Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 48. IJAB QOBUL


__ADS_3

Kini jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Sinar mentari sudah mulai nampak tinggi. Hari ini terlihat cerah. Alam seakan tau, akan terjadi acara sakral dan di saksikan banyak pasang mata.


Jantung Lesya kali ini terasa berdesir lebih cepat saat mulai memasuki salah satu ruangan di rumah Liam. Ini bukan pernikahan dengan dasar yang sempurna menurutnya. Tapi entah mengapa perasaannya menjadi campur aduk. Entah senang atau sedih, ia pun tak faham dengan penjabaran rasa yang di milikinya saat ini.


"Lesya, kamu tegang ?" Tanya sahabatnya.


"Eemm" jawabnya singkat dengan mengangguk sekilas serta berusaha tersenyum, walau kaku.


"Tenang, bismillah dan istighfar" tutur Denis.


"Baiklah, terima kasih ya nis. Terima kasih sudah mau menjadi temanku sampai saat ini" kini buih air matanya mulai memenuhi bola matanya. Terlihat jelas berlinang di mata yang indah itu. Namun masih dia tahan dengan sekuat hati.


"Heey,,, tahan air matamu itu. Jangan biarkan dia keluar dan merusak riasan cantikmu ini" ucap Denis sambil tangannya membelai pipi Lesya.


"Ih, apaan sih mellow banget" cletuk Lesya berusaha menetralkan kesedihannya.


"Yee,,, elu juga yang mulai. Gue mah B aje, wleeekkk" Denis menjulurkan lidahnya meledek sang sahabat. Dia pun berusah menghibur dirinya sendiri dan tentunya sahabat baiknya. Tak visa di pungkiri bahwa dia pun sebenarnya sedih di tinggal bestie menikah duluan. Tapi dia juga bahagia melihat sang sahabat menikah


"Hahaha,,," lalu mereka pun tertawa bersamaan.


Di antara gelak tawa yang ia taburkan, rapi disembunyikannya kesakitan dan tersimpan begitu besarnya ketakutan.


Namun tetap berusaha telihat tangguh meskipun hatinya rapuh. Tetap berusaha terlihat kuat meskipun mentalnya dipartaruhkan.


*


Liam kini sudah menghadap penghulu. Di ucapkannya ijab qobul dengan suara lantang dalam satu tarikan nafas. Terdengar serempak para saksi dengan mengucap kata "sah", tanda bahwa pernikahan itu telah sah secara agama.


Lalu Lesya digandeng sahabatnya untuk keluar dari ruangan itu menemui Liam dan penghulu.


Lesya mulai berjalan mendekati Liam. Sementara yang di dekati semakin intens menatap wanita yang kini menjadi istrinya.


"Kedip bro, nanti kelilipan" sindir si Roy.


Sendiran itu membuatnya tersadar dan mengalihkan pandangan serta wajahnya.


"Saudari Lesya Maheswari, selamat anda sekarang sudah sah menjadi istri dari saudara Liam Rayandra. Ini buku nikah kalian. Tolong di tanda tangani dan juga surat-surat ini" jelas pak penghulu dengan menyodorkan semua berkas-berkas pernikahan mereka untuk arsip negara.


Liam dan Lesya mulai bergantian menandatangani surat nikah dan berkas itu.


"Sudah selesai ?" Tanya penghulu.


"Sudah" jawab Liam.


"Baiklah, sekarang berdirilah. Saudari Lesya jabat tangan suami anda dan cium tangannya. Sebagai tanda bentuk bakti anda sebagai seorang istri, dimulai hari ini dan seterusnya" tutur sang penghulu.


Lesya mengulurkan tangannya dan ingin meraih tangan Liam. Namun tangannya serasa kaku dan gemetar, ragu untuk menyentuh tangan Liam.


Tanpa basa-basi lagi Liam menarik telapak tangan Lesya. Tangannya mulai pegal menengadah menunggu Lesya menjabat tangannya.Tangan itu dirasakan Liam berkeringat dan begitu dingin.


Jantungnya mulai berdesir ketika Lesya mulai mencium punggung tangan Liam. Bibir wanita yang kini menjadi istrinya itu menyentuh kulit punggung tangannya. "Duh, sentuhannya kenapa membuat diriku menegang". Selama 12th dia tak pernah di sentuh oleh wanita selain mamanya dan gadis kecil masa lalunya.

__ADS_1


Acara masih berlangsung. Meskipun hanya dihadiri keluarga terdekat, tetap saja terlihat ramai. Karena semua keluarga besar ikut menghadiri, menyaksikan dan mengucapkan selamat untuk pasangan pengantin.


Denis menghampiri Sahabatnya terlihat duduk diam di atas pelaminan. Karena sang prianya sibuk menyambut beberapa tamu orang penting yang di undang orang tuanya.


"Hai bestie" tangan Denis menepuk pundak Lesya, yang di tepuk pun terjingkat lalu memandanginya kesal. "Ngelamun bae lah, napa ?. Di hari bahagia harusnya ceria dong" Lanjut Denis.


