
"Anda mau apa ?... Jangan mendekat" kata Lesya. Dengan raut wajah dan sorot mata yang mulai panik.
Nampaknya Liam tak menggubris himbauan dari Lesya, karena dia masih terus mendekat ke arah Lesya.
Senyum smirk nampak samar di bibirnya. Mata memicing dan sedikit memerah. Terlihat rahangnya menegang. Nyali Lesya semakin menciut melihat penampakan Liam yang semakin mendekat ke arahnya.
Namun Lesya berusaha tenang dan menegakkan tubuhnya tanpa bergeming dari tempat.
"Pliiiss... Jangan mendekat... Sorot matamu membuatku takut Liam... Apa dia akan membunuhku ?... Oh tidak... Aku belum siap untuk mati" monolog Lesya dalam hati.
"Kau bangga ?" Tanya Liam dengan suara serak dan pelan. Terasa dingin di dengar.
"Maksutnya ?" Kata Lesya dengn mengerutkan keningnya.
"Hemh" Liam tersenyum mengejek. "Sok polos" katanya.
"Aku nggak mengerti maksut anda. Jadi terserah anda mau bilang aku seperti apa" tukas Lesya.
"Kau selalu menolakku, padahal aku suamimu. Tapi kau nampak senang di dekati lelaki lain. Kau bangga kan ?, karena merasa banyak pria yang menyukaimu ?. Ingat statusmu sudah menjadi istri" kata Liam.
"Apa anda bilang ??... Dengan kata lain anda menganggapku wanita murahan kan ??... Terserah anda mau mengataiku seperti apapun itu, karena saya tidak perduli" kata Lesya.
"Anda tahu ??, kalau saya sudah mulai muak dengan diri saya sendiri saat saya bertemu dengan anda. Dan menjalani pernikahan yang konyol seperti ini" imbuh Lesya.
Lalu Lesya melangkahkan kakinya. Ia berniat keluar dari ruangan Liam.
Sreeekk...
Dengan gerakan cepat, Liam menarik tangan Lesya hingga ia terpental ke dada bidang sang suami. Dan Liam segera mengunci tubuh Lesya dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Lesya.
Dengan gerakan perlahan, Liam berjalan dan mengarahkan Lesya hingga ketembok ruangan itu dan menghimpit dan mengunci tubuh Lesya.
"Kau menyukainya ?" Tanya Liam. Wajah mereka begitu dekat, sehingga saat Liam bicara suaranya serasa memenuhi telinga Lesya. Nafasnya seperti menerpa wajahnya.
Lesya mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Liam. "Siapa ?" Dia kembali bertanya karena dia bingung dengan siapa yang dimaksut oleh Liam.
"Guru laki-laki itu" kata Liam.
"Tidaaak" Lesya menggelengkan kepalanya cepat.
"Kau cemburu ?" Tanya balik Lesya. Dia penasaran dengan tingkah Liam yang terlihat selalu marah ketika ia berdekatan dengan David.
Liam terdiam sejenak tanpa menjawab tanya dari istrinya itu.
"Tingkah, kelakuan dan sifatmu selalu membuatku bingung. Pliiisss,,,, aku nggak bisa terus diginiin Liam. Aku wanita biasa yang punya hati dan perasaan. Aku wanita, yang sedikit saja diperhatikan membuatku terbawa perasaan". Gumam Lesya dalam batinnya.
__ADS_1
Triiing.... Triiiing.... Triiiing....
Terdengar suara bel sekolah tanda masuk kelas dan mulai aktivitas belajar dan mengajar telah tiba.
"Kalau nggak ada yang mau di bicarakan, tolong minggir. Aku ada jam awal mengajar hari ini" sahut Lesya.
Liam masih terdiam tanpa melepas tangannya yang mengunci tubuh Lesya di dinding ruangan itu.
"Belajarlah mencintaiku" ucap Liam.
Deg,,,
Jantung Lesya serasa berhenti dengan ketangkasan rem yang mendadak. ( Udah kayak motor ya wak 😂 ).
"Hehm" Lesya menaikkan sebelah ujung bibirnya, tersenyum kecut mendengar ucapan Liam. "Apaaa ?... Mencintai katanya ??... Aku harus belajar mencintai dirinya ??... Buat apa kalau tidak ada timbal baliknya ??... Memangnya aku budak cinta !!..." . Monolog Lesya dalam hati.
"Kau pernah dengar kata-kata dari guru besar Imam Syafi'i ??... Salah satunya adalah, diantara musibah terbesar adalah kamu jatuh cinta namun orang itu tidak cinta padamu" Kata Lesya.
