Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 67. HADIAH DARI MAMA


__ADS_3

"Hooamm" Lesya mulai menguap. Dia berusaha memelankan suara uappannya agar tak terdengar oleh Liam.


Meskipun suaranya di tahan oleh Lesya, tapi Liam masih bisa mendengarkan. sedikit kesal karena baru beberapa menit yang lalu Lesya memijat punggungnya tapi udah mengantuk saja.


"Nggak ada alasan ngantuk ya... Baru beberapa menit lalu mulai mijitnya. Jangan main udahan aja" peringatan dari Liam.


"Apa ??... Beberapa menit anda bilang. Udah satu jam saya mijitnya tuan. Gimana kalau dilanjutin lagi besok aja" seloroh Lesya.


Tok tok tok....


Belum sempat menjawab ucapan Lesya, terdengar suara pintu kamar di ketuk.


"Ini mamah" ucap mama Lia dari luar kamar.


"Yhaaaiiizzzss... Ganggu aja sih mama" gerutu kesal Liam.


Lain halnya dengan Lesya. Lesya merasa mama Lia adalah penyelamat untuknya. Dia senang akhirnya dia bisa segera mengakhiri aksi pijatnya.


"Iya mah,,, sebentar". "Alhamdulillah... yeess... Terima kasih mah. Mama memang penyelamatku" seru Lesya dalam hatinya.


Tanpa menunggu persetujuan dari Liam, Lesya langsung turun dari ranjang dan sedikit berlari menuju pintu untuk membukanya.


Cekleekk...


"Ada apa mah ?... Ayo mah masuk saja" ucap Lesya mengajak mertuanya untuk masuk ke kamarnya.


"Nggak usah. Mama di sini saja sayang" kata mama Lia. "Kalian sudah tidur ya ?... Apa mama mengganggu kalian ?" Sambung mama Lia.


"Enggak kok mah. Kita belum tidur"


"Ini mamah punya sesuatu buat kamu" mama Lia menyodorkan sebuah paper bag ke Lesya. Ia membelikan sesuatu untuk menantu kesayangannya saat dia berbelanja di suatu mall besar di kota itu.


"Kenapa mama repot-repot sekali !!..." Tanya Lesya saat menerima paper bag itu. "Kenapa mama jalan-jalan sendirian dan nggak ngajakin Lesya ?" Sambung Lesya sambil memanyunkan bibirnya.


"Kata siapa mama sendirian... Tadi mama ke mall sama bu Marini. Hehe".


"Apa ??... Ibu Marini ibu saya mah ??... Nggak salah dengar kah saya mah ??" Heran Lesya. Pasalnya sang ibu belum pernah jalan-jalan ke mall. Selama ini Lesya sering mengajaknya, namun di tolak oleh sang ibu karena beralasan ibunya itu nggak suka jalan-jalan ke mall. Buang-buang waktu dan uang katanya.


"Ih kamu ni lucu sekali sih sya... Emang ada bu Marini lain yang mama kenal selain ibu kamu ?" Seloroh mama Lia.


"Tadi mama bosen banget di rumah. Dari pada bosan sendirian, mama telfon saja ibu kamu lalu menngajaknya jalan-jalan. Dan bu Marini mau mama ajak. Kita pergi refreshing bersama deh akhirnya". kali ini mama Lia menjelaskan alasannya.

__ADS_1


"Mah, terima kasih ya... Sudah mengajak ibu saya jalan-jalan".


"Kenapa kamu bilang terima kasih sih sayang... Orang mama yang malah sengaja mengajak bu Marini. Kamu nggak usah sungkan. Mama ingin, ibu kamu dan mama bukan hanya besan biasa. Tapi mama ingin menjalin hubungan seperti persahabatan dengan bu Marini sayang" tutur mama Lia.


Lesya tersentuh dengan ucapan sang mertua. Ia sangat bersyukur karena mempunyai mertua yang sangat tulus dan baik.


Liam yang mendengar obrolan dua wanita yang berpengaruh dalam hidupnya merasa ikut penasaran dengan hadiah yang diberikan untuk istrinya. Lalu dia berjalan ke arah pintu mendekati keduanya.


"Punyaku mana ?" Tanya Liam dengan kening yang berkerut. "Aku nggak dibelikan hadiah juga mah ?" Tanya Liam dengan tangan yang bersedakap dada.


Namun mama Lia malah tersenyum geli dan mengedipkan sebelah matanya ke putranya.


"Apa ini mah ?" Tanya Lesya lagi, karena sang mama tadi tak menjawab pertanyaannya.


