
"Pak David saya sudah selesai. Saya mohon undur diri duluan" ucap Lesya.
"Pak Liam, saya mohon ikut saya sebentar. Saya ingin bicara dengan anda" ucap Lesya lagi yang kini di tujukan ke Liam.
David di buat tambah bingung melihat ke anehan Lesya dan Liam. Sedangkan Liam tersenyum licik dan samar melihat ekspresi bingung David. Dia merasa puas karena sudah mempermainkan David.
Lesya sudah mulai berdiri dan beranjak pergi. Namun tangannya di tarik oleh Liam. Lesya kaget lalu menoleh ke arah David. Keadaan ini membuatnya malu dan canggung karena dilihat langsung oleh David. Dia juga bingung dengan kelakuan Liam.
"Dia ngapain sih tarik-tarik tanganku segala !!" Fikir Lesya.
"Anda ngapain pegang-pegang tangan saya. Tolong lepas pak" Lesya berbicara ke Liam dengan memelankan suaranya.
"Bukankah kamu mengajakku ?,, Harusnya kau menggandeng tanganku. Dengan begitu aku bisa mengikutimu bukan ??..." Kata Liam dan di akhiri dengan senyum liciknya.
"Omaigaaatt... Sumpah pengen aku tampol ini . Kelakuannya sungguh bikin aku muak"
Lalu Liam berdiri dari tempat duduknya. "Saya permisi" ucap Liam berpamitan pada David. Tapi David hanya diam menatapnya dengan tatapan tajam.
"Pak, lepas dulu tangan saya" kata Lesya yang kini berjalan bersandingan dengan Liam. Dia tak ingin menjadi pusat perhatian orang yang ada di kantin itu. Sudah pasti dia akan jadi bahan perbincangan dan jadi hot line news di sekolah itu kalau sampai orang-orang melihatnya dengan Liam bergandengan. Liam pun melepas tangan Lesya.
*
"Ada apa ? Apakah sangat penting sampai kau mengajakku berbicara disini ??" Tanya Liam sambil tangannya bersedekap dada.
Kini mereka sudah berada ti tempat lorong sekolah itu namun lorong yang sepi dan jarang di lalui siapapun karena lorong itu menuju gudang arsip dan penyimpanan barang-barang.
"Tentu ini penting. Apa maksut anda bicara seperti itu ??" Tanya Lesya.
Liam menaikkan sebelah alisnya, heran dengan pertanyaan Lesya yang tak bermutu baginya.
"Aku ?? Memang aku bicara apa tadi ??" Tanya balik Liam.
"Kenapa bapak malah tanya balik ?" Kata Lesya.
"Hehm" Liam menaikkan sebelah bibirnya tersenyum remeh. "Pertanyaan mu sungguh nggak penting. Apakah aku salah bicara tadi ??. Bukankah sekarang kau sudah menjadi milikku ??. Apa kau memang masih berharap dengannya ??" Kata Liam.
__ADS_1
"Anda tak perlu ikut campur dengan urusan pribadi saya. Seharusnya anda tak perlu berucap seperti itu. Karena pernikahan ini hanya sementara kan ??,,, Dan beberapa bulan lagi pun akan berakhir" ucap Lesya dengan tegas.
Mendengar ucapan Lesya yang mengatakan akan berakhir membuat Liam naik darah. Tangannya mengepal kuat, Wajahnya memerah sampai urat-urat halusnya terlihat menegang. Matanya menatap Lesya dengan tatapan tajam dan mematikan.
Ia mulai melangkah mendekati Lesya dengan perlahan tanpa memalingkan tatapan tajamnya. Dan Lesya pun bergerak mundur untuk menghindari Liam.
Namun Liam segera mencekal kedua pundak Lesya dan mendorongnya sampai membentur tembok di tempat lorong sepi itu. Dan mengunci tubuh Lesya dengan kedua tangannya.
"Kau sangat ingin lepas dariku demi lelaki bodoh itu ??" Kata Liam dengan nada lembut namun tetap terdengar menakutkan di tambah dengan tatapannya yang semakin menajam.
"A...a...akuu" ucap Lesya tergagap.
"Sssshhuuuutttt" Liam memotong ucapan Lesya sambil menempelkan satu telunjuknya di bibir Lesya.
