan karena senang. Tapi karena merasa canggung dan bingung. Karena ini adalah momen pertama bagi dirinya di ajak langsung bertemu orang tua dari sosok pria. Meskipun pria itu bukan kekasih.


"Bukan kekasih, tapi mau menikah, tapi enggak suka, enggak cinta. Gimana tuh ?, Ah ribet ya" Lesya bergumam dalam batin.


Di lihatnya jam di tangannya. Telihat pukul setengah empat sore. Lalu dia berfikir untuk menunaikan sholat ashar terlebih dulu sebelum pergi.


Dibawalah semua barang miliknya dan pergi menuju mushola sekolah tersebut. Lalu sesampainya di mushola dia segera mengambil air wudhu.


Liam yang keluar dari sekolah tersebut menoleh ke arah kanan dan tak sengaja terlihat Lesya yang sedang berwudhu. Sontak dia menghentikan langkahnya menatap Lesya dari kejauhan.


Entah kenapa hatinya merasa tersentuh melihat sosok gadis yang dia kenal ternyata rajin beribadah.


"Bos, ada apa bos ?".


Tiba-tiba lamunannya ambyar ketika Eric menepuk pundaknya dan menyadarkannya yang sedang menatap Lesya dengan intens.


Tanpa memnjawab Eric, Liam kembali melangkahkan kakinya menuju mobilnya di basemen sekolah itu.


"Kita tunggu gadis itu sebentar di mobil" ucap Liam kepada Eric.


"Iya tuan".


Setelah menunaikan sholat ashar, Lesya berdo'a agar dia diberi kemudahan dan kelancaran pada saat nanti bertemu kedua orang tua Liam.


Lalu dia beranjak pergi dari mushola itu menuju parkiran mengambil motornya dan menunggu Liam di depan gerbang sekolah.


Setelah itu Liam memerintahkan Eric untuk melajukan mobilnya. Di pinggir gerbang sekolah sudah nampak jelas Lesya yang berdiri di samping motornya.


Liam menurunkan kaca mobilnya saat mendekati Lesya. "Hey, masuk" perintah Liam.


"Tapi saya bawa motor pak. Saya mengikuti mobil bapak saja dari belakang" ucap Lesya.


"Jangan ngawur, mau nyampek jam berapa kalau mobilku harus ngimbangin laju motormu ?" Ucap Liam.


"Saya usahain jalannya agak cepet pak. Biar nggak ketinggalan jejak mobil bapak".


"Ck, ribet banget. Cepat masuk, motormu biar dibawa Eric" ucap Liam.


Eric mendengar namanya disebut reflek melihat kebelakang ke arah bosnya.


"Apa ?" Tanya Liam. Ekpresi wajahnya sangat tidak bersahabat. Membuat Eric langsung menundukkan kepala dan berkata,


"Siap bos". Padahal dalam hatinya dia sedikit malas membawa motor.


"Antarkan saja motornya ke rumah dia. Lalu kau pulang naik taksi" kata Liam.


"Siap bos". Mau tak mau Eric hanya pasrah menerima perintah atasannya.


Setelah perundingan panjang. Akhirnya Lesya masuk kedalam mobil Liam. Dan Liam yang mengemudi mobil ya sendiri sedangkan Lesya duduk disebelah kemudi.


Suasana di dalam mobil sangat hening. Liam sedang serius mengemudi. Dan Lesya melihat jendela di sampingnya.


*


"Pah, mamah sudah nggak sabar mau ketemu calon mantu" ucap mama Lia yang sudah siap menyambut Liam beserta calon menantunya di ruang tamu.

__ADS_1


"Belum apa-apa udah nyebut calon mantu aja sih mah. Mamah seyakin itu sama perempuan yang di bawa Liam nanti ?" Kata tuan tama.


"Aku yakin, sama pilihan Liam pah" ucap mama Lia.


"Heeemmm... Jangan terlalu yakin. Nanti kalau ndak sesuai ekspektasi bisa kecewa. Yang biasa saja. Berekspektasi sewajarnya, bersikap seperlunya" tutur suaminya itu.


"Papa nih, suka mematahkan semangat mama" kesal mama Lia.


"Loh, kan bener yang aku bilang mah".


"Ck" mama Lia berdecak kesal.


Sesekali mama Lia pergi ke dapur untuk menengok mbok ijah yang sedang memasak untuk makan malam.


Tin tin,,,


Suara klakson mobil Liam yang akan memasuki gerbang. Security langsung membukakan gerbang besar itu.


Diparkirkan mobilnya di depan garasi rumah itu. Liam keluar dari mobil dan di ikuti Lesya. Lesya yang baru keluar dari mobil ternganga dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Dia termangu melihat taman dan halaman yng begitu luas. Terlihat bersih dan tertata rapi.


"Nggak usah kampungan. Ayo masuk" ucap Liam.


"Heem" jawab Lesya. Tanpa membuka mulutnya. Dia sedikit kesal karena di ejek kampungan.


"Assalamu'alaikum" salam Liam yang kini sudah memasuki rumah.


