Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 77. PANGGILAN MAS.


__ADS_3

Lagi-lagi Liam menaikkan sebelah bibirnya tersenyum smirk.


Lalu Lesya menepis tangan Liam yang masih memegang dagunya.


"Jalan lagi nggak nih mobil ?... Kalau udah nggak, aku bisa turun dari sini dan naik taksi" ucap Lesya ketus.


Tanpa bicara Liam langsung kembali melajukan mobilnya. "Kenapa kau menjadi tidak sabaran" cletuk Liam sambil mengulum senyumnya.


Sesampainya di rumah Liam, tanpa banyak bicara dan berkata Lesya segera melesat pergi berjalan menaiki tangga rumah itu menuju kamarnya, tepatnya kamar mereka berdua. Ia tak memperdulikan lagi Liam yang masih berjalan jauh di belakangnya.


Kedua ujung bibir Liam tertarik melepas sebuah senyuman yang dia tahan sedari tadi didalam mobil melihat tingkah lucu Lesya.


"Bisa-bisanya dia selalu mengerjai dan menggodaiku. Meskipun aku membentengi hatiku, tapi aku ini juga seorang wanita yang bisa goyah jika dia terus bersikap manis dan menggodaiku seperti itu" gerutu kesal Lesya dalam kamar itu.


Melempar tas yang ia pakai tadi di atas sofa yang ia biasa gunakan untuk tempat tidur. Lalu berjalan menuju walkin closet untuk mengambil sepasang baju ganti untuk ia kenakan setelah mandi nanti.


Srreeekk...


Lesya menggeser gagang pintu ruangan walkin closet itu untuk keluar. Dan betapa terkejutnya ia saat Liam sudah berdiri tepat di depan pintu.


"Astagfirullah hal adzim" pekik Lesya terkejut akan kehadiran Liam yang tiba-tiba saja sudah berdiri didepan pintu itu. Sudah seperti hantu yang sosoknya tiba-tiba muncul entah dari mana asalnya.


Namun ini berbeda. Sosoknya bukan seperti hantu. Melainkan seperti bidadara yang turun dari langit dengan sinar yang tiba-tiba muncul dihadapannya, begitu menyilaukan mata Lesya. Bagaimana tidak,,, Dia begitu terlihat bersinar karena ketampanannya dan begitu gagah. ( kalau perempuan kan bidadari, kalau cowok bidadara bukan ??... entahlah, othor pun asal nyletuk saja 😂 ).


Liam berdiri tegak dihadapannya dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana bahan yang ia kenakan. Dengan kemeja putih dan lengan yang ia lipat sesiku. Begitu terlihat cool dan berkarisma. ( Itu orang apa es ?... Kenapa disebut cool sama othor 😂 ).


"Bisa anda geser sebentar pak. Saya mau lewat" kata Lesya.


Liam menautkan kedua alisnya. "Ganti caramu memanggilku" pinta Liam namun dengan saura dan ekspresi datar.


"Ganti ?" Lesya mengerutkan keningnya, berfikir sejenak. "Maksutnya di ganti gimana lagi ?..." Fikirnya.


"Memangnya kenapa ?, Bukankah selama ini saya sudah memanggil anda dengan cara yang sopan ?" Kata polos Lesya. Ia benar-benar tak mengerti dengan kemauan Liam yang suka ribet dan aneh.


"Ck,,," decak kesal Liam. "Jangan panggil sebutan pak atau tuan saat kita hanya berdua dan saat di rumah" kata Liam.


"Hah ?" Lesya masih bingung.


"Panggil saya dengan sebutan yang kau ucapkan saat kau menyebutku kalau sedang berbicara dengan mama" jelas Liam.

__ADS_1


Lesya menundukkan kepalanya sejenak berusaha berfikir. Sebutan apa yang biasa ia ucapakan saat berbincang dengan mertuanya. Lalu dia kembali menengadahkan kepalanya menatap Liam, saat ia mulai teringat.


"Mas ??" Tanya Lesya dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Em" tukas Liam.


"Itu akan sulit" ucap Lesya.


"Biasakan mulai sekarang" perintah Liam.


"Em" jawab Singkat Lesya.


Lalu dia melangkahkan kakinya kesamping kiri untuk menerobos keluar dari hadangan Liam.


"Eeiits... Mau kemana ?" Hadang Liam dengan tangan kirinya, dan menarik Lesya hingga berbalik dan menabrak dada bidangnya.


Kedua tangan Liam lalu memeluk pinggang Lesya dan menguncinya dengan sangat erat. Lesya menggerakkan tubuhnya, berusaha melepaskan diri dari cengkraman pelukan Liam.


