Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 59. TRAGEDI CCTV


__ADS_3

Liam terus menatap Lesya. Bukan tatapan lembut yang terpancar. Melainkan tatapan yang terlihat kesal. Iya,,, Liam kesal karena Lesya menjawab ucapannya dan dia kalah telak oleh Lesya.


"Nggak usah lihatin saya terus ya... Nanti naksir lagi" tukas Lesya dengan wajah datar tanpa melihat Liam. Dia masih melihat mobil mertuanya yang sudah melaju jauh.


"Cih" decak Liam lalu membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan Lesya.


Liam mulai masuk ke dalam rumah. Ia mulai teringat sesuatu. "Kenapa masih berdiri diam di situ. MASUK" Liam berteriak pada Lesya.


"Oh my god,,, mulai deh ni" Lagi-lagi langkahnya berat. "Mumpung dia nggak lihat, kabur gimana yak ?... Bodoh, bodoh... Yang ada malah makin runyam Lesyaaa" dengan cepat dia menggelengkan kepala mengusir fikiran bodohnya.


Ceklek,,,


Lesya membuka pintu kamar Liam. Kamar itu kosong. Dia mengedarkan seluruh pandangan ke sudut ruang kamar itu. Tak lupa pintu kamar mandi pun dia periksa. Ternyata pintu itu tak terkunci. Dan artinya Liam tak ada di dalam kamar mandi.


"Huuuffttt" seketika Lesya melepaskan nafasnya pelan, terlihat lega. Karena sang pemilik kamar sedang tak ada di kamar itu.


Iya, Liam sekarang sedang berada di ruang kerjanya yang ada di lantai bawah rumah itu.Dia membaca laporan yang dia bawa pulang.


Dua laptop berjajar rapi di meja kerjanya. Salah satu laptop itu hanya untuk memantau cctv yang ada di seluruh sudut ruangan rumahnya.


Tak lupa Liam pun memasang cctv di kamar dan di ruangan walkin closet nya. Sehingga dia dapat memantau siapa-siapa saja yang masuk ke kamar pribadinya itu.


Kembali ke Lesya. Dia kini membaringkan setengah tubuhnya di atas kasur milik Liam dan membiarkan kakinya bergelantung ke bawah.


Di angkatnya lengan tangannya dan menutupi kedua matanya. Tiba-tiba air matanya lepas dari kedua pelupuk mata. Saat dia sendirian seperti ini, ingatan saat dia berdebat dengan sahabatnya selalu saja berputar dalam fikirannya.


"Apa beginikah rasanya saat patah hati dengan kekasih ?. Kenapa begitu sakit ?. Aku tak pernah merasakan sesuatu sesakit ini setelah ayah pergi meninggalkan ku" Lesya berbicara sendiri di kamar itu.


Lalu dia teringat sang ibu. Dia belum menghubungi sama sekali selama beberapa hari ini, semenjak dia berada di kediaman Liam.


Tuuut... Tuuutt... Tuuuttt...


Nada panggilan Lesya sedang tersambung dengan ibunya. Namun belum di terima panggilan itu oleh ibunya.


Sampai Lesya mengulang panggilan kedua kalinya. "Ibu kok lama ya ngangkatnya" gumam Lesya.


"Hallo, Assalamu'alaikum" sapa ibu Marini yang sudah menerima panggilan dari Lesya.


"Waalaikumsalam... Alhamdulillah... Akhirnya ibu mengangkat telfonnya" ucap Lesya.


"Memangnya kenapa nak ?" Kata ibu Marini.


"Aku tadi sempat khawatir karena ibu lama tak menjawab panggilanku" ucap Lesya.

__ADS_1


"Ibu tadi lagi mandi Lesya" jelas bu marini. "Gimana kabarmu nak ?, Kamu sehat ?, Baik-baik saja kan ?" Tanya ibunya beruntun.


"Ibuuu... Aku baik-baik saja. Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa ibu baik-baik saja ?" Tanya balik Lesya.


"Syukurlah... Alhamdulillah ibu juga baik-baik saja" kata ibu Marini.


"Bu,,, maaf ya,,, aku beberapa hari ini belum sempat pulang kesana".


"Nggak pa pa nak. Kewajiban mu sekarang harus mengabdi pada suami. Lagian ibu baik-baik saja. Ibu sekarang juga mulai ikut ibu-ibu mengaji rutinan di mushola dekat rumah. Jadi ibu nggak bosan sendirian" kata ibunya.


