Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 52. NOT WITH WOMEN


__ADS_3

Lesya lalu menuruni tangga dan menuju dapur.


"Mbok, ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Lesya menghampiri mbok ijah yang sedang memasak di dapur.


"Astaghfirullah hal adzim non, mbok kaget" kata mbok ijah.


"Ya ampun mbok, maaf ya kalau aku ngagettin embok" kata Lesya sambil mengelus pundak mbok ijah.


"Iya non".


"Mau masak menu apa mbok ?".


"Masak ini non, sup ayam" kata mbok ijah.


"Sini saya bantu mbok" kata Lesya.


"Jangan non, nggak usah. Nanti mbok di marahin tuan muda Liam" ucap mbok ijah.


"Enggak mbok. Nggak mungkin dia marah sama embok" kata Lesya.


"Kalau marah sama aku mah udah pasti. Tapi bakal beda cerita kalau sama yang lain" batin Lesya.


Lalu Lesya meraih sayur yang ada di sebelah tangan mbok ijah dan mulai memotongnya.


Mbok ijah pasrah dengan apa yang dilakukan Lesya.


Mama Lia yang keluar dari kamarnya pun menuju dapur. Beliau pun terbiasa membantu mbok ijah sebisanya. Meskipun dia majikan yang berstatus nyonya besar tapi tak pernah segan membantu memasak ataupun membersihkan rumah.


"Loh, Lesya. Ngapain nak... Biar mama sama mbok ijah saja yang masak" kata mama Lia.


"Eh" cletuk kaget Lesya karena mama Lia muncul tiba-tiba seperti dirinya tadi.


"Selamat pagi mah" sapa lembut Lesya.


"Pagi sayang. Kamu kenapa sudah ikutan sibuk di dapur sih pagi-pagi" kata mama Lia.


"Sudah biasa mah. Justru saya bingung harus ngapain kalau ndak masak. Biasa siapin sarapan di rumah soalnya" jelas Lesya.


"Aura pengantin baru memang beda ya mbok. Cerahnya bukan main" goda mama Lia pada Lesya.


"Iya nyonya. Matahari yang terbit pagi ini pun sampai kalah cerah" tambah mbok ijah.


"Hahahaha".... Mama Lia sama mbok ijah pun ketawa bersama.

__ADS_1


Sedangkan yang digoda hanya tersenyum kaku. Batin Lesya "Cerah apanya. Mataku aja bengep begini. Aku masih ngantuk gara-gara ulah nggak jelas si beruang kutub. Sayangnya aku nggak terbias bangun tidur molor".


"Oh iya mah, Liam suka dibuatin apa kalau pagi-pagi ?" Tanya Lesya. Dia terpaksa memanggil Liam, dengan sebutan namanya saja karena takut mama Lia marah lagi seperti kemarin.


"Dia nggak pernah minum apapun kalau pagi sya. Paling langsung minum air putih kalau sudah turun ke bawah" terang mama Lia.


"Em, baiklah" kata Lesya.


Tak sampai satu jam akhirnya menu sarapan pagi itu sudah siap.


"Masaknya jadi lebih cepet ya mbok. Karena ada chef baru yang jago juga masaknya" ucap mama Lia.


"Iya nyonya. Non Lesya memang serba bisa" tukas mbok ijah.


"Apa sih ma, mbok... Lesya nggak sejago itu. Saya pun masih belajar kok" ucap Lesya.


"Lesya pamit ke atas dulu ya mah" kata Lesya.


"Iya nak. Kalau sudah beres bersih-bersih badan langsung turun ya. Kita sarapan bersama" ucap mama Lia.


"Baiklah mah".


Lesya kembali ke kamarnya. Lebih tepatnya kamar Liam. Untuk mandi dan bersiap-siap pergi bekerja di sekolah seperti biasa.


Ceklek...


Lesya membuka pintu kamar tanpa mengetuknya. Terlihat Liam yang sibuk berbicara dengan seseorang ditelefonnya sambil merapikan baju serta memasang dasinya.


"Iyaaah, atur saja semuanya. Aku nggak akan menolak kok" ucap Liam dengan nada lembut.


