
"Haii... apa yang anda lakukan ??..." Kesal Lesya yang sedang berusaha melepaskan tangan Liam.
"Biarkan seperti ini sebentar. Jangan menolak" tukas Liam sambil menyandarkan kepalanya di pundak Lesya.
Mau tak mau Lesya terdiam diri menuruti ingin Liam. Lesya belum pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya oleh seorang lelaki membuat tubuhnya serasa panas dingin. Jantungnya berdetak kencang. Namun dia merasa ada rasa yang aneh dalam dirinya. "Pelukan ini begitu nyaman. Kenapa aku merasa seperti ini ?" Itulah yang difikirkan Lesya saat ini.
"Aku mencarimu dari tadi" ucap Liam dan masih terus memeluk Lesya dari belakang.
"Memangnya ada apa mencariku ?" Tanya Lesya.
"Kau memakai sabun apa ?" Bukannya menjawab Lesya tapi Liam malah bertanya lagi.
Lesya menyatukan alisnya merasa heran dengan pertanyaan Liam. "Memangnya kenapa ?. Apa anda mencariku untuk meminta sabun mandiku ?".
"Hehemm"... Kekeh pelan Liam. "Tubuhmu tercium aromanya segar dan harum sekali" kata Liam.
Entah itu kata-kata tulus yang tak sengaja dilontarkannya atau hanya sekedar untuk menggoda Lesya. Namun hal itu sukses membuat tubuh Lesya merinding dan pipinya memerah karena malu.
Bau harum tubuh Lesya serasa menghipnotis Liam untuk terus mencium segar aromanya. Liam menggesekkan bibirnya ke leher dan tengkuk Lesya. Memberikan sentuhan ciuman dengan penuh kelembutan di Leher jenjang Lesya dari belakang tanpa melepaskan tangannya yang masih terus memeluk Lesya.
"Ah,,, Tuan... Apa yang anda lakukan. Geli tuuuaann... Iih... Singkirkan bibir anda dari sana" racau Lesya. Ia merasa gelisah. Liam tiba-tiba saja membuat dirinya semakin ketakutan dan juga merasa ada yang aneh karena sentuhan lembut dari Liam.
"Ada apa dengan tubuhmu Lesya ??... Baru di sentuh begini saja kau sudah menegang seperti tersengat setrum aliran listrik. Dan haaiii tubuhku,,, kau jangan bodoh... Kenapa kau menikmatinya" Lesya meracau dan bermonolog dengan dirinya sendiri dalam batinnya.
"Bau harum tubuhmu serasa menghipnotisku Lesya. Apa kau menggunakan sihir untuk membuatku tertarik denganmu ?" Ucap Liam. Suaranya terdengar lembut dan sedikit berbisik di telinga Lesya.
"Nggak ada ya tuan... Aku tak pernah bertindak seperti itu. Tolong lepaskan aku" tegas Lesya.
Liam tersenyum mendengar perkataan Lesya. "Kamu begitu menggemaskan".
"Apaa ??... Sepertinya beneran sakit jiwa ni orang. Ngomongnya ngelantur dari tadi" kesal Lesya merutuki Liam dalam hatinya.
"Ada apa dengan anda ?... Apa anda sedang mabuk ?... Atau karena mengantuk jadi bicara anda melantur. Sebaiknya anda tidur kalau mengantuk" tutur Lesya.
"Ayo kita tidur. Tapi sebelum itu bisakah kau memijit dulu kepalaku. Leher dan kepalaku rasanya sedikit sakit" pinta Liam.
"Baiklah... Lepaskan dulu tangan anda". Lesya mengiyakan permintaan Liam. Entah kenapa dia tak kesal dengan permintaan Liam kali ini. Karena baru kali ini Liam meminta tolong sesuatu pada Lesya dengan lembut tanpa menghardiknya atau nada arogannya.
"Jalan sambil begini saja bisa kan... Tanpa perlu dilepas" ucap Liam.
__ADS_1
"Enggak bisa tuan... Tolong lepaskan... Aku gerah dan engap. Tangan anda begitu kuat melingkar di pinggang saya dan berat" tukas Lesya.
"Kenapa kamu jadi bawel banget sih dari tadi" kata Liam sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah Lesya dari samping.
"Huuuuffftt" Lesya menghela nafas panjang. "Dia bilang aku bawel. Dia nggak sadar kalau dia aneh banget dari tadi. Kesambet setan dari mana sih ?" Gerutu Lesya dalam hati.
Puk puk... "Lepas ya... Lepas..." Pinta Lesya sambil menepuk pelan tangan Liam.
Bukannya melepaskan pelukannya, tapi Liam hanya sedikit mengendurkan pelukannya.
