Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 45. PERTEMUAN DUA KELUARGA


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana aku di minta oleh sosok pria yang akan memperistriku. Bahagia ?,,, Iya, Itu harus ada dalam senyuman yang terpancar di wajahku. Aku harus menutupi semua kabut kelam dalam diriku. Dan menumbuhkan pelangi yang berwarna dalam auraku. Kenapa ?,,, Karena aku harus menutupi kebohonganku.


Sebelumnya dalam semua keluargaku hanya aku yang tau dan merahasiakannya dari ibu dan sahabatku. Tapi beda cerita dengan sekarang. Sekarang aku harus menutupi kebohonganku ini di hadapan semua keluarga besarku. Tak hanya keluargaku. Tapi juga seluruh keluarga besar Liam. Iya,,, Liam Rayandra tepatnya. Sosok pria yang akan menjadikan diriku pendamping hidupnya.


Lebih tepatnya pendamping untuk menjadi mainannya. Diriku layakanya sebuah boneka baginya yang bisa dia mainkan sesukanya. Kenapa diriku harus mau menjadi boneka mainannya ?,,, Jawabannya tentu tidak. Aku terpaksa menyetujui semua ini.


Hahaha... Lucu sekali hidupku. Lucu kan ?, Aku merasa sangat lucu. Di usiaku yang 24th ini, aku mau diperlakukan konyol oleh seseorang. Tapi aku tak bisa menyerah. Kali ini aku mempunyai rencana. Aku akan membuatnya jatuh cinta denganku. Kenapa ?,,, Karena aku tak mau pernikahan ini sia-sia.


Kenapa aku percaya diri sekali bisa menaklukkan hatinya ?,,, karena sebuah keberhasilan di dasari dengan rasa percaya diri. Entah nanti hasilnya memuaskan atau mengecewakan. Yang penting sudah mencobanya.


*


Semua rasa dan fikiran itu terus mengajak Lesya untuk berdebat dalam benaknya. Dia hanya bercerita dan bertukar pikiran dalam hatinya sendiri. Di tatapnya setiap sudut mata keluarga besar di ruangan itu. Senyum yang mengembang di wajah masing-masing keluarga membuatnya tenang.


"Semoga, nanti kamu bisa membimbing keluargamu menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah ya nduk" ucap bibi Lesya.


"Ammiiiin... Terima kasih bi" balas Lesya.


Di pertemuan keluarga itu terlihat semuanya mengobrol hangat. Lesya tak menduga kalau keluarga Rayandra benar-benar baik, dermawan, dan bersahaja. Bahkan saat perbincangan tadi pakde Lesya, sudah menjelaskan bahwa Lesya dari keluarga yang biasa saja. Namun keluarga Rayandra menerimanya dengan kerendahan hati dan tak menganggap itu sebagai penghalang dalam pernikahan nanti.


"Sayang, ambillah makanan untuk mu. Sekalian kamu ambilkan untuk ibumu" ucap mama Lia yang sudah menghampirinya.


"Ya tante, saya akan mengambil makanan nanti" jawabnya.


"Ayo bu Marini jangan lupa di makan hidangannya" kata mama Lia pada ibu Lesya itu dengan menepuk pundaknya.


"Iya nyonya. Nanti saya akan mengambil" jawab ramah bu marini.


"Ayolah bu marini, jangan panggil saya nyonya. Panggil saja mama Lia karena kita ini besan. Dan kamu Lesya sayang. Kenapa manggil tante lagi ?, Bukannya kemarin sudah ku bilang !!. Pangggil aku mama saja" tutur mama Lia.


"Eh,,," Lesya reflek menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Iya maaf mah, saya lupa" jawab Lesya sambil tersenyum.


"Putri bu marini benar-benar cantik. Lihat kamu begitu anggun mengenakan setelan kebaya ini nak" puju mama Lia.


"Maa, jangan di puji terus mah. Lesya tak secantik itu, iya kan bu ?" kata Lesya, dan matanya kini mengarah ke sang ibu.

__ADS_1


Namun ibu Marini hanya tersenyum membalas Lesya dan mama Lia.


"Tuh kan. Ibumu saja mengakuinya Les" tukas mama Lia.


"Kecantikan itu tak penting mama Lia. Aku selalu mendidiknya untuk selalu baik dan sopan kepada siapapun. Jadi aku jarng sekali memujinya cantik" ucap ibu Marini.


"Dan anda berhasil menjadikan putri ibu sosok gadis baik, sopan serta ramah pada siapapun" puji mama Lia lagi.


