Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 85. MANUSIA ITU UNIK


__ADS_3

"Aku harus tahu kejelasannya. Aku nggak bisa percaya gitu aja. Nggak bisa dinalar dengan fikiranku kalau dia menikah dengan Liam" gerutu David sambil mondar-mandir dikoridor kelas yang nampak sepi. Ia berniat menghadang Lesya, karena dia tahu kalau Lesya tadi keluar dari sekolah dan belum kembali. Ia benar-benar ingin minta penjelasan dari sosok wanita yang selama ini dia tunggu untuk dia perjuangankan.


Kini Lesya sampai di depan gedung sekolah. Seperti biasa ia memarkirkan dahulu motor matic butut kesayangannya. Lalu berjalan menuju ruang guru terlebih dahulu untuk mengambil perlengkapannya untuk mengajar dikelas.


Oh iya, dia lupa kalau mata pelajarannya sekarang telah diambil alih oleh guru lain. Lantas dia harus bagaimana ?. Apa yang harus dia lakukan ?, fikirnya.


"Bu Lesya, tunggu" ucap seseorang mencegah Lesya untuk menghentikan langkahnya.


Lesya sedikit terlonjak kaget, lalu dia menoleh ke arah suara yang ia dengar. "Astaghfirullah... Kenapa harus ada pak David disini" keluh Lesya dalam batinnya.


"Saya mau bicara sebentar sama bu Lesya" ucap David. Namun reaksi Lesya terlihat enggan untuk membahas sesuatu dengannya. "Sebentar saja. Ini sangat penting dan harus dibicarakan bu Lesya" desak David.

__ADS_1


"Baiklah, silahkan bapak bicara" ucap Lesya akhirnya dengan rasa terpaksa.


"Apa yang saya dengar dari pak Liam tadi nggak benar kan bu Lesya ?". Lagi-lagi Lesya hanya diam. Lidahnya benar-benar kelu untuk bicara. Mau bilang tidak, tapi memang begitu kebenarannya. "Hehm..." Sebelah sudut bibir David terangkat, tersenyum sinis. "Ternyata benar ya ?. Kupikir bu Lesya beda dari cewek lain. Tapi nyatanya bu Lesya juga sama. Sama matrenya seperti cewek yang lain. Cukup pintar anda memilih pria sebagai pendamping anda. Nggak tanggung-tanggung, langsung pimpinan disekolah kita. Sekarang aku cukup tahu bagaimana perangai anda. Anda bahkan tidak pernah menyambut rasa sukaku dengan balasan yang sama. Dan ternyata ini jawabannya" ucap David panjang lebar dengan sedikit emosi.


"Sudah pak bicaranya ?, Sudah puaskah gunjingan untuk saya ?. Ma'af pak sebelumnya, saya tak ada niat untuk membohongi siapapun" sekilas berhenti berucap untuk menahan amarahnya . "Saya pun nggak tahu kalau jodoh saya ternyata pak Liam. Saya pun nggak menyangka jodoh saya beliau. Mungkin ini sudah takdir dari Allah atas jodoh yang digariskan untuk saya. Anda tak bisa menghakimi saya seperti ini. Karena ini sudah jalan hidup saya" jelas Lesya. "Dan satu lagi pak. Saya tak pernah merasa memberi harapan ke bapak. Bukankah saya sudah pernah bilang ke bapak, kalau saya tidak bisa menerima perasaan bapak. Lantas kenapa sekarang anda seperti korban yang telah aku duakan ?" Tegas Lesya. Dia tak terima dengan ucapan David yang memojokkannya, sakit hati dengan tuduhan yang dilayangkan untuknya.


"Sudah selesai bicaranya ?. Kalau begitu saya permisi" ucap Lesya dan langsung melenggang pergi begitu saja, tanpa menunggu balasan dari David.


Ternyata manusia itu unik. Ada yang berbuat baik karena ketulusannya dan ada yang berbuat baik karena kebutuhannya.


Kita tak pernah tahu seberapa dalam batu yang kita lempar ke laut itu akan jatuh. Begitupun dengan ucapan yang kita lemparkan. Kita tak pernah tahu seberapa dalam ucapan kita menggores hati seseorang. Jika kita berat untuk memuliakan orang lain, setidaknya tahanlah lisan kita daripada menghina orang lain.

__ADS_1


***


'Jangan pulang dulu sebelum aku pulang'. satu pesan masuk untuk ponsel Lesya. Ia hanya memutar bola matanya malas dan meletakkan kembali ponselnya dimeja. 'Nanti pulang denganku'. satu pesan lagi masuk. 'Ini perintah, tidak ada penolakan'. Tambahnya.


Dilemparnya begitu saja ponselnya ke meja. "Nyebellin banget" gerutunya.


Sementara si pengirim pesan tersenyum jahil melihat pesannya yang hanya dibaca tanpa ada balasaan. Ia tahu si penerima pesan sudah pasti tak dapat berkutik atas pesannya. "Kau harus segera mencintaiku Lesya. Akan aku buat kamu tak bisa hidup tanpa diriku".


___________________________________________


Terima kasih pemirsa 😚

__ADS_1


__ADS_2