Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 83. SYARAT LAGI ?


__ADS_3

"Ayo Lesya, fokus... Semakin cepat selesai, semakin cepat kamu bisa lepas dari dekapannya" fikir Lesya mulai memfokuskan otaknya yang ngadat seperti motor yang bermasalah dengan mesin. Dan itu semua gegara ulah Liam.


Selang setengah jam kemudian, Lesya telah menyelesaikan semua tugas yang diperintahkan oleh Liam. Ia lalu melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Dilihatnya jarum jam yang melingkar di tangannya itu, menunjukkan pukul setengah dua belas lewat sepuluh menit.


Tangan yang melingkar diperutnya itu sedikit melonggar. "Apa dia beneran terdidur ?" Tanyanya dalam fikirannya. Ohhoo... Terbesit niat untuk melepaskannya dengan perlahan. Ini kesempatannya untuk kabur. Dengan sangat pelan dan hati-hati Lesya mulai meletakkan tangannya di punggung tangan Liam dan berusaha menariknya pelan agar terlepas.


Namun usahanya sia-sia, saat sosok yang nelingkarkan tangannya itu mulai tersadar dan berkata, "Apa kau sudah selesai ?". Lalu Liam malah mempererat kembali memeluk Lesya.


"Astaghfirullah". Suara Liam yang tiba-tiba membuat Lesya sedikit terlonjak kaget.


Liam tersenyum tipis melihat wanita yang ia peluk terlihat lucu saat terkejut. "Kau selalu saja bisa membuatku gemmas" gumam batin Liam.


"Kenapa ?,,, kau mau kabur ??" tanya Liam.


"Demi apa ??,,, dia beneran bisa baca fikiranku ??,,, dia beneran cenayang ??" gumam tanya Lesya dalam hati.


"Enggak, aku nggak kabur. Aku tadi mau membangunkan anda karena aku sudah selesai mengerjakannya" kata Lesya. Ia berkelah memberi alasan yang tepat.


"Sekrang anda bisa melepaskanku ?. Aku sangat capek dengan posisi duduk yang seperti ini" sedikit protes dari Lesya.


"Bukannya aku yang seharusnya capek ??,,, Kau yang mendudukiku" tanya Liam dengan suara yang terdengar sedikit jahil ditelinga Lesya.


"Iya benar, anda capek kan ?. Maka lepaskan aku sekarang" tukas Lesya.


"Tapi aku tidak capek. Kau kan duduk dengan menahan badanmu agar tak sepenuhnya mendudukiku kan ?,,, Hehm" Liam tersenyum smirk. Terlihat sangat licik tapi seksi. ( Jangan tanya senyum smirk licik tapi seksi itu seperti apa. Karena othor juga bingung ngejelasinnya 😂 bayangin sendiri sajalah ya gaes... Semoga gambaran kita sama 😁 ).


"Astaghfirullah hal adzim... Ini orang bener-bener nyebelin. Dia tau kan, kalau duduk seperti itu jadi nggak nyaman dan capek bgt. Emang sengaja ngerjain aku ni orang aneh" batin kesal Lesya merutuki Liam.


Dengan amat kesal Lesya malah sengaja memposisikan duduknya kali ini dengan benar-benar duduk di pangkuan Liam itu.


Bukannya marah, Liam malah menahan tawanya dengan tingkah istrinya yang sudah mulai terlihat kesal dengannya.


"Sudahkah kau mencintaiku ?" Tanya Liam.

__ADS_1


Hal itu membuat Lesya tertegun. Ia tak tau bagaimana menjabarkan rasa yang ia miliki sekarang. Jantungnya terus berdebar. Apalagi dengan posisi keduanya saat ini. Tentu itu membuat Lesya semakin berdebar. Ia berusaha menahan debaran jantungnya dengan terlihat senormal mungkin. Namun tak ia pungkiri kalau perlakuan seperti ini, baru kali ini ia dapatkan dari seorang laki-laki selain ayahnya dulu, semasa hidupnya dan waktu itu ia masih kecil.


Antara nyaman dan tak nyaman bercampur menjadi satu. Saat Liam memeluknya dengan posesif sehingga deruan nafasnya yang menerpa punggungnya terasa hangat, membuatnya nyaman. Namun rasa tak nyaman juga ada karena debaran jantungnya yang tak mau berhenti berdebar, keringat dinginnya yang bercucuran dan kaki pegal yang ia rasa.


