Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 51. BERPURA-PURA TIDUR


__ADS_3

"Suami, suami. Kata suami itu cocok untuk suami beneran. Sedangkan kau !!,,, Ah sudah lah. Ribet menjabarkan". Gumam Lesya dalam hati.


"Kenapa ?, Kau tak suka kalau tanganmu ku pegang ?" Tanya Liam dengan raut wajah yang aneh.


"Tuan,,, saya beneran sudah ngantuk sekali. Mataku sudah tak sanggup lagi membuka kelopaknya. Tubuhku lelah ingin di selonjorkan. Pliiisss... Ijinkan saya tidur" keluh Lesya sambil memelas.


"Baiklah, tidurlah" ucap Liam.


Liam melepaskan genggamnannya. Lalu memperhatikan gerak langkah Lesya yang masih menyimpan kembali flashdisk nya di laci. Kembali berjalan ke arah sofa.


"Kenapa kau tidur di situ ?" Tanya Liam dengan mengerutkan alisnya.


"Iya, saya tidur di sini saja" kata Lesya yang mulai merebahkan dirinya di sofa itu.


"Oow.... Jadi kau lebih memilih tidur di situ dari pada di ranjang besar ini bersamaku ?" kata Liam. Dia hanya berniat menggoda Lesya.


"Anda masih sibuk. Kalau saya tidur di situ nanti anda terganggu. Jadi biarkan saya tidur disini. Dan pliiiss... Jangan mendebat lagi, biarkan saya tidur" tutur Lesya dengan suara yang mulai serak dan berat. Matanya pun sudah mulai terpejam.


"Apa hakmu memerintahku" gumam Liam lirih. Namun Lesya sudah tidak menghiraukannya.


"Jangan harap aku mau tidur bersanding denganmu. Aku tak akan membiarkan kau menyentuh tubuhku lebih" gumam Lesya dalam hati.


*


"Hoooaaamm" Liam menguap dengan menutup mulutnya. Rasa kantuk mulai menyerang dirinya.


Dilihatnya jam digital yang berada di nakas sebelah kirinya yang berjajar dengan lampu tidur di kamar itu. Terlihat jam 01.00 dini hari.


Lalu dia merapikan laptop dan semua kertas berisi laporan yang berserakan di atas kasurnya.


Teringat puding yang dibuatkan Lesya belum sempat dia sentuh. Lalu dia mengambil Puding itu dan mengamati hasil karya sang istri. "Heem,, sepertinya sih enak" gumam Liam.


"Hap" (anggap saja suara Liam yang mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya).


"Sayangnya sudah tak terlalu dingin" ucapnya.


Dia mulai merebahkan tubuhnya. Menatap sekilas langit-langit kamar. Tiba-tiba dia ingat sosok perempuan yang kini berada satu kamar dengannya.


Liam menoleh ke arah Lesya yang meringkuk di sofa. Lalu dia berdiri berjalan menuju walkin closet untuk mencari sesuatu. Dia teringat ada beberapa bad cover yang di taruh mbok ijah di lemarinya.

__ADS_1


Tak perlu waktu lama Liam sudah menumakan bad cover itu. Di ambilnya dari lemari dan kembali keluar dari ruangan walkin closet nya lalu berjalan mendekati sosok yang kini menjadi wanitanya.


Dibukanya lebar-lebar bad cover itu lalu menyelimuti tubuh Lesya. Tanpa sadar dia sudah menarik kedua sudut bibirnya sehingga seulas senyum terbit di wajahnya.


Lalu dia duduk berjongkok mendekat ke wajah Lesya. "Kau terlihat tenang saat tidur" gumam pelan Liam. Di tatapnya lekat-lekat wajah sang wanita yang kini sudah halal menjadi miliknya.


Semakin di tatap semakin membuat darahnya berdesir cepat. "Shiitt,,, apa kau menggunakan sihir untuk menarik lelaki ?" Batin Liam yang kini menjadi salah tingkah sendiri saat menyadari dirinya merasa terbius dengan kecantikan wanitanya.


Segera dia berdiri dari posisi jongkoknya. Merasa kesal dengan dengan dirinya sendiri karena tanpa di sadari, dia hilang kendali saat kembali terpesona melihat Lesya yang membuat hatinya merasakan sesuatu yang aneh dirasanya.


