Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 31. MENGUBUR RASA


__ADS_3

Triiing triiiing....


Terdengar bunyi alarm ponsel Lesya. Dia buka sekilas ponselnya dan tertulis pukul 4.30, sontak itu membuatnya seketika terbangun.


"Astaghfirullah, aku telat bangun" katanya dan langsung berlari menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan sholat subuh.


Setelah sholat subuh dia mengaji sebentar. Dia sempatkan walau hanya satu ayat.


Rampung mengaji, semuanya dirapikannya dan disimpan lagi didalam lemari. Dan beranjak keluar dari kamar.


"Selamat pagi bu, maaf aku telat bangun" ucap Lesya yang ternyata sang ibu sudah mempersiapkan sarapan pagi.


"Nggak papa nak. Tadi ibu dengar alarmmu bunyi sejak jam 4.00 tadi. Ku tengok kamu masih tertidur pulas".


"Kenapa ibu nggak ngebangunin aku ?".


"Enggak, kamu pasti capek banget sampai bunyi alarm kamu nggak dengar" ucap ibu sambil terus memasak.


"Iya bu, aku ngantuk sekali".


Ibu marini menengok sekilas kearah Lesya. Terlihat wajah Lesya yang sedikit pucat dan terlihat lingkaran hitam serta sayup matanya. "Sepertinya kamu kurang tidur nduk. Kenapa ?".


"Kok ibu tau ?" Ucap Lesya yang seketika menoleh ibunya.


"Iya, ibu tau. Kenapa ?, Kamu mikirin pria kekasihmu ?" Ucap bu marini dengan lembut.


Lesya yang saat itu duduk di kursi meja makan dan sedang minum langsung menyemburkan air dalam mulutnya.


"Bruuusss... (Anggap aja itu suara semburan ya gaes). Uhhuuuk uhhuuuk".


Mendengar sang anak kesedak sampai terbatuk, bu Marini langsung menghampiri Lesya.


"Astaghfirullah, kamu itu kenapa sih Les" sambil menepuk-nepuk punggung Lesya.


"Minum lagi ini" ucap bu Marini yang menuangkan air untuk Lesya.


Triiing triiiing triiiing...


Suara panggilan masuk di pondel Lesya. Terlihat dilayar pondel tertera nama Denis.


"Hallo, Assalamu'alaikum" ucap Lesya yang mengangkat telefon.


"Waalaikumsalam. Eh, Les,,," balas Denis di seberang sana.


"Hemm... Ada apa Nis ?".


"Kamu udah berangkat belum ?".


"Belum. Kenapa ?".


"Bisa mampir ke tokoku sebentar ndak nanti sebelum kamu berangkat ?" Tanya Denis.


"Boleh, ada apa emang ?, Penting nggak ?" Lesya mulai menggoda sahabatnya sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Yaaa elaaah, nanya mulu dah. Kalau aku suruh kesini sepagi ini berarti itu penting lah" Denis mulai kesal.


"Aku punya temen judes amat yak. Hihihi" ledek Lesya.


"Udah ah, pokoknya nanti mampir kesini. Aku tungguin".


"Oke,,," singkat Lesya.


"Ya udah, Assalamu'alaikum" Denis mengakhiri panggilannya.


"Waalaikumsalam" menjawab salam.


*


"Dari Denis ya nduk ?" Tanya bu Marini.


"Iya bu, aku disuruh mampir ke tokonya. Ya udah bu aku mau siap-siap" ucap Lesya lalu dia meneguk segelas susu miliknya.


"Loh, nggak sarapan dulu ?" Kata ibunya.


"Nggak usah bu, nanti aku sarapan di kantin sekolah aja. Takut keburu telat, karena harus mampir ke toko Denis dulu".


"Ya sudah, jangan lupa sempetin sarapan nanti nduk" ibu Marini mengingatkan.


"Iya bu".


Lesya langsung pergi ke kamar mandi. Dan segera bersiap. Setelah dirinya beres dan rapi, segera dia menyambar tas yang dia gantungkan di tempat gantungan kamarnya. Dengan cepat dia keluar dari kamar.


Sesampainya di toko Denis, terlihat sekeliling masih sepi. Hanya hilir mudik orang di jalan raya yang sibuk dengan kesibukan masing-masing.


Dia lalu memasuki toko itu. Baru saja masuk Lesya langsung disambut oleh Denis.


"Eh, kau sudah sampe Les. Sini-sini, duduk di sini dulu" ucap Denis lalu menggandeng temannya mengajak duduk.