"Ck, kamu tuh ya, suka sekali ngagetin orang" cibik kesal Lesya.


"Selamat ya... Ciyee... Sekarang sudah jadi nyonya Liam Rayandra ni yaaa... Gak kebayang nanti kehidupan seorang Lesya Maheswari sudah jadi istri seorang pengusaha kaya raya, yang tampan dan bosnya sendiri di tempatnya mengabdi. Hihihihiks" goda Denis sambil terkekeh.


"Emang eloo NGEBAYANGIN appaaa haaah" sangking gemasnya tangan Lesya mentoyor kening sahabatnya dan menekankan nada bicaranya.


"Iiih,,, jaga sikap, nanti diliatin banyak orang noh" tutur Denis dengan nada kesal.


"Ya habis kalau ngomong ngasal aja deh".


"Inget ya, sudah jadi istri. Harus nurut sama suami. Suami minta semalem tujuh kali pun harus di turuti. Puuufftt" Denis terkekeh.


"Sialan, dasar sahabat minim akhlak. Kalau niat kultum jangan nanggung. Sekalian sana pakai mic, biar semua orang bisa denger" ledek Lesya.


"iiiissshh" Denis mencibikkan bibirnya.


*


"Hay manis,,, ternyata kau disini. Aku mencarimu daru tadi". kata Roy yang kini berdiri di samping Denis.


Denis terkejut dan reflek menoleh ke arah Roy. Lalu mamalingkan wajahnya dan memutar mata malas. "Dia lagi, dia lagi" batinnya.


"Berubah lagi ni orang. Padahal kemarin udah mulai baik sama gue" batin Roy saat melihat tingkah Denis.


"Jangan di anggurin. Sambet ajaaah... Roy juga ganteng, tajir juga tauk. Aku nggak bisa bayangin kalau nanti elu nanti di panggil Nyonya Roy. puuuffffttt" bisik Lesya ke telinga Denis lalu menahan tawanya. Dia membalikkan Kata-kata Denis yang barusan dipakai untuk meledeknya.


"Sialan lu. Balas Dendam lo" umpat Denis.


"Nggak ada balas dendam ya kalau sama bestie. Aku hanya balas perhatian. hihihiks" Lesya terkekeh.


Sedangkan Denis sudah memicingkan mata dan mengerutkan alisnya.


"Kamu cantik sekali hari ini" ucap Roy pada Denis.


"hehem... ma kasih".


"Apakah aku tak cantik ?" tanya Lesya dengan niat bercanda.


"Oow... Itu sudah pasti. Sayangnya kamu sudah milik sepupuku. Haram untukku menggodamu kakak ipar" cletuk Roy.


"ahahaha" Roy dan Lesya lalu tertawa kecil dengan candaan itu. Denis melihat keduanya dengan mencibikkan bibirnya. "Dua-duanya aneh" batin Denis.


Denis berbalik badan berniat meninggalkan mereka.


"Eh, mau kemana" tanya Roy dengan meraih tangan Denis.

__ADS_1


"Makan, Laper" ketus Denis.


"Oke" Lalu dia ikut melangkah mengikuti Denis di belakangnya.


"Bisa nggak, nggak usah ngikut" tukas Denis.


"Siapa yang ngikut. Orang aku juga laper mau makan" kata Roy. Roy lalu berjalan duluan tanpa memperdulikan Denis yang masih berdiri dengan wajah juteknya. Sambil bernyanyi,


Semakin ku kejar....


semakin kau jauh....


tak pernah letih...


tuk dapatkanmu...


terus berlari...


namun ku takut...


terjatuh lagi....


"Apaan sih ni orang. Pakek nyanyi segala" gumam ketus Denis.


Hampir seharian acara itu diselenggarakan. Memang tamu tidak seberapa. Namun ini kesempatan untuk para keluarga besar berkumpul.


Kini rumah keluarga Rayandra sudah mulai nampak sepi. Tinggal beberapa kerabat dan juga beberapa keluarga Lesya.


"Nak, ibu pulang ya. Kamu hati-hati disini. jaga diri baik-baik. Nurut sama suami dan mertuamu" tutur ibu Marini yang berpamitan akan pulang.


Tanpa menjawab, Lesya langsung memeluk ibunya dengan erat. Lagi-lagi dia harus menahan air matanya. Agar sang ibu tak merasa berat ketika meninggalkannya.


Ibu marini membalasnya dengan mengusap punggung sang putri tercinta.


Ibu hati-hati di rumah" kata Lesya. "Hay kau penokanku yang tercantik, tolong temani bude marini ya" ucap Lesya kini berbicara dengan sepupunya.


"Siiiaaapp nona" tukas si sepupu dengan. Lalu di ikuti dengan gelak tawa semua yang mendengarnya.




\_Yuhhuuu.... Pengantin baruuu... 😄😄



\_Berusaha banget untuk up setiap hari ya gaes. jadi tekan favoritnya supaya dapet notif dari karya ini.



Terima kasih. 🙏

__ADS_1


__ADS_2