
"Oo iya, gimana kabar ibumu Les ?"...
"Alhamdulillah ibuku sudah lumayan sehat. Hanya saja tidak boleh terlalu capek dan harus check up setiap bulannya" tutur Lesya.
"Syukurlah, Aku sudah lama tidak bertemu beliau. Kapan-kapan aku akan mampir main kerumahnu untuk ketemu ibumu" Denis menyanggupi.
"Iya,,, mainlah kapanpun kamu mau. Pintu rumahku selalu terbuka kok" sahut Lesya sambil tersenyum.
Keasyikan mengobrol membuat waktu terasa semakin cepat berlalu. Lesya pun harus kembali ke sekolah untuk absen dan setelah itu pulang.
"Kali ini aku yang akan bayar makananmu. Tunggu disini saja" perintah Lesya.
"Biar aku bayar punyaku sendiri Les".
"Tidak usah Nis. Aku sudah sering kau traktir. Nanti kalau kita ketemu lagi ganti kamu yang traktir" jawab Lesya.
"Oke deh, terserah kamu saja. Terima kasih ya ceeu', kamu baik deh" menggoda Lesya dengan mengedipkan salah satu matanya.
"Dih, apaan sih, jijik banget deh. Gue jadi curiga sama tingkah elu yang seperti ini, jangan-jangan malah elu lagi yang suka sama gue" ejek Lesya balik dengan sedikit tertawa.
"Sialan... Denis mengumpat, Gue masih doyan terong woey"
"Aahahaha..." Lesya hanya tertawa menanggapinya.
*
__ADS_1
*
*
Mobil Liam melaju dengan cepat menembus jalanan yang cukup ramai karena ini adalah hari yang cukup sibuk bagi semua orang.
"Tuan tidak ingin membeli sesuatu terlebih dahulu sebelum sampai di sekolah ?" Tanya Eric yang duduk didepan sedang mengemudikan mobil mewah itu.
"Boleh, turunkan aku di cafe dekat sini" Pintanya.
Eric mengurangi kecepatan mobilnya. Dilihatnya sekeliling mencari sebuah cafe. Tak butuh waktu lama karena tepat didepan seberang jalan terdapat sebuah cafe. Lalu dia memberhentikan mobilnya.
"Sudah sampai Tuan. Tuan pesan makanan atau minuman apa ?, Biar saya yang turun untuk membelinya".
"Tidak usah, biar aku turun sendiri.Kamu kalau mau minum turunlah dan pilih minuman atau makanan yang kau inginkan" Jawab Liam.
Liam turun dan melangkah masuk ke cafe tersebut. Lalu dia menuju meja pemesanan. "Saya mau pesan" kata Liam.
"Hallooo,,, saya mau pesan".
Masih belum ada jawaban karena si pelayan cafe terbelalak melihat Liam. Dalam benak si pelayan "Ya Allah,,, betapa indah makhluk ciptaanmu. Ini benar-benar makhluk tuhan yang paling **** yang pernah saya lihat".
Tok.. tok... tok...
"Hallooo... Apakah saya tak bisa atau tidak boleh memesan ?" Liam sampai mengetuk meja yang ada didepan pelayan itu.
__ADS_1
"Eh, maaf pak. Bapak mau memesan apa ?" Tanya pelayan itu sampai kaget dan membuyarkan lamunannya.
"Saya mau pesan dua cup kopi latte dengan sedikit es" pesan Liam. Dia memesan dua cup kopi karena dia melihat eric yang berada tidak jauh dibelakangnya tak bergerak untuk memesan sesuatu."O iya, dibungkus saja" pintanya.
"Apa ada pesanan yang lain pak ?" Pelayan itu kembali bertanya.
"Tidak" sahut Liam.
"Baik pak, silahkan menunggu sebentar kami akan buatkan pesanan bapak" pelayan melayani dengan ramah tamah.
Saat Liam berbalik ingin menunggu pesanan sambil duduk tiba-tiba ada seorang gadis menabraknya.
Bruuuk...
"Aduuuh..." Tangannya otomatis mengusap pelipis yang membentur dada seseorang. Dan berhenti menghetikan aktifitasnya yang sibuk mencari sesuatu didalam tas.
"(Btw si Lesya kenapa sering nabrak orang sih ya. Emang kebiasaan, hobi apa gimana nih, hahaha)".
\_hay... hay... Siapa yang masih setia nungguin kelanjutannya nih, cung ☝️ hehehe...
Sebentar lagi bakalan aku kasih gambaran tokohnya. Tungguin ya...
__ADS_1
Terima kasih 🙏