Liam pun akhirnya kembali ke ranjangnya, merebahkan tubuhnya dan menyelimuti dirinya sampai bahu.


Keduanya tertidur lelap menikmati mimpi yang menemani dalam tidurnya masing-masing.


*


Semakin larut dinginnya angin malam semakin menyeruak memenuhi seluruh ruangan kamar itu. Hingga saat adzan subuh mulai sayup terdengar sampai ke telinga Lesya.


"Apa ini sudah subuh ?. Kenapa cepat sekali ?" Gumam Lesya dan masih memejamkan matanya.


Setelah beberapa menit dia mulai membuka matanya perlahan dan mengerlingkannya.


"Astaghfirullah, aku lupa" gumamnya lagi dan meremas rambut di kepalanya saat menyadari kini posisi dirinya berada dimana.


Terlihat Liam yang masih tertidur pulas di ranjangnya. Lalu Lesya berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan memulai laporannya kepada Sang Maha Esa.


Sayup-sayup mata Liam melihat wanita yang memakai mukena sedang bersimpu menghadap sang pencipta di samping tempat tidurnya. Hatinya terasa hangat melihat pemandangan itu. Lalu dia kembali berpura-pura tidur saat melihat Lesya telah selesai sholat.


Lesya yang tak menyadari bahwa Liam sudah terbangun dari tidurnya dan tak tau saat dia diperhatikan.


"Dibangunin nggak ya ?. Kalau nggak di bangunin dia nggak dpt sholat subuh. Tapi kalau aku bangunin aku takut dia marah" batinnya sambil menatapi Liam.


"Ah, bangunin sajalah. Lagian juga udah biasa kan dia marah-marah" gumamnya.


Dia mulai duduk di tepi ranjang. "Pak, pak Liam. Bangun pak, sudah subuh". Namun tak dapat respon dari Liam.


Tak menyerah begitu saja, Lesya mulai membangunkannya dengan mentoel-toel lengan Liam. "Tuan, tuan Liam. sudah subuh pak. Laporan dulu". Tetap saja yang di bangunkan tak berkutik.


"haaaaahh,,, susah banget bangunin beruang kutub kalau udah tidur" gumam Lesya.

__ADS_1


Dia terdiam sejenak menatapi wajah Liam. "Kau itu sangat tampan ternyata. Tapi sayang, suka marah-marah dan arogan", sambil terus memandanginya.


"Apa dia bilang ?, beruang kutub ?... Kurang ajar sekali dia berani mengataiku" batin Liam yang masih berpura-pura tidur.


"Berhenti menatapku. Aku tau aku tampan. Jadi kalau sampai jatuh cinta padaku aku tak mau bertanggung jawab sama perasaannu" ucap Liam dengan mata yang masih terpejam.


"Eh" sontak Lesya terjingkat dari posisi duduknya dan langsung berdiri. "Siapa yang menatap anda. Aku cuma berusaha membangunkan anda" Lesya berusaha berdalih.


"Sejak kapan dia bangun ?. Jangan-jangan dia denger apa yang aku katakan tadi !!" batin Lesya mulai khawatir.


"Sejak kapan anda bangun ?" Tanya Lesya.


Liam hanya melirik ke arahnya tanpa menjawab dan mulai beranjak bangun dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi.


Melihat Liam yang tak merespon tanyanya, Lesya sedikit berlari mengejar Liam yang berjalan ke kamar mandi itu. "Tuan, jawab dulu. Apakah anda sudah terbangun dari tadi ?" ulang Lesya.


"Apa siiiih...." Liam menoleh ke belakang dengan wajah kesal.


Lesya menyatukan alisnya. Mengharap jawaban dari pertanyaannya.


"Aku mau mandi. Pergi !!.... Apa kau mau ikut aku masuk ?" ucap Liam dingin.


Tanpa berfikir panjang Lesya langsung berbalik dan pergi keluar dari kamar itu.


"Sumpah ya, dia nyebelin banget. Kok bisa ada orang hidup yang nyebelinnya setengah mati kayak gitu. Bodo amat lah dia mau denger ucapanku tadi atau tidak" gumam Lesya yang masih berdiri di depan pintu kamar.




\_Maaf maaf kalau masih ada salah-salah penulisan, kata, atau penyebutan peran ya gaes.



\_Mohon dukungannya terus untuk karya ini.



Terima kasih. 🙏

__ADS_1


__ADS_2