"Udah kaan ?... Nggak sesak lagi kan ?... Sekarang kita jalan".
"Huuffttt... Oh my god..." Gumam Lesya dan lagi-lagi dia menghela nafas panjang pelan.
"Ya Tuhan.... tolong... Dia kenapa seperti ini... Jujur aku senang di perlakukan seperti ini. Tapi aku takuuut... Takut masuk ke jurang yang terlalu dalam dan nggak tahu gimana cara menyelamatkan diri untuk keluar kembali, jika nanti dia pergi dari hidupku" racau Lesya dalam hati. Di sisi lain dia senang karena mendapatkan perlakuan manis dari Liam.
"Sudah di di depan kasur tuan. Sekarang lapas..." pinta Lesya.
Liam melepas pelukannya dan melemparkan tubuh ke atas kasur.
"Mau kemana ??" Tanya Liam saat melihat Lesya akan keluar dari kamar itu.
"Mau ngambil minyak urut" kata Lesya.
Lesya mengerutkan alisnya. Bingung karena tadi Liam memintanya untuk memijit tapi sekarang melarangnya mengambil minyak urut untuk pijit. "Nggak jadi minta pijit kah ??" Tanya Lesya yang masih berdiri di ambang pintu kamar itu.
"Udah lah... kesini dulu" Kata Liam. "Aku hitung samapi dua kalau nggak cepet kesini ada hukumannya" ancam Liam.
"sattuuu..." Liam memulai menghitung. Lesya yang mendapat aba-aba seperti itu langsung berlari karena dia tahu kalau Liam suka ngasal kalau memberi hukuman.
"Okke... Saya siap... huuuh" Seloroh Lesya sambil mengatur nafasnya. "Padahal cuma sedikit berlari tapi nafasku udah kayak lari maraton lima hari" gerutu Lesya.
Liam tersenyum simpul melihat tingkah istrinya. "Tingkahmu semakin lama semakin menggemaskan" gumam batin Liam.
"Sekarang saya harus bagaimana ?" Tanya Lesya.
Namun Liam yang ditanya malah hanya diam menatap Lesya. Hal itu membuat Lesya salah tingkah. Pasalnya tatapan Liam kali ini beda dengan biasa-biasanya.
"Apa di wajahku ada sesuatu ?" Lesya basa-basi untuk mengatasi ke canggungannya.
__ADS_1
"Ada" tukas Liam.
"Emang iya ?... Ada apanya... sisa nasi kah ?" Tanya Lesya sambil memegang-megang wajahnya mencari sesuatu atau kotoran yang menempel di wajahnya.
"Itu,,," tunjuk Liam dengan dagunya. "Ada matamu, alismu, hidungmu dan juga mulutmu" dan kini jari Liam menyentuh bibir Lesya.
"Ck" Lesya langsung menoleh ke arah lain dan berdecak kesal.
"Ha...ha...ha..." hal itu sukses membuat Liam tertawa.
"Jadi nggak nih minta pijitnya ?,,, kalau nggak jadi aku tidur nih" ucap Lesya
"Jadi lah. Sebelum memijat leherku, gimana kalau pijat bibirku dulu" Liam memanyunkan bibirnya menggoda Lesya.
"Ih,,, apaan sih... Saya nggak jadi mau mijitin anda. Saya tidur saja" Kesal Lesya, lalu Lesya berdiri ingin merebahkan dirinya di sofa"
"Hahaha... Mau kemana ??... Sini mulai pijitin" Perintah Liam.
"Bener-bener manusia suka banget berulah dan ngerjain orang lain" gerutu Lesya merutuki Liam dalam hati.
Lesya memulai pijatannya di leher belakang Liam.
"Aduh,,, jangan keras-keras dong. Lembutan dikit bisa nggak sih. Kamu perempuan mijit aja tenaganya kayak tukang tinju" seloroh Liam.
"Sumpah ya, hari ini anda lebih menyebalkan dari biasanya. Biasanya irit banget bicara. Hari ini kenapa anda bawelnya bertambah berlipat-lipat ganda" Gerutu Lesya.
"Apaa ???... Kau ngomong apa ??" Liam menolehkan kepalanya ke belakang menghadap Lesya.
"Nggak ada. Udah ngadep depan lagi. Apa udahan aja ?" kata Lesya.
"Enak aja. Baru mulai sudah mau udahan. Teruskan" ucap Liam. Ia berbalik dan tersenyum samar. Entah mengapa beberapa hari ini harinya merasa taman yang penuh dengan bunga yang bermekaran.
SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT...
JANGAN LUPA LIKE, HADIAH, VOTE DAN KOMENNYA YA....
__ADS_1
Terima kasih 🙏