Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 8. MENABRAK


__ADS_3

Seharian ini dia tak sengaja menabrak dua orang pria. Entah itu kesialan atau keberuntungan karena telah menabrak dua pria tampan.


Lesya tak sengaja menabrak Liam, karena sambil menunduk mencari dompet yang berada ditasnya dan berjalan menuju meja kasir yang berada disebelah meja pesanan.


Liam terdiam melihat gadis didepannya yang mengeluh sakit saat menabraknya. Sepertinya tabrakan itu tadi tak berpengaruh bagi Liam karena terbukti dia tak bergeming sama sekali dan hanya Lesya yang kesakitan didahinya.


"Maaf, saya tidak sengaja" kata Lesya sambil membungkuk meminta maaf.


"Lain kali kalau jalan lihat jalan. Jangan sibuk sendiri tanpa memperhatikan yang ada didepan" Liam berbicara dengan nada datar namun terdengar sidikit ditekan. Suaranya yang berat akan terdengar mengintimidasi siapapun lawan yang diajak bicara.


"Iya maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut Lesya.


"Kamu yang menabrakku kenapa kau yang terlihat kesal ?"


"Tidak, aku tidak kesal. Kan saya sudah minta maaf ke bapak. Dan saya tau kalau saya salah" Lesya membela diri namun juga mengakui kesalahannya.


"Iya kah ?" Liam menaikkan salah satu alisnya. "Tapi bukan maaf yang pantas yang saya lihat dari raut wajah anda".


"Apa sih maunya ini orang, kenapa malah ngajak ribut. Kan aku yang kesakitan dan dia terlihat baik-baik saja, dan bahkan aku sudah meminta maaf akan kesalahanku, tapi kenapa sekarang dia yang marah". Gumam Lesya dalam hati.

__ADS_1


"Memang raut wajah saya kenapa ya ? Maunya bapak apa sih. Apa saya harus ganti rugi atas insiden yang tak seberapa ini. Oh iya, saya lihat bapak pun tidak terluka sedikitpun, bahkan tidak mengaduh sedikitpun saat saya tak sengaja menabrak anda. Lalu masihkah perlu saya ganti rugi ?" Protes Lesya panjang lebar.


"Hah, sedikit menaikkan bibirnya menertawakan perkataan gadis didepannya. Saya tak butuh ganti rugi. Saya hanya ingin melihat anda sedikit merasa bersalah dengan kesalahan yang anda lakukan barusan. Anda tau, bahwa tindakan anda yang berjalan tanpa melihat depan dan sekelilingnya bisa membahayakan orang lain bahkan diri anda sendiri".


Dati kejauhan Denis melihat sahabatnya itu sedang berbicara dengan seseorang. Namun Denis seperti tau sosok pria itu. Wajahnya sedikit familiar.


"Mohon maaf, pesanan bapak sudah jadi pak" pelayan menyela perdebatan mereka.


Liam menoleh kearah pelayan dan langsung membayar pesanannya tanpa menanyakan totalnya.


"Kembaliannya ambil saja". Kata Liam.


Liam hanya diam tak menggubris perkataan pelayan itu. Iya sedikit melihat kearah Lesya dengan tatapan tajam, lalu melangkahkan kakinya pergi dari cafe itu.


Sedangkan Lesya hanya menatapnya dengan sedikit heran "Dih,,, lihatnya juga nggak usah gitu juga kaliii. ganteng-ganteng tapi galak" gumam Lesya dalam hati.


"Tunggu apa kau Eric" ajak Liam. Liam masih sedikit kesal karena dia merasa baru kali ini ucapannya dijawab sarkas, apalagi dari seorang wanita. Biasanya wanita lain akan selalu patuh dan tak berani sekalipun membantah perkataan Liam. Namun kali ini Lesya berani membantah ucapan Liam. Sehingga membuat Liam sangat kesal dibuatnya.


__ADS_1



Liam : Thor apa itu si Lesya ?


Me : iya, memangnya salah adanya ?


Liam : katamu dia gadis yang lembut. Dari mana bisa dibilang lembut hah.


Me : Lah, emang lembut itu tidak berarti lembek dan lemah kali bang. ๐Ÿ˜œ Dan yang paling lembut itu hanya "Downy". Hahaha ๐Ÿ˜‚


Liam : ck, ๐Ÿคจ



\_Masih semngat kan bacanya teman-teman. ๐Ÿ˜


harus semangat yah. karena vote dan like dari teman-teman sangat berarti untukku. hehe...


__ADS_1


Terima kasih ๐Ÿ™


__ADS_2