"Ada apa sih, cepet ya. Aku sudah nggak ada waktu, takut telat" kata Lesya.


"Bentar-bentar" Denis mengamati wajah Lesya. Sedangkan Lesya yang merasa di amati, memasang wajah heran dan mengerutkan keningnya.


"Whyyy, whyyy ??" Tanya Lesya.


"Kamu kok pucet sih Les. Elo sakit ?".


"Enggak. Mungkin ini gara-gara aku semalam susah tidur".


"Kamu tau nggak mabuk versi halal ?"...


"Apaan ?, Mana ada orang mabuk dikata halal" ketus Lesya.


"Udah darah rendah, asam lambung, maagh, suka begadang, paginya ada kegiatan kerjaan. Itulah tips dan trick mabuk versi halal. Catat itu". Ceplos Denis.


"Kamu tu ya, emang paling bisa aja" ucap Lesya.


"Udah sarapan belum ?" Tanya Denis.

__ADS_1


"Ya belum lah. Kalau aku sarapan dulu yang ada nanti makin telat".


"Ya udah ini ada mini cake yang satu buat kamu, dan yang satu ini buat pak David". Denis berkata sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Lo loh... Emang kamu beneran suka pak David nis ?".


"Aku tresno pada pandangan pertama Les. Pak David itu udah tipeku banget deh pokoknya" sambil senyum dan tatapannya menerawang keatas, entah apa yang dibayangkan.


"Baiklah, nanti aku sampaikan".


"Eh, aku minta nomer ponsel dia dooong". Sembil menangkupkan kedua tangannya didada.


"Ya nggak bisa asal ngasih dong aku Nis. Nanti aku kasih tau pak David dulu, habis itu baru aku kasih nomernya" jelas Lesya.


"Okelah kalau begitu, aku percaya padamu sahabatku yang baik hati" sambil mencoel pipi Lesya.


"Kalau ada maunya aja lu baik sama gue. Heh" Lesya mencibik.


"Hahaha..." Namun hanya dibalas tawaan oleh Denis.


"Aku sebenarnya mau cerita sesuatu. Tapi besok-besok aja. Sekarang aku berangkat dulu takut terlambat". Ucap Lesya yang sudah siap berdiri dan menenteng tasnya dan kue itu.


"Oke, aku tunggu ceritanya. Ma kasih ya sayaaaang" ucap Denis manja sambil menyenggol bahu Lesya.


"Iiiihh,,, apaan sih. Jijik banget deh" Lesya membalas dengan cubitan kecil dipipi Denis.


"Assalamu'alaikum, byeee"... Ucap salam Lesya dan berlalu pergi.


"Waalaikumsalam. Hati-hati" balas temannya.


Diperjalanan Lesya yang mengendarai motornya dan memikirkan sahabatnya.


"Ya Allaaah,,, kenapa kau juga suka sama pak David sih nis. Tapiii ya sudahlah. Lagian sepertinya pak David bukan jodohku. Aku rela mengubur rasa sukaku demi sahabatku". Lesya terus bergelut dengan fikiran dan hatinya. Hatinya berkata suka tapi fikirannya berkata harus rela dan mengubur rasa itu.


"Aku tau aku harus kuat. Allah memberiku cobaan ini kepadaku karena Allah tahu kapasitas kemampuanku. Tidak akan ada kekeliruan dalam skenario smesta yang Allah ciptakan".


"Aku percaya bahwa semua ini hanya soal waktu. hitam atau putih, baik atau buruk, sedih maupun bahagia semua itu akan berlalu begitu saja".


Lesya terus menenangkan dirinya sendiri melawan fikiran yang rumit. kalau diibaratkan nih, otaknya seperti tali yang melingkar menyatu tanpa ada pamungkasnya. Tapi dia tahu, bahwa fikiran dan hati yang sakit obatnya hanyalah kekuatan dari Allah dan sadar atas kewarasan diri sendiri.




\_Hayooo siapa yang kayak Lesya. Punya tensi rendah, punya penyakit asam lambung, magh tapi suka begadang dan besoknya punya segudang kegiatan, akhirnya letih lesu lemas lemah lunglai seperti orang mabuk. hehe,,, toss dulu ✋ kita sama.



\_Semoga kalian terus suka dengan cerita ini. Jangan lupa tinggalkan Like, Vote, Give dan komennya yaa...



Terima Kasih. 🙏

__ADS_1


__ADS_2