"Aku tidak butuh ceramahmu. Aku butuh kau mencintaiku" ucap Liam penuh penekanan.
"Lalu, buat apa aku harus belajar mencintaimu kalau hanya aku yang akan jatuh cinta sedangkan orang yang mulai ku cintai tidak menaruh rasa yang sama denganku" tukas Lesya dengan tegas.
"Kau selalu saja membantahku. Dan kali ini kau berani memberontak dengan perintahku" kata Liam. Matanya mulai memerah. Otot wajahnya terlihat menegang. Tanda emosinya sedang memuncak. Ia emosi mendengar penolakan dari Lesya.
"Terserah" kesal Lesya.
Lesya menderong Liam dengan sekuat tenaga. Dan berjalan cepat menuju pintu untuk keluar dari ruangan itu.
Ceklek ceklek ceklek...
Namun dengan cepat Liam menerobos Lesya dan segera mengunci pintu ruangannya.
"Yhaak" teriak Lesya dengan kesal dibelakang Liam, yang mulai berjalan santai menuju meja kerjanya.
"Kauu..." Liam membalikkan tubuhnya dan mengangkat telunjuk jarinya kearah Lesya.
"Kau berani meneriakiku dan mengumpatku ?... Mulai sekarang ruanganmu disini" tegas Liam.
"Mana bisa seperti itu ?... Ayolah... Aku harus mengajar..." Rengek Lesya.
"Nggak ada penawaran dan penolakan. Hari ini juga kau menjadi sekretaris pribadiku disini. Agar kau bisa belajar mencintaiku mulai hari ini" ucapnya.
"Yhaaaiiizzzss" umpat pelan Lesya dan mencibikkan bibirnya.
"Astaghfirullah... Hidup elo rumit sekali Lesya... Rasanya pengen guling-guling jungkir balik deh gue ngadapin beruang kutub yang jengkelinnya setengah hidup. Whaaaa 😭" teriak kesal Lesya dalam hatinya.
__ADS_1
"Sampai kapan kamu mau berdiri disitu ?" Ucap Liam. "Jangan mengumpatku dalam fikiranmu" imbuhnya.
Seketika Lesya membelalakkan matanya dan mulut yang sedikit menganga."Hah ??? Dia beneran tahu apa yang pikirkan ?... Oh my god, apa dia beneran cenayang ??" Gumam batinnya.
"Ada nggak tugas lain, bersihin wc kek. Dari pada harus belajar mencintaimu" ucap Lesya sedikit pelan.
"Apaa ??" Tanya Liam dengan mengerutkan keningnya karena tak mendengar perkataan Lesya.
"Nggak ada. Hehe,,, silahkan dilanjut. Saya hanya mau duduk" ucapnya sambil meringis kuda menampakkan gigi rapinya.
"Sialan... Aku malah terperangkat di ruangan ini" umpatnya lagi dalam hati.
*
Diruangan guru, David masih merasa tak terima dengan ungkapan Liam yang mengatakan kalau Liam dan Lesya telah menikah. Ia masih sulit untuk mempercayai itu.
Semakin kesal lagi saat sosok wanita lain masuk keruangan itu dan duduk di kursi milik Lesya.
"Anda siapa ?... Jangan duduk disitu. Meja itu sudah ada yang menempati" himbau David.
"Oh,,, ma'af. Tapi saya duduk disini sesuai arahan dari pak Erik" kata wanita itu.
David mengerutkan keningnya mendengar pernyataan dari wanita itu.
"Perkenalkan, saya bu Ana. Saya mengajar bahasa dan sastra" kata wanita itu yang bernama Ana memperkenalkan dirinya.
"Mengajar bahasa dan sastra ??... Tapi sudah ada guru yang mengajar mata pelajaran itu" ucap David.
"Yang anda maksut bu Lesya kan ??... Iya... Saya pengganti bu Lesya. Karena mulai hari ini kata pak Erik tadi, beliau berpindah tugas menjadi sekretaris pak Liam" jelasnya.
"Oh..." singkat David. Kekesalan dalam dirinya bertambah sepuluh kali lipat mendengar penjelasan dari guru baru itu. Namun ia berusaha menyembunyikan kekesalannya. Ia meremat kertas yang ada di atas mejanya dengan sangat kuat.
"Liam brengsek. Aku yakin kau mendapatkan gadisku dengan cara yang tidak patut. Aku tak terima dengan semua ini" umpat David dalam batin.
\_Hai hai haiii... Othor kembali... hehehe....
Othor minta ma'af banget ya, karena baru update lagi.
\_Minal aidzin wal faidzin untuk semua umat muslim yang merayakan hari raya idul fitri 🙏
__ADS_1
Terima kasih 🙏