"Assalamu'alaikum" lalu di susul salam yang di ucapkan oleh Lesya.


"Waalaikumsalam" jawab tuan tama.


Lia yang mendengar teriakan suaminya langsung meletakkn pisau yang tadi di pegangnya untuk mengupas mangga.


"Mbok ijah, saya tinggal ya" ucap mama Lia pada sang ART.


"Iya nyonya. Tinggalkan saja" balas mbok ijah dengan senyum.


"Eh, sudah pulang" ucap mama Lia menyambut Liam.


Tapi pandangan sang mama langsung tertuju pada sosok gadis yang berdiri di belakang Liam.


"Ayo masuk, nggak usah sungkan" ucapnya lagi.


Lalu Lesya melangkahkan kakinya menghampiri tuan tama dan mama Lia untuk menyalaminya.


"Selamat sore tante, selamat sore om" ucap Lesya dengan tersenyum dan membungkukkan badannya menyapa mama Lia.


"Selamat sore" mama Lia dan tuan tama membalas serempak.


"Ayo duduk sini" sambut mama Lia dan menarik tangan Lesya untuk mengikutinya duduk di sofa ruang tamu itu.


"Siapa ini Li ?" Tanya mama Lia berbasa-basi kepada putranya. Namun tatapannya masih tertuju pada Lesya yang kini duduk disampingnya.


"Mama kan bisa tanya ke orangnya langsung" tukas Liam.


Mama Lia langsung menatap Liam dengan menyatukan kedua alisnya. Dia kesal dengan putranya yang sangat kaku.

__ADS_1


Merasa di tatap nanar oleh sang mama, Liam mengalihkan pandangannya.


"S, saya Lesya tante. Saya mengajar di SMA Unggul" dengan gugup Lesya memperkenalkan dirinya.


"Lesya ya. Namamu cantik nak, secantik orangnya" puji mama Lia, tangannya meraih tangan Lesya dan menepuknya.


"Terima kasih tante. Tante juga sangat cantik" puji balik Lesya.


"Pasti itu nak. Kalau tante tidak cantik, om tidak akan mengejar cinta tante waktu muda dulu" ucap mama Lia dengan percaya diri.


"Heeemm... Mulai". tak sengaja Liam dan sang papa berkata bebarengan. Membuat mereka semua yang berada di ruang tamu itu tertawa. Lesya pun ijut tertawa kecil, terkecuali Liam. Liam hanya menggelengkan kepala melihat semuanya tertawa.


"Ow iya. Saya mama Lia dan ini papa tama. Kami orang tua kandung Liam" mama Lia pun memperkenalkan dirinya.


"Salam kenal om tante" ucap Lesya dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Senyumnya selalu tersungging di bibirnya. membuat tante Lia terpesona dengan senyuman manis Lesya yang semakin membuat wajahnya semakin cantik.


"Kamu tinggal dimana Les ?" Tanya mama Lia lagi.


"Saya tinggal di kampung tante. Perjalanan sekitar 45 menit dari sini" jawabnya.


"Kapan-kapan tante boleh mampir dong" kata mama Lia.


"Oo boleh dong tante. Saya senang kalau tante sudi mampir ke gubuk saya" ucap Lesya.


"Tante rindu dengan suasana kampung yang ramai penduduk".


"Silahkan mampir ke tempat saya. Nanti saya ajak tante jalan-jalan ke sawah. Maaf tante di kampung saya cuma ada sawah" ucap Lesya dengan senyum cerianya.


"Hahaha... Ayo-ayo. Tante kepingin lihat sawah. Sudah lama tante nggak ngerasain udara sawah. Saya suka dengan udara sawah yang sejuk nak" ucap mama Lia.


"Serius tante ?, Di kampung nggak ada mall loo" canda Lesya.


"Tante lebih suka kalau jalan-jalan ada temannya. Kalau ada temannya nggak perduli di manapun tante pasti suka. Tante bosan kalau jalan-jalan ke mall tapi sendirian".


Lesya tersenyum mendengar perkataan tante Lia. Dia tak menyangka orang tua Liam begitu hangat.


"Lesya, kamu mengajar apa di sekolah Unggul ?" Tanya tuan tama.


"Saya mengajar bahasa indonesia dan sastra om" jelas Lesya dengan sopannya.


"MasyaAllah... Sudah cantik, seorang guru, sopan lagi. Kamu beruntung dapet cewek kayak gini Liam" puji sang mama.


Lesya tersenyum kaku mendengar perkataan tante Lia. Dalam benaknya, "seandainya tante Lia tahu bahwa ini hanya sebuah hubungan dengan perjanjian, apakah beliau masih menyukaiku ?. Maaf kan saya om tante".


Sedangkan Liam malah menatap ke arah Lesya. Entah apa yang dipikirkannya. Pandangannya terlihat datar tanpa ekspresi dan susah ditebak.




\_Tekan tombol favoritnya ♥️ ya gaes. supaya dapat notif setian aku update bab baru.



Terima kasih. 🙏

__ADS_1


__ADS_2