Setelahnya mereka bertiga mengambil makanan yang sudah di sedikan prasmanan di rumah Liam. Iya,,, acaranya lamaran atau perkenalan keluarga itu di adakan di rumah orang tua Liam. Dan itu sudah di sepakati oleh keluarga Lesya sebelumnya. Karena pada saat nanti acara akad nikah juga di adakan di rumah Liam. Dan lebih tepatnya besoknya acara pernikahan itu akan berlangsung.


"Bro, aku tak menyangka jika kau benar-benar menghalalkan sosok guru gadis itu" ucap Roy kali ini. Dia pun ikut menghadiri acara itu karena dia juga keluarga besar Rayandra.


"Emm" jawab singkat Liam.


"Apakah kau menyukainya bro ?" Tanya Roy.


Namun dibalas tatapan oleh Liam.


"Ya nggak gimana-gimana sih, aku cuma nanyak aja" ucap Roy dengan sedikit kelimpungan karena di tatap oleh sepupunya itu.


"Heeemmm... Nanyak sama saudaranya sendiri kan nggak masalah bro" kata Roy.


"Haaahh" Liam membuang nafas kasar karena malas menanggapi sepupunya yang selalu kepo.


"Liam, ajak Lesya berkeliling rumah. Supaya nanti dia terbiasa di sini" ucap mama Lia yang kini sudah berdiri di samping Liam dengan menggandeng Lesya.


Tanpa jawaban Liam berdiri dan melngkahkan kakinya. Namun baru beberapa langkah dia berhenti dan menoleh kebelakang. "Ayo... kenapa masih diam di situ" ajak Liam yang sadar kalau seseorang yang di utus mamanya belum berjalan di belakangnya.


Dan benar saja, Lesya yang dari tadi masih terdiam memandangi punggung Liam. Dia fikir Liam tak mau menuruti utusan sang mama karena tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya dan hanya pergi begitu saja.


"Ayoo !!" kali ini Liam berkata dengan penekanan.


"Sana nak, ikuti Liam" ucap mama Lia. lalu Lesya tersenyum dan mengganggukkan kepalanya.


Dia pun berjalan di belakang Liam. "Nggak usah bentak-bentak ya, disini banyak orang" kata Lesya dengan suara pelan pada Liam.

__ADS_1


"Siapa kamu memerintah saya" tukas Liam.


"Ow iya, saya lupa. Kalau saya Lesya Maheswari yang hanya seorang gadis biasa, sosok boneka bagi tuan Liam Rayandra" ucap Lesya.


bruk,, "aduh"... kata Lesya mengaduh tak sengaja menabrak punggung kekar Liam. Karena tiba-tiba berhenti berjalan di depannya.


Liam membalikkan tubuhnya dan mendekati Lesya. Lesya melangkah mundur untuk menjauhi Liam. Dia terus mundur sampai akhirnya menabrak dinding di belakangnya dan membuat langkahnya terhenti karena dinding itu menghalanginya.


"mau apa dia. Oh my god, apa aku salah ngomong" batin Lesya.


Kini mereka berdekatan dan bertatap muka dengan sangat dekat. Liam terus menunduk menatap mata Lesya. Sedangkan Lesya mendongak membalas tatapan mata yang tak ada binar keramahan di dalam bola matanya. Wajah mereka sangat dekat hanya tersisa beberapa senti saja. Sehingga terdengar deru nafas masing-masing.


"Ternyata kau tau kalau kau cuma bonekaku ?" ucap Liam santai dan masih dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


Lesya memalingkan wajahnya karena tak sanggup terus bertatapan dengan Liam. "Jangan seperti ini, nanti ada yang lihat" kata Lesya.


Lalu Liam menarik tangan Lesya memasuki ruang yang disebut ruang kerjanya dan mengunci pintu ruang itu.


"Lepas, ini sakit" Lesya berusaha memberontak karena tangannya di cengkram kuat oleh Liam.


Liam tak mendengar keluhan Lesya dan malah mebantingkan tubuh Lesya di tembok sudut ruangan itu. Lalu tangan Liam yang satunya mencengkram erat pundak Lesya.


"Kau tau apa arti sebuah boneka ?" Tanya Liam dan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Lesya.


"Tolong jangan seperti ini. Kita bicara baik-baik jangan mengukungku seperti ini. Aku tak bisa bicara kalau Anda seperti ini" kata Lesya. Dia mulai takut dengan tingkah Liam. Jantungnya berdesir sangat kencang. Entah itu rasa apa, karena baru kali ini dia di perlakukan seperti itu oleh seorang pria.




\_Kelanjutannya masih menyusul ya... Semoga riviewnya nanti enggak lama. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman.



Terima kasih. 🙏

__ADS_1


__ADS_2