"Buka aja sayang" ucap mama Lia.


"Mama pengen segera menimang cucu dari kalian" seloroh mama Lia dengan senyum cerianya.


"Gimana mau dapet cucu kalau suka banget gangguin" cletuk Liam.


Lesya terbelalak mendengar ucapan Liam. Dia menoleh ke Liam yang berdiri di sampingnya dengan memicingkan matanya.


"Ck" decak kesal Lesya lalu melengos begitu saja membuang muka.


"He he he... Kalian lucu sekali" kekeh mama Lia.


"Boleh aku buka mah ?" Izin Lesya.


"Boleh sayang. Buka saja" ucap mama Lia.


Lesya segera membukanya. Penasaran dengan isi dari paper bag itu.


Betapa terkejutnya Lesya melihat isi paper bag itu. Matanya terbelalak, mulutnya melongo begitu saja, tak lupa ekspresi wajahnya begitu memerah karena malu. Sebab Liam pun melihat itu semua.


"Mamaaah" ucap Lesya dengan wajah memelasnya. Bisa-bisanya mertuanya membeli barang seperti itu untuk dirinya.


"Nggak usah terharu begitu dong nak. Bagus kaaan... Apa kamu suka ?" Tanya mama Lia tanpa bersalah. Mengira Lesya suka dengan barang yang dia berikan


Lesya terdiam tak menjawab ucapan mama Lia dengan wajah yang masih syok dan bingung.


"Puuuffffttt" Liam terkekeh menahan tawanya.

__ADS_1


Lesya langsung melirik Liam dengan tatapan tajam. Merasa dirinya mendapat lirikan tajam dari Lesya yang seolah berbicara memerintahkan untuk diam. Liam tau itu dan langsung merapatkan mulutnya dan membungkamnya dengan kuat.


"Barang ini keluaran terbaru nak. Dan sudah pasti harganya sepadan dengan bahannya" jelas mama Lia.


"Memang berapa harganya mah ?" Tanya Lesya.


"Sembilan juta". Tutur enteng mama Lia.


"Appaaah ?" Lagi-lagi dia dibikin syok oleh mertuanya mendengar penuturan harga sehelai barang yang dibeli sang mertua.


"Harga nggak masalah sayang. Yang penting bagus kan ?,,, Dan kamu suka kaaan ??..." Tanya mama Lia.


"Hehe" Lesya tak menjawabnya, malah nyengir kuda dan tersenyum yang sangat dia paksakan.


Sedangkan Liam masih setia berdiri disamping Lesya. Dan terus saja tersenyum samar. Betapa Lucunya ekspresi Lesya mendapat barang yang di kasih oleh mamanya. Istrinya itu sangat menggemaskan. Semakin dilihat semakin membuat Liam terpikat.


Liam tak pernah melihat Lesya memakai pakaian yang begitu terbuka. Di rumah, Lesya selalu mengenakan dress selutut. Atau celana panjang dengan kaos oblongnya. Dan kalau malam, Lesya selalu memakai piyama yang tertutup pula. Dengan model atasan yang setengah lengan dan bawahnya celana panjang.


Hal itu membuat Liam membayangkan seandainya Lesya memakai baju yang di belikan oleh mamanya. Tiba-tiba Liam menelan Salivanya dengan kasar membayangkan penampilan Lesya yang mengenakan baju itu yang sangat terbuka.


Lesya faham, meskipun dia belum bisa menutup keseluruhan auratnya dan belum bisa berhijab, tapi Lesya tak ingin terlihat berlebihan dengan menampilkan lekuk tubuhnya dan mengeksposnya. Seenggaknya masih enak dilihat dan terlihat sopan begitu saja.


"Sudah ya... Mama mau turun. Jangan lupa Liam, mama sudah menantikannya" pesan mama Lia dengan seringai jahilnya.


"Siiiap bos" Tukas Liam.


Lesya membuang nafas kasar dan menunduk lunglai. "Ibu sama anak emang nggak ada bedanya. Sama-sama aneh. Emang bener deh, kalau satu gen nggak akan jauh-jauh tuh sifat sama karakternya" guamam Lesya dalam batin. Heran dengan kekompakkan ibu dan anak.




\_Baju saringan tahu gaes ??... Kalian punya juga nggak baju yang modelannya kayak kelambu nyamuk dan tipisnya kayak saringan tahu ?? hahaha....



\_Jangan lupa like, vote, hadiah dan tekan favoritnya ya man-teman...



Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2