
Flashback on.
Dulu waktu masih SMA, Liam mempunyai seorang kekasih bernama Sherly. Sherly sosok gadis yang kalem, baik, dan hampir tak pernah marah. Liam pun sangat menyayanginya.
Sampai akhirnya suatu hal terjadi pada Sherly. Disa'at mereka merayakan kelulusan, sherly kecelakaan. Dan itu terjadi setelah mereka bertemu ditaman itu.
Liam sangat terpukul atas kejadian itu. Sejak saat itu lah Liam menutup diri dan menutup hati untuk perempuan. Karena merasa dia belum bisa melupakan Sherly sang kekasih hatinya. Dan menjadi sosok yang lebih dingin serta sulit berinteraksi dengan orang lain.
sampai akhirnya dia memutuskan untuk pergi kuliah keluar negeri hanya agar bisa melupakan Sherly.
Nyatanya dia tetap belum melupakan kekasih hatinya itu. Tapi dia mulai bisa sedikit bersosialisasi.
Flashback off.
"Aku semakin penasaran dengan gadis itu. Kenapa dia memotret bangku taman itu". bukan karena bangkunya yang membuat nya penasaran. Tapi caption dari postingan itu yang menyebutkan "Hay, tenanglah disana. disini aku selalu mengenangmu dan mendo'akanmu". Sebuah kalimat itu yang sukses membuat Liam penasaran.
"Apakah mungkin dia ada kaitannya dengan sherly ?. aah, tidak-tidak. Tidak mungkin. Bisa jadi yang dia maksut mantan kekasihnya". Bergumam dengan seribu pertanyaan dibenaknya.
*
*
*
Keesokan hari, seperti biasanya keluarga Rayandra sarapan pagi bersama.
"Pagi mah pah" sapa Liam.
"pagi sayang" jawab mama Lia dengan penuh sayang.
"Semalam kalian kemana ?. Aku pulang tapi keadaan rumah sepi" kata Liam.
__ADS_1
"Kami pergi mendadak karena tantemu menelepon kalau suaminya sakit. Jadi kita buru-buru kesana menjenguknya" jawab tuan Tama.
"Lalu bagaimana keadaan paman sekarang ?"
"Alhamdulillah sudah cukup membaik. mungkin besok sudah bisa dibawa pulang. jawab tuan Tama.
"Liam, gimana kabar sekolah Unggul" tanya Tuan Tama.
"Aku ingin membuat salah satu ruangan disana pah. Agar aku bisa singgah sejenak disaat aku berkunjung disana" Jawab Liam.
"Baiklah, kamu atur sendiri".
Mata mama Lia melirik putranya dan mulai berbicara.
"Kapan kamu mengenalkan sosok perempuan kepada mama" tiba-tiba saja mama Lia menanyakan pertanyaan yang membuat Liam kaget.
"Uhhuuk uhhuuk" sehingga Liam tersedak mendengar pertanyaan dari ibunya itu.
"Apa-apaan sih ma. Aku masih belum ingin menikah" tukas Liam.
"30th itu masih muda mah. Lagian aku masih belum siap untuk menikah".
"Sampai kapan belum siap ?. Mama sudah tak sabar ingin menimang cucu. Terkadang mama itu bosan saat sendirian dirunah".
"Kalau bosan mama kan bisa jalan-jalan ke mall. Biasanya juga kan begitu" jawab Liam cuek.
"Ya sudah, kalau begitu biar mama yang mencarikanmu sosok perempuan yang pas buat mendampingimu. Sepertinya temen mama punya anak gadis yang cantik. Biar nanti mama jodohkan kalian".
"Please mah, aku nggak suka dijodohkan".
"Mama kasih kesempatan satu minggu buatmu. Kalau satu minggu kedepan kamu tidak mengenalkan sosok perempuan yang akan kamu nikahi, maka terpaksa mama akan menjodohkanmu" Ancam mama Lia.
__ADS_1
"Oke, mama tunggu sampai aku membawa perempuan kesini untuk menemui mama" jawab asal Liam.
"Bagus, mama tunggu".
"Mampus, mana bisa aku mencari perempuan untuk menjadi kekasihku dalam waktu satu minggu. Sial, aku sudah terlanjur janji". Gerutu Liam dalam hatinya.
"Aku sudah selasai. Aku berangkat".
"Makananmu kan belum selesai".
"Sudah kenyang" jawab Liam singkat karena masih sangat kesal atas desakan dari mamanya.
"Assalamu'alaikum" Liam mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam" serempak kedua orang tuanya menjawab.
*
*
*
Disisi Lain setelah berpamitan dengan ibunya, Lesya siap mengendarai motornya dan berangkat ke sekolah.
"Bismillahirrahmanirrahim, semoga selamat sampai tujuan" ucap Lesya.
\_Ayo Vote dan Like ya kawan. 🥰
__ADS_1
Terima kasih , 🙏