
Setelah kesepakatan itu Liam melajukan mobilnya kembali meninggalkan Lesya. Tanpa memperdulikannya yang hanya berdiri disana menatap kepergiannya.
"Benar-benar sombong. Seenggaknya basa-basi kek. Udah tau keadaan jalanku kayak gini tawarin aku untuk ikut mobilnya kek. Tapi nggak ngarep juga sih. Untung motorku nggak kenapa-kenapa, masih bisa dikendarai. Maaf ya merah aku menyakitimu. Aku merasa selalu apes kalau ketemu dia" dia bergumam sendiridan. (Lama-lama gila beneran si Lesya. Tadi mau teriak sekarang malah motornya di ajak bicara) :-D
Liam yang sudah memasuki gerbang sekolah dan memarkirkan mobilnya segera turun. Mengambil ponsel di saku jassnya dan memencet sebuah nomor.
"Kamu dimana ?, Kenapa kamu belum sampai. Mana ada asisten datang terlambat hah ?" Tanya Liam dengan nada yang terdengar emosi.
"Iya tuan, maaf. Tiba-tiba pencernaan saya bermasalah. Sebentar lagi saya akan berangkat pak" jawab Eric sambil mondar-mandir di depan toiletnya karena perutnya yang mendadak sakit membuatnya telat berangkat.
"Trus ? Kau menyuruhku menunggumu ?. Benar-benar kau. Saya nggak mau tau, Aku tunggu kau 10 menit di sini. aku nggak mau tau apapun alasanmu. Kalau perlu bawa sekalian toiletmu bersamamu. Jika tidak melihatmu datang kehadapanku dalam waktu 10 menit, aku potong gajimu".
"Sia___" Tutt tuutt tuuuttt... "yap bos".
Sebelum eric menjawab si bos, Suara sambungan sudah terputus lebih dulu.
"Oh my god" eric menggelengkan kepala. "Ini kenapa lagi dah. Prasaan dari kemarin sensi mulu. Kayak cewek yang lagi PMS" gumam eric yang heran dengan bosnya.
*
*
*
__ADS_1
Lesya akhirnya sampai di sekolah itu. Dia datang terlambat karena kejadian kecelakaan itu.
Setelah memarkirkan motornya dia berjalan memasuki ruang guru. David yang baru saja keluar dari ruang guru melihat Lesya yang sedang berjalan dengan kaki yang sedikit pincang dan keadaan bajunya yang sedikit lusuh.
"Bu Lesya" langsung menghampiri Lesya.
"Ini kenapa ? Apa iya ini akibat jatuh yang kemarin ? Tanya David.
"Ee,,, enggak pak. Ini tadi saya sedikit terjadi kecelakaan ringan".
"Kok bisa ?" Mengrenyitkan dahinya.
"Iya bisa, sebelum lampu merah ada orang yang tiba-tiba berlari menyebrang jalan. Karena kaget, saya berusaha menghindarinya. Tapi malah menabrak salah satu mobil yang berhenti di depan saya" jelas Lesya.
"Emmm" jawab Lesya yang sedang bingung atas sikap David.
Sampai di ruang guru, semua guru yang sudah berada di ruangan itu melihat Lesya yang masuk dengan di tuntun David sontak membuat guru lain yang masih gadis melongo.
"Bu Lesya kenapa ?" Tanya salah satu guru.
"Habis kecelakaan kecil pak" jawab Lesya sambil tersenyum.
"Tapi nggak parah kan ?". Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Enggak kok pak. Alhamdulilah" jawab Lesya.
"Syukurlah".
Sedangkan dua guru gadis sedang sibuk membicarakan Lesya dan David.
"Eh bu naya, kenapa gerak gerik mereka selalu mencurigakan ?. Kenapa mereka terlihat sangat akrab".
"Mudah-mudahan cuma akrab biasa ya bu Mei. Saya nggak rela kalau sampai bu Lesya jadi kekasih pak David" jawab guru yang satunya.
Lesya yang menyadari dua guru itu sedang memandang ke arahnya dengan tatapan sinis merasa tidak enak hati.
"Maaf pak, Bapak bisa melepas tangan saya. Saya bisa duduk sendiri. Terima kasih" dengan seulas senyum yang manis.
"Ya ampun, senyumnya benar-benar mengalihkan duniaku" David membatin.
Lalu melepaskan tangan Lesya.
\_Terima kasih yang masih setia menunggu. 🤗
__ADS_1