"Di kira jatuh cinta seperti dapet hadiah dari jajanan lima ratusan ?. Ya nggak semudah itu kali..." Gumam Lesya dalam batinnya. Berdalih tak semudah itu jatuh cinta. Padahal ia hanya tak tau, dan bingung saja dengan rasa yang ia miliki saat ini. Entah tak tau atau gengsi, hanya Lesya yang tahu.


"Jawab dong... Apakah rasa cinta untukku sudah tumbuh dihatimu ?" Tanya Liam kembali.


"Nggak semudah itu" ketus Lesya.


"Kenapa ribet sekali hah ?... Tugas untuk mencintai itu tak susah" Kata Liam.


"Lalu bagaimana mana dengan anda ?... Seharusnya anda juga tak susah untuk mencintai saya. Saya pun tak jelek-jelek amat kan ?... Lalu bisa kah anda juga mulai mencintaiku sekarang ?..." Tanya Lesya.


"Hehm" senyum miring tersemat dibibir Liam. "Kau percaya diri sekali. Sejak kapan kau boleh memerintahku hah ?" Kata Liam.


"Boleh lepaskan aku sekarang ??... Aku hampir mati sesak nafas karena tanganmu ini yang begitu erat" brontak Lesya.


"Dengan satu syarat" ucap Liam.


Liam menyatukan alisnya melihat Lesya yang hanya diam tanpa menjawab. "Haaiii"... Bisik Liam didekat telinga Lesya.


seeerrr....


Bulu kuduk Lesya seketika merinding. Aliran darahnya serasa berdesir kencang. Seketika Lesya menoleh ke arah Liam sambil mengerjapkan matanya.


"Apa syaratnya ?" Tanya Lesya dengan sedikit ragu. Firasatnya mulai tak enak.


Liam menaikkan ujung sebelah bibirnya tersenyum smirk dengan raut wajah licik dan menyebalkan. Namun tetap terlihat tampan.


"Cium dulu aku sekarang. Nanti aku lepaskan" katanya dengan suara yang terdengar menggoda di telinga Lesya.


Lesya membelalakkan matanya terkejut sambil masih menatap mata Liam. "Oh my god... Dia benar-benar sudah gila. Permintaannya selalu diluar nalar. Tenang Lesya, tenang".

__ADS_1


"Kenapa diam ? Kau tak mau melakukannya ?... Bukankah kita tak masalah melakukan hal itu ?. Bukankah itu hal wajar untuk pasangan suami-isteri ?..." Liam menjadi banyak bicara. Semakin terdengar menyebalkan didengar di telinga Lesya.


Dan lagi-lagi Lesya masih hanya terdiam. Mencoba berfikir dengan semua pertanyaan yang dilontarkan Liam.


Cuuppp...


Bibir seksi dari pria yang berstatus suaminya itu menempel di bibir ranumnya. Memberi kecupan sekilas dibibir ranum milik Lesya. Lesya seketika menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya. Terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Liam.


"Itu sebagai contoh. Karena sepertinya kamu tak tahu cara menciumku". Ucap Liam tanpa rasa malu. "Lain kali lakukan yang seperti aku contohkan".


Lalu Liam mengendurkan kedua tangannya dan melepasnya. Segera mungkin Lesya mengangkat tubuhnya dan berdiri dari pangkuan Liam.


Tangannya lalu meraih kunci pintu ruangan itu yang tergeletak di meja sebelah laptop milik Liam. Ia segera berlari menuju pintu untuk keluar dari ruangan yang terasa panas itu.


Braaakk...


Lesya sedikit menutup pintu itu dengan keras. Ia tak perduli lagi, karena yang lebih penting kini keamanan laju jantungnya yang berdetak kencang seperti pacuan kuda.


Liam tersenyum melihat Lesya yang berlari dan keluar dari ruangannya yang terlihat salah tingkah karena ulahnya.


"Sumpah, pesona dan keusilannya membuat diriku semakin kacau". Meletakkan kedua tangan didadanya, menekan detak jantungnya.


"Apa ??,,, Hal yang wajar dilakukan pasangan suami-isteri katanya ??... Hehh..." Mencibikkan bibirnya.


"Memang pernikahan kita itu wajar menurutnya ??... Nggak habis fikir aku sama jalan fikirannya.




\_Helloo teman-teman.... maaf banget nih othor baru nongol lagi. Othor dalam kondisi kesehatan yang kurang stabil. Efek hamil muda gaes... hehehe.....


jadi maaf maaf banget ya kalau selama ini othor nggak muncul-muncul....

__ADS_1



\_Terima kasih semuanya yang selalu menunggu kelanjutannya 🙏


__ADS_2