
Ketika jam pelajaran telah usai, dengan cepat Lesya menyambar tasnya untuk segera pergi dari sekolah itu. Ia tak sabar ingin bertemu sang ibu tercinta, sahabat, serta mama mertuanya. Inilah yang dinamakan girls time menurutnya.
Denis memarkir mobilnya di samping pintu gerbang sekolah SMA Guatama. Lalu dia berdiri di samping mobilnya dengan menyenderkan badannya.
Banyak siswa dan siswi yang keluar dari sekolah itu berjalan sambil memperhatikannya.
"Wauuww... Wanita itu cantik sekali" cletuk siswa yang melewatinya.
"Penampilannya setara dengan wajahnya" kini cletuk lagi gerombolan siswi yang melewatinya.
"Wiiidiiihh.... Kakaknya siapa nih... Keren sekali" lagi dan lagi Denis menjadi bahan pujian.
"heh,,, anak ABG jaman sekarang nggak ada malu-malunya. Ada orangnya disini gibahinnya kenceng-kenceng banget" gumam Denis.
Lalu salah seorang siswi menghampirinya ketika melihat Denis terlihat mulai tak nyaman berdiri di tempat itu.
"Kakak nunggu siapa ??,,, Nunggu adik kakak ??... Anak kelas berapa ??..." Tanya siswi putri itu.
"Saya nggak nunggu adik saya kok. Saya mau jemput seseorang" jawab Denis dengan sedikit tersenyum ramah.
"Oooh.... Nunggu pak David yah ?" Tanya siswi itu sontak membuat Denis salah tingkah.
"Bbu,,, bukan..." Ucap Denis sedikit tergagap karena sangking terkejutnya. Kenapa bisa siswi itu menebak asal. Meskipun Denis menyukai guru tampan itu tapi dia tak ada niatan untuk menjemput atau bahkan sekedar tak sengaja bertemu. Sungguh pikiran itu tak terlintas di benaknya. "Bisa-bisanya dia nebak kayak gitu. Yaaah... Meskipun ngarep ketemu juga sih sedikit.." gumam Denis dalam hati.
"Saya temannya bu Lesya. Saya menunggu beliau" sambung Denis.
"Ooh... Kakak temannya bu Lesya. Duuuh... Bu Lesya cantik dapet temen juga cantik. Kalau kalian jalan barengan udah kayak taman bunga berjalan kak. Hahaha" seloroh gadis SMA itu sambil terkekeh.
"Kang jualan bunga dong jadinya dek. Hahaha" sahut Denis yang juga ikut tertawa.
David yang keluar lebih dahulu dari sekolah itu, melihat Denis sedang berbincang dengan salah satu siswi. Lalu dia memberhentikan mobilnya. Ingin menyapa Denis.
"Ada apa nih ?" Tanya David saat menurunkan kaca mobilnya.
Seketika Denis menoleh ke sumber suara. Dia ingin memastikan apakah dia yang dipanggil atau orang lain.
"Eh,,, pak David" sapa Denis setelah menoleh.
"Iya,,, tumben anda disini. Ada apa ?" Tanya David, lalu turun dari mobilnya.
"Oh, tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin bertemu dengan Lesya" jawab Denis.
Seorang siswi yang tadi berbincang dengan Denis berpamitan. "Baiklah kak. Saya permisi pulang dulu" ucapnya.
"Oke,,, terima kasih ya udah nemenin kakak" ucap Denis.
"Sama-sama" balas siswi itu. "Saya permisi pak" lalu ganti berpamitan ke David.
__ADS_1
"Iya, langsung pulang ya jangan keluyuran" pesan David.
"Heemm... Bapak udah kayak Ayah saya. Jalan aja belum udah ngasih embel-embel pesenan" Seloroh siswi itu.
Sementara David hanya menggelengkan kepalanya menanggapi celotehan muridnya. Dan Denis yang melihat itu sedikit menahan tawanya karena perkataan lucu gadis remaja itu.
"Niiiiissss...!!" Panggil seseorang dengan suara yang sedikit keras dan berteriak.
Denis sudah hafal dengan sosok dibalik suara itu. "kerjain aaahh..." Gumamnya dalm hati. Mode jahilnya sekarang on.
"Apa kabar pak David ?" Tanya Denis.
Ia sengaja berpura-pura tak mendengar Lesya. Pura-pura sibuk berbicara dengan David dan menanyakan kabarnya.
"Alhamdulillah, makin galau... Hehehe" ucapnya dengan sedikit berbisik dan diikuti kekehan kecilnya. "Kamu sendiri gimana ?" David bertanya balik.
