
3 bulan kemudian...
Hubungan suami-istri yang Lesya dan Liam jalani tetap berjalan seperti biasa. Dan seperti awal pernikahan, Liam masih saja memerintah Lesya seenaknya. Sampai Lesya muak dibikinnya. Lesya tetap berusaha bertahan dan bersabar. Karena sekarang sudah menginjak 3 bulan pernikahan, itu artinya hanya butuh waktu 3 bulan lagi untuk bertahan, sesuai dengan isi perjanjian.
Pagi ini Lesya memutuskan untuk memakai kamar mandi terlebih dahulu. Karena Liam masih tertidur pulas di kasurnya.
Tak lama kemudian Lesya selesai dengan ritual mandinya. "Aduh,,,, kenapa kebiasaan banget lupa bawa baju ganti" gumam Lesya. Lagi-lagi dia lupa membawa baju ganti ke kamar mandi.
Dan ini entah keberapa kalinya. Mungkin sudah ke lima kalinya dia lupa. Lima kali digabung pas saat dia awal di rumah itu. Dan dia belum tau kalau kesalahan itu adalah bencana baginya, namun anugerah bagi seseorang berkat tragedi cctv.
Lesya mengeluarkan kepalanya sedikit keluar pintu. Menengok Liam apakah dia masih tidur atau tidak. Biasanya kalau Liam sudah bangun atau tidak sedang tidur, Lesya terpaksa meminta tolong mengambilkan pakaiannya. Tapi kali ini Liam masih tertidur. Dan tak mungkin Lesya mengganggunya dengan hal sepele seperti ini. Karena Liam sudah pasti akan mengamuk kalau di ganggu.
Lesya pun memutuskan untuk berjalan ke walkin closet dengan handuk persegi itu. Sialnya lagi dia lupa tak menyiapkan handuk kimononya sebelum masuk ke kamar mandi. Alhasil dia harus menggunakan handuk persegi panjang itu yang hanya dapat menutupi bagian inti dari tubuhnya.
Langkahnya mengendap-endap. Kakinya berjalan jinjit tanpa menapakkan telepak kakinya, supaya tak menimbulkan suara jejak langkahnya.
"hooaamm" Liam tiba-tiba menguap dan mulai membuka matanya. mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
Sayup-sayup Liam melihat seseorang yang kini berdiri kaku dengan beberapa jarak dari tempatnya. Lesya hanya bisa terdiam dengan mata yang membulat dan terbuka lebar sangking terkejutnya.
Sekejap Liam memandang sosok wanita itu. apemandangan pagi ini sungguh lah berbeda. Dia disuguhkan dengan pemandangan paha dan pundak mulus serta kaki jenjang, serta belahan dada yang sedikit teelihat karena minimnya handuk yang membalut tubuh wanita itu.
"Shiitt.. seksi sekali" umpat dan gerutu Liam dalam batinnya.Detak jantungnya mulai tak beraturan dan darahnya mulai berdesir. Namun dia berusaha mengontrol dirinya dengan menampakkan wajah sedatar mungkin ke Lesya. Lalu dia memalingkan wajahnya tanpa bersuara.
Lesya langsung berlari menuju walkin closet dan menguncinya. "Bodoh, bodoh, bodoh" tangannya memukul kepalanya merutuki kebodohannya.
"Eh,,, tapi dia beneran tak bereaksi melihat ku seperti ini. Bahkan saat ini diriku setengah tel**jang. Aku lupa kalau dia memang tak tertarik dengan perempuan" gumam Lesya.
Sedangkan Liam yang masih berada di atas ranjangnya tersenyum smirk. "Benar-benar wanita penggoda" gumam Liam.
__ADS_1
Liam lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi. Pagi ini dia akan ke Sekolah Guatama.
Lesya keluar dari ruang walkin closet dengan sedikit ragu. Saat dia keluar ternyata Liam tak ada di kamar itu. "Mungkin dia sedang mandi" kata Lesya.
Lesya lalu mengeringkan rambutnya yang tadi basah sehabis keramas. Dan mulai merias wajahnya dengan bedak tipis serta lipstik berwarna nude yang membuat kecantikan alaminya lebih terlihat fresh.