"Lepas pak. Saya mau mandi" pinta Lesya.


"Hem,,, coba ulangi sekali lagi ?" Kata Liam.


Liam mendekatkan wajahnya ke telinga Lesya. "Sudah ku bilang, jangan panggil aku pak kan ?" Suara parau Liam memenuhi gendang telinga Lesya. Hal itu sukses membuat tubuh Lesya meremang dan bulu kuduknya berdiri. Pipinya merona semu menahan gejolak yang aneh dalam dirinya.


"Apa-apaan ini... Plis plis plis tubuhku, reaksinya biasa saja bisa nggak sih. Lama-lama aku bisa gilla kalau dia terus-terusan seperti ini padaku" monolog Lesya.


"Iya, ma...maaf ma...ss" ucapnya tergagap.


"Coba ulangi sekali lagi" pinta Liam.


"Huufftt" Lesya menghembuskan nafasnya dengan pelan. Mengatur detak jantung nafasnya yang memburu seperti lari dikejar kuda liar.


Lalu sedikit menundukkan kepalanya. "Iya mas" dan mengulangi panggilannya sesuai permintaan Liam. Suaranya sangat pelan. Membuat Liam mengulum senyumnya saat mendengar itu.


Liam menarik dagu Lesya. Mendongakkan kepala wanita itu untuk bisa bertatap muka dengannya.


"Sambil tatap aku dan ulangi lagi".


"Ya ampuuun... Ulang mulu. Dia tuli apa gimana ?. Bodo ammat lah,,, aku turutin saja. Kupercepat saja dari pada harus berdebat hanya soal panggilan dan membuang waktu dan energiku". gumam batin Lesya.

__ADS_1


"Maaasss" Lesya berkata dengan sangat lembut. Meskipun rona merah dipipinya masih terlihat. Tanda dia menahan rasa malunya saat ini. "Duuuhh,,, malunya setengah hidup. Urat maluku benar-benar serasa putus ..." gumam batinnya.


Liam menaikkan sebelah bibirnya. Hatinya kini seperti taman bunga bermekaran seperti musim semi yang begitu indah dan menyejukkan. Karena sangking senangnya hanya karena subuah panggilan mas yang terlontar dari mulut mungil wanitanya.


"Bagus,,, pintar sekali. Biasakan memanggilku seperti itu setiap hari. Kalau sampai kau salah, aku akan memberimu hukuman" jelas Liam.


"Hukuman lagi, hukuman lagi. Bisa nggak sehari saja nggak usah bahas hukuman. Gue udah kayak anak SD yang lupa ngerjain tugas rumah lalu diberikan hukuman sama gurunya" gerutu kesal Lesya. Sambil terus mendongak menatap bola mata indah prianya.


"Jangan memakiku dalam fikiranmu. Kau tahu, dosa kalau sampai seorang istri berkata kasar pada suami walaupun itu hanya dia utarakan dalam batin" ucap Liam.


Mendengar ucapan Liam, Lesya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Dia terkejut dan tak percaya karena Liam bisa membaca apa yang ada di pikirannya. Padahal Liam hanya asal menebak saja dengan apa yang difikirkan Lesya.


"Bagaimana bisa dia membaca apa yang aku fikirkan. Apa dia cenayang ?. Oh tidak... Jangan-jangan selama ini dia tahu lagi kalau sering memngumpatnya dalam batin" fikir Lesya.


"Apa kau tak jadi mandi ?" Tanya Liam.


"Lepaskan dulu tangan ini. Aku nggak bisa bergerak kalau tangan bapak, eh maksut saya mas, tangan mas terus seperti ini" kata Lesya tersekat karena salah menyebutkan panggilan dengan sedikit belepotan.


"Hehm" Liam menerbitkan senyuman smirknya. Membuat Lesya merinding melihatnya. Karena sudah pasti dibalik senyuman anehnya itu terbit fikiran mesum.


"Apa perlu aku mandiin ?. Atau..... Bagaimana kalau kita mandi bersama ?" Kata Liam mulai menggoda lagi.


"Lepaaaassss...".


Segera Lesya berlari ke kamar mandi saat berhasil melepaskan diri dari cengkraman Liam.


"Hahaha..." Liam terkekeh melihat wanitanya yang salah tingkah karena dia goda.


"Dia jadi hobi banget menggodaiku. Dasar raja gombal" gerutu kesal Lesya dalam kamar mandi.




\_bidadara bukan sih ??... bantu kasih tau othor gaes ??... othor masih kepikiran sebutan yang pas. hahahaha 😂



Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2