"Benarkah ?, Kalau begitu aku siapkan semuanya ya ?" Balas seseorang di balik panggilan itu.


Lesya sedikit terkejut melihat pemandangan dan mendengar hal itu. "Jadi, apakah ini alasan dia menikahiku sementara hanya untuk menutupi aibnya. Oh my god" fikir Lesya.


Dia mulai berfikir bahwa Liam suka sesama jenis. Karena menurutnya perbincangan singkat yang dia dengar itu terlalu romantis baginya. Apalagi Liam berbicara dengan nada yang lembut serta sedikit senyum selalu terpancar di wajahnya.


"Baiklah, aku tutup dulu. Assalamu'alaikum" kata Liam dengan halusnya.


"Okeee,,, waalaikumsayaaang. Eh, kliru. Waalaikumsalam maksutnya" jawab lawan bicara Liam. Mereka pun terkekeh.


Lesya makin tak percaya dengan semua yang ia lihat. "Pantas saja dia selalu dingin denganku dan selalu marah padakau. Ternyata that he really likes men not with women like me" batin Lesya.


"Kenapa kau diam di situ ?" Tanya Liam. Raut wajahnya mulai dingin.

__ADS_1


Suara Liam menyadarkan dirinya dari lamunan. "Oh, tidak... Aku sedikit lupa mau ngapain. Dan sekarang aku ingat kalau aku mau mandi" ucap Lesya dengan senyum kakunya.


Dia segera berjalan mengambil baju ganti dan masuk ke kamar mandi dengan langkah cepat.


Brak,,,


Lesya lekas menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras.


Sedangkan Liam sejak tadi memperhatikan tingkah aneh Lesya. "Dasar wanita aneh" gumamnya.


"Astaghfirullah hal adziiiim... Aku masih nggak habis fikir. Kenapa aku bisa terjebak dengan pernikahan konyol ini. Kata-kata janji suci yang dia utarakan kemarin dihadapan penghulu dan semua orang masih terbayang di fikaranku. Dan kini diriku serasa di hujam pisau tajam di seluruh tubuhku. Aku tak percaya dengan semua ini".


Lesya terus berkeluh kesah di dalam kamar mandi itu. Mulai meratapi nasibnya dan air matanya mulai menetes di pipinya.


Harapannya agar dia bisa merebut hati prianya dan mempertahankan pernikahannya serta melupakan perjanjian kontrak yang kini mereka jalani seketika lenyap dari benaknya.


Dia sudah tak mengharapkan itu lagi. Dan hanya akan menjalani pernikahan sementara ini sebagaimana mestinya yang terniatkan dari awal.


"Oke,,, huuuuffftt" Lesya menghembuskan nafasnya perlahan.


"Tenangkan dirimu Lesya. Ini semua tak masalah bagimu. Mungkin memang itu pilihan dia. Kamu tak berhak dan tak punya hak buat melarangnya. Sedari awal dia memang sudah menjelaskan bahwa pernikahan ini hanya sementara. Kamu saja yang bodoh mengharapkan lebih dari semuanya".


"Sekarang bantu saja dia menutupi semuanya. Kau sudah terlanjur terjun ke dalam danau yang berlumpur. Jadi hanyutkan lah sekalian dirimu. Sudah kepalang tanggung, jadi jalani saja. Dan bercerailah saat waktu yang sudah di sepakati".


Lesya berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Lalu dia memulai ritual mandi paginya. Dia ingin segera menyelesaikan ritual mandinya dan segera berangkat bekerja.


Saat keluar dari kamar mandi. Ternyata Liam masih berada di kamar itu.


"Kenapa dia masih di sini sih !!... kenapa nggak turun- turun dari tadi" gumam batinnya.


Dia melangkah canggung ke arah meja rias. Lalu dengan cepat dia memoleskan bedak tipis di wajahnya dan memakai lipstik yang berwarna soft di bibir tipisnya.


Liam yang duduk di tepi ranjang sesekali melirik kearah Lesya.




\_Karena author lagi rajin, jadi hari ini double up. hehehe 😁


__ADS_1


Terima kasih. 🙏


__ADS_2