Beberapa menit kemudian Liam keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang hanya dapat menutupi pusaka miliknya.
Terlihat otot perut dan lengannya sangat kekar. Dada bidang serta roti sobek di perutnya membuat tubuh pria itu terlihat sempurna. Bayangkan saja kalau di peluk olehnya dan menempel erat di dada bidang itu. Betapa hangatnya dekapan itu bukan ?.
Lesya yang sering melihat pemandangan seperti itu akhir-akhir ini, namun tetap saja itu berhasil membuat dia spot jantung. "Dari atas sampai bawah memang sangat perfek. Sayang saja kejantanannya masih jadi tanda tanya besar" gumam Lesya sangat lirih.
"Kau ngomong apa ?" tanya Liam yang memperhatikan mulut Lesya komat-kamit terlihat dari samping.
"Lagi nyanyi saja" cletuk Lesya asal.
Lalu Liam menoleh lagi melihat Lesya yang sedang menyisir rambutnya dan sedang menalinya tinggi. Terlihat leher jenjangnya begitu indah menyedapkan mata. Lalu dia teringat pemandangan seksi yang beberapa menit lalu berhasil menyegarkan mata.
"Lain kali kalau mandi sekalian bawa baju ganti. Aku nggak akan lagi mau mengambilkan pakaianmu kalau kau lupa" ucap Liam.
"Memangnya kenapa ?, bukankah tak masalah bagi anda ?. Anda juga kenapa tak memakai pakaian anda di kamar mandi ?" kata Lesya.
"Tak masalah katamu ?" tanya Liam dengan menyatukan kedua alisnya.
"Anda tak usah berusaha menutupinya. Aku sudah tau semuanya kalau anda penyuka sesama jenis" kata Lesya.
"Itu kan alasan anda menikahi saya dengan pura-pura, dan membuat perjanjian konyol seperti ini" sambung ucapan Lesya.
"Apa kau bilang ?... Coba katakan sekali lagi !!" kini suara Liam mulai meninggi. Bola matanya membesar. Rahangnya mengerat sangat kuat. Urat-urat di wajahnya terlihat menonjol sehingga membuat mukanya memerah karena emosi.
__ADS_1
"Kenapa ?,,, Apakah anda malu mengakuinya ?. Kenapa anda malu sama saya ?. Padahal anda terlihat begitu mesra berbicara dengannya di telfon di depan mata saya. Anda juga tak malu berpelukan di pinggir jalan kan !!. Sedangkan di sana sudah pasti banyak mata yang bisa melihat hal itu. Tenang saja aku tak pernah memberi tahukan hal ini ke siapapun. Karena aku tahu aku harus membantu menutupi semua hal yang memalukan ini. Sebab aku sudah terlanjur terjun ke dalam lubang permainan konyol ini".
Kini Lesya sudah tak bisa mengendalikan dirinya. Entah kenapa amarahnya pun tersulut karena suara bentakan Liam yang meninggi.
Liam mulai berjalan mendekati Lesya yang kini tengah berdiri di tepi ranjang kamar itu.
"Kau bilang aku suka sesama jenis ?. Apakah benar itu katamu ?" kata Liam dengan terus berjalan perlahan ke arah Lesya.
Lesya yang melihat tatapan Liam yang sangat tajam dengan berjalan mendekatinya. Ia mulai merasa merinding. tubuhnya seketika kaku.
"Jawab !!!" ucap Liam pelan tapi penuh dengan penekanan. Raut wajahnya sangat sulit di artikan.
Lesya hanya menganggukkan kepalanya lalu menunduk ketakutan karena kini Liam sudah berada di hadapannya. Dia memundurkan dirinya dua langkah dari posisi Liam. Namun Liam kembali melangkah maju mendekatinya.
Lesya berusaha kembali melangkah mundur, namun pinggang Lesya di tarik oleh Liam. Otomatis tubuh mereka menempel satu sama lain. Lesya sontak mendongakkan kepalanya menatap Liam.
\_Nungguin yaaa.... sabar ya gaeesss... hehehe....
\_Jangan lupa tinggalkan Like, vote, hadiah dan komennya dong teman-teman.
Terima kasih 🙏
__ADS_1