"Jangan harap kau bisa lepas dariku begitu saja wanita penggoda" ucap Liam sambil membelai wajah Lesya.
"A...a..aku bukan wanita penggoda" tukas Lesya.
"Oh yaaa... Tapi kenapa kau selalu menggodaku heem ?" Kata Liam.
"Dia benar-benar sudah tak waras. Jelas-jelas aku tak pernah menggodanya" batin Lesya.
Lesya mulai merinding mendengar ucapan Liam yang terdengar menjijikkan baginya. Lesya menepis tangan Liam yang terus membelai bibirnya.
"Hentikan... Anda tau kalau ucapan anda itu disebut pelecehan" tukas Lesya.
"Lalu ?? Kenapa ??... Apa kau melaporkan ku dengan tuduhan pelecehan verbal ??. Haha... Apa polisi akan percaya ??... Tentu tidak" kata Liam.
"Minggir..." Lesya mendorong tubuh Liam.
Namun Liam malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Lesya.
Dengan cepat Lesya menggelengkan wajahnya tanpa henti.
Liam menghentikan aksinya. "Kenapa ??... Kenapa kau menolakku ??... Apa kau akan menolak pria itu juga jika dia memintamu melakukannya ??. Oow... aku lupa kalau kau sudah sangat dekat dengan pria itu. Mungkin kalian sudah pernah melakukannya kan ??" Tanya Liam.
__ADS_1
"Jaga ucapan anda. Aku bukan wanita murahan" kata Lesya dengan nada yang sedikit mengeras karena tersulut emosi. Secara tak langsung Liam sudah menyebutnya wanita murahan.
"Oo yaa ??... Kalau begitu biar aku kasih dengan harga mahal. Gimana ?? sekalian biar kamu nggak penasaran dengan kejantanan ku" Kata Liam dengan senyum remehnya.
"Jaga ucapan anda. Anda sungguh tak bermoral. Anda berpendidikan tinggi tapi mulut anda rendahan" tukas Lesya. Air matanya mulai menggenang di pelupuk mata.
Cuup...
Sebuah c***** mendarat di bibir Lesya dan sontak membuatnya terbelalak.
Lesya berusaha mendorong Liam sekuat tenaganya. Air matanya mulai lolos jatuh ke pipi mulusnya. Dia menatap Liam dengan tatapan penuh amarah. Namun dia tak sanggup untuk berkata-kata.
Lesya memilih pergi berlari meninggalkan Liam dari lorong itu. Sementara Liam yang masih terdiam di tempat hanya memandang kepergian Lesya dan malah tersenyum sumringah.
"Kau tak akan bisa lepas dariku. Kau hanya wanitaku. Tak akan aku biarkan kau meninggalkanku dan tak akan aku biarkan siapapun memilikimu selain diriku" Liam bermonolog dalam hatinya.
"Dasar pria jahat. Kau sungguh jahat. Kau selalu saja mempermainkanku, hiks hiks hiks..." gumam Lesya sambil terisak tangisnya.
Lalu dia memilih pergi ke toilet untuk menenangkan dirinya sejenak. Agar air matanya berhenti terjatuh.
Lalu dia memilih pergi ke mushola sekolah itu untuk menunaikan ibadah shalat zhuhur. Mengambil air wudhu dan setelah itu segera melaksanakan kewajibannya.
Selesai sholat dia menyatukan kedua tangannya dan menutupi wajahnya. Dan dia mulai menangis lagi sejadinya. Namun dia tetap berusaha menahan isak tangisnya agar tak ada yang memperhatikan.
"Ya Allah... kapan semua ini berakhir ??... bisakah secepatnya ??... Aku sudah tak sanggup lagi seperti ini. Tolong bantu aku Ya Allah... Beri aku jalan keluar yang terbaik untuk diriku dan untuk semuanya" pinta Lesya pada Sang Pencipta.
Setelah sholat dia mulai berjalan kembali menuju ruang guru. Di perjalanan kembali dia terus saja berfikir. Jalannya terlihat lunglai tak bertenaga.
"Ya Allah.... iIm stiil waiting for your beautiful plan for me. Because I believe You are always with me and I have to believe because I have You, my God" lagi-lagi dia berusaha meyakinkan dan menguatkan dirinya dalam hatinya. Menenangkan fikiran kusut yang ada di kepalanya.
\_Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman.
__ADS_1
Terima kasih 🙏