"Aku ??... Yaaa... Alhamdulillah masih sendiri aja" tukasnya.
"Ha ha ha" dan mereka berdua tertawa bersama.
Huf,,, huuff... "Hai kau"... Lesya menghampiri Denis dan menepuk pundaknya. Nafasnya sedikit tersengal-sengal.
"Eh,,, kau kenapa ??... Apa kau sesak nafas ??" Tanya Denis. Dia sekarang sedang berakting untuk menjahili sahabatnya.
"Kau buta apa ??.... Kau lihat sendiri aku tadi sedikit berlari kesini. Kau pun sengaja tak mendengar ku kan waktu aku panggil tadi ??..." Kesal Lesya.
"Beneran elu nggak denger ?... Kalau ada wali lewat, elu budek beneran baru tau rasa" umpat Lesya dengan kesalnya.
"Eh, amit-amit ya... Jangan ngawur deh kalau ngomong. Suka lupa ngefilter deh" ucap Denis.
"Boomaaatt ( bodo ammaaat )" tukas Lesya.
"Puuuffffttt" David yang berada disitu dari tadi hanya menjadi penonton setia. Dia mengamati keduanya yang sedang seru berdebat. Sampai-sampai dia menahan tawanya karena perdebatan dua wanita di depannya terlihat lucu.
""Maaf ya pak, temen saya emang ngesellin" ucap Lesya ke David.
"Dih,,, nggak ngaca. kayak situ nggak ngesellin aja. Situ malah makin nyebelin" ketus Lesya.
"Nggak masalah. Aku senang melihat keakraban persahabatan kalian" kata David.
"Ayo, kita berangkat sekarang" ajak Lesya ke temannya, si Denis.
"Oke, cuuuss laah..." Jawab enteng Denis.
"Kami permisi dulu ya pak" pamit Lesya.
Dalam hati David, ingin rasanya dia pun ikut dengan mereka.
__ADS_1
"Saya nggak di ajak nih ??" Ucap David dengan senyum manisnya. Sekedar basa-basi, bunga-bunga bibir istilahnya. Namun andai di ajak beneran sudah pasti dia tak akan menolaknya.
"Hehe... Maaf ya pak David. Ini acara girls time" seloroh Lesya. Denis hanya mengangguk tanda setuju dengan ucapan Lesya sambil menerbitkan senyum manisnya.
"Iya,,, aku tahu... Bercanda kok" kata David.
"Lain kali saja bapak bisa main dan mampir ke toko cafe ku. Aku pasti tak akan menolak kehadiran anda. Hahaha" ucap Denis sambil tertawa.
"Mulai Modus... Yok gaaasss terus. Jangan kasih kendor" bisik Lesya di telinga Denis.
Puk puk... Denis memukul tangan Lesya pelan. Sambil meliriknya tajam. Mengisyaratkan untuk diam dan jaga ucapan. Hal itu membuat Lesya susah payah menahan tawanya.
"Ya sudah, kami pergi duluan pak. Assalamu'alaikum" kata Lesya.
"Assalamu'alaikum" Denis juga mengucapkan salam ke David.
David mengangguk, "waalaikumsalam". Dan membalas salam mereka berdua.
"Hati-hati nyetirnya mbak Denis" pesan David.
Deg...
Perkataan David sukses membuat hati Denis bak disiram air kembang tujuh rupa. Adeeem dan harum rasanya. Bagaimana tidak bahagia, jika seseorang yang dia puja menitipkan pesan untuknya berhati-hati. Itu berarti David peduli dengannya.
"Pastiii pak... Terima kasih untuk perhatiannya" ucap Denis sambil tersenyum cerah. Secerah sinar matahari yang terik di siang setengah sore ini.
David tersenyum membalas senyuman Denis. Dan kini mobil yang di tumpangi mereka berdua mulai berjalan pergi.
Di dalam mobil, Lesya menggodai Denis. "Ciyeee... yang habis dapet perhatian. Kayak menang lotre ya buuuk. hahaha".
"Apaan deh" tukas kesal Denis.
"Habis disapa, diajak ngobrol, ketawa bareng, eeeh terus dapet bonus perhatian lagi. Kamu sangat beruntung hari ini. hahaha" kata Lesya.
"Elu ngomong gitu sekali lagi, gue sumpel nih mulut lo pakek engkol" Ketus Denis.
"Diiih,,, ngeri amat, udah kayak psikopat" kata Lesya.
\_Jangan lupa tinggalkan jejak ya man-teman...
Terima kasih 🙏
__ADS_1