"Iya kah... Awas lo bu,,, kalo kumpul-kumpul sesama ibu-ibu biasanya tak jauh-jauh dari pergibahan. Hehehe" kata Lesya sambil terkekeh.


"Ya enggak lah sya..."


"Biasanya seperti itu bu. Jangan sampai amalan pahala ibu mengaji jadi berkurang dan habis gara-gara ibu menggibahi orang lain" jelas Lesya.


"Iya,,, ibu tau".


"sudah dulu ya bu... Aku mau mandi".


"Iya, mandilah... Jangan lupa sama sholatnya ya nak" kata ibu mengingatkan.


"Pasti bu".


"Hati-hati ya bu. kalau ada apa-apa langsung kabari Lesya. Assalamu'alaikum..." kata Lesya.


"Iya nak, waalaikumsalam".


Lesya menutup panggilannya lalu meletakkan ponselnya di meja rias. Setelah itu masuk ke kamar mandi dan segera membersihkan dirinya.


Menikmati hangatnya air yang kini merendam seluruh badannya di bathtub berukuran besar di kamar mandi Liam. "Tenang sekali" gumam Lesya.


Selang beberapa menit dia selesai merendam dan membersihkan tubuhnya.


"Aduh aku lupa lagi nggak bawa baju ganti. gimana nih ?... beruang kutub udah ada di kamar belum ya ??..."


Lesya memberanikan diri, menjulurkan kepalanya keluar sedikit dari pintu kamar mandi.


"Aman" katanya dan bergegas masuk ke ruang walkin closet dengan menggunakan handuk mandi.


Liam yang masih sibuk di ruang kerjanya, tiba-tiba matanya terkesiap melihat pemandangan yang sungguh diluar dugaan.


Di layar monitor itu terlihat jelas seorang wanita melepas handuk dan bertelanjang tanpa busana sehelai pun.

__ADS_1


"Shiiittt" umpat Liam dengan segera memalingkan wajah. Dia salah tingkah sendiri melihat pemandangan seperti itu.


Tapi lagi-lagi matanya melirik ke layar monitor laptop miliknya. Semakin lama Liam semakin memperhatikannya.


Cegluukk...


Dia menelan salivanya dengan susah payah. Gejolak kejantanan seorang Liam Rayandra mulai membara.


Sementara yang di perhatikan tak mengetahui apapun, kalau dia sekarang sedang di awasi dari kamera cctv ruangan itu. Lesya memakai bajunya dengan santai tanpa gugup sedikit pun. Karena dia merasa aman dan sudah mengunci ruangan itu setelah masuk. Otomatis tak akan ada yang bisa masuk sebelum dia membukanya, fikirnya.


"Oh my god. Dia benar-benar penggoda" gumam Liam dengan mengusap ngusap wajahnya dengan kasar.


Fokusnya mulai berganti dengan terus mengawasi gerak-gerik Lesya. Sedangkan Lesya kini sedang menunaikan sholat Maghrib.


Liam tersadar saat melihat Lesya yang memakai mukenanya dan memulai sholatnya. Lalu dia pun menutup semua laptopnya dan membereskan semua berkas yang ada di meja kerjanya.


Dia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Di bukanya pelan pintu kamar itu. Karena dia tahu kalau Lesya sedang sholat.


Lalu dia berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah itu kembali berjalan keluar dari kamar mandi.


"Sudah selesai ?" tanya Liam saat melirik Lesya yang sudah membereskan perlengkapan sholatnya.


"Em" singkat Lesya.


Lalu Lesya menoleh ke arah Liam yang duduk di tepi ranjang tepat di posisi belakangnya saat sholat tadi.


"Anda mau sholat ?. Apa pakai sajadah saya saja ?" kata Lesya.


"Tidak usah. Saya sudah ada sajadah sendiri" tukas Liam dengan nada arogannya.


"Baiklah" Lalu Lesya segera berjalan berpindah tempat dari posisi tempat sholat tadi.


"Apa salahnya sih pakai sajadahku. lagian sajadahku juga bersih" gumam Lesya, lalu menciup dan mengendus bau sajadahnya "wangi kok" gumamnya lagi.




\_Saya nggak bosan, bosan mengingatkan untuk meninggalkan jejak kalian untuk karya ini ya teman-teman.



Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2