
Pagi itu Denis begitu semangat untuk berkunjung ke rumah Lesya. Kebetulan hari ini dia tak ada pesanan. Jadi dia menutup toko kuenya dan meliburkan karyawannya.
"Ayo-ayo jalaaan" dia bersenandung ria dengan meraih tas yang sudah dia siapkan.
Lalu berangkat mengendarai mobilnya. Melajukan mobilnya di tengah keramaian jalan kota itu.
Awalnya mobil Denis melaju dengan kecepatan yang sedang. Tapi tiba-tiba di tengah perjalanan dia merasa ada yang aneh dengan mobilnya.
"Loh, ada apa dengan mobil ini. Kok jadi gini ya". Dia menepikan mobilnya untuk mengecek ada masalah apa.
Setelah dilihatnya seluruh roda mobil itu, ternyata salah satu ban mobilnya bocor.
"Astaghfirullah, kenapa harus bocor sekarang siiih" sambil menggaruk tengkuknya karena merasa kesal.
Dia kembali masuk kedalam mobil untuk mengambil ponselnya ada di tasnya. Lalu dia turun lagi dan mulai mencari nomor tukang bengkel di ponselnya.
"Hey, mobilmu kenapa ?". Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mengajaknya bicara.
Denis pun menoleh ke samping, melihat sosok yang sedang mengajaknya bicara.
"Oh anda" lalu Denis menganggukkan kepalanya untuk menyapanya. Dia sosok yang tak asing bagi Denis. Karena beberapa kali mampir ke toko kuenya.
Iya, dia adalah Roy. Si cowok narsis menurut Denis.
*Flashback on.
Roy berencana mampir ke toko kue Denis. Dia ngebet banget kepengen ketemu si pemilik toko.
Ternyata sesampainya di sana, toko itu tutup. Terpaksa Roy harus memutar balik mobilnya.
Tak disangka di perjalanan balik, dia melihat sosok yang dia kenal dan dia cari. Dengan rasa senang dia langsung menepikan mobilnya.
"Inilah yang dinamakan pucuk di cinta ulam pun tiba" fikir Roy.
*Flashback off.
"Mobil kamu bermasalah ?" Tanya Roy lagi karena sebelumnya tak di jawab oleh Denis.
"Iya, sepertinya ban bocor" balas Denis.
"Sudah telefon bengkel ?".
"Sudah, barusan". Denis berusaha sopan meskipun dalam hatinya dia malas berurusan dengan Roy.
Roy bukan cowok type dia banget. Dia suka cowok yang terlihat susah di dapat. Atau terlihat cool namun baik. (Dih, Denis banyak maunya ya gaes 😂).
"Oh... Mau kemana ?" Tanya Roy.
"Mau ke rumah teman" jawab Denis.
"Ayo aku bisa antar kamu" tawar Roy.
Namun di tolak oleh denis. "Aku akan naik taxi saja".
"Ya sudah, saya tungguin kamu sampai dapat taxi" ucap Roy. Dalam hatinya dia ingin sekali memaksa Denis untuk mau di antar olehnya. Namun dia berusaha menahannnya. Karena dia takut mengganggu privasi Denis.
__ADS_1
"Nggak usah. Saya bisa menunggu sendiri kok" kata Denis.
"Nggak apa-apa, saya temenin kamu. Aku nggak sibuk kok".
"Baiklah" dengan terpaksa Denis membiarkan Roy menemaninya.
Mereka hanya duduk menunggu taxi. Roy tau kalau Denis tak menginginkan dia untuk menemaninya. Dia bisa melihat dar raut wajahnya kalau Denis benar-benar tak menyukainya. Namun dia tetap berusaha, siapa tau ada bisikan gaib yang lewat lalu Denis mulai suka dengannya, fikir Roy.
Sesekali Denis melirik ke arah Roy. Roy terlihat sibuk dengan ponselnya. Denis sedikit merasa kalau Roy sedang diam terlihat berkarisma. "Ih, kenapa mata jelalatan amat ya. Hatiiii,,, Inget pak David tujuannya woey". Dia bergumam sendiri dalam batinnya dan menyadarkan fikirannya.
Sudah menunggu hampir setengah jam, taxi pun tak ada yang lewat. Denis sudah mulai resah.
Triiing triiiing triiiing....
Ponsel yang di genggam oleh Denis berbunyi. Terlihat nama Lesya di sana.
"Halo, Assalamu'alaikum" sapa Denis saat selesai menekan tombol hijau di layar ponselnya.
"Waalaikumsalam. Kenapa lama sekali nis ?. Kamu nggak jadi kesini ya ?" Tanya Lesya di sambungan telefon.
"Jadi Les. Masalahnya ini aku masih di pinggir jalan. Mobilku bannya bocor" ucap Denis.
"Astaghfirullah. Kamu di jalan mana sekarang ?, Biar aku jemput" kata Lesya.
"Nggak usah, aku naik taxi saja" ucap Denis.
"Beneran nggak mau nih ?".
"Nggak usah. Orang aku yang mau main, malah kamu yang repot" kata Denis.
"Beneran nggak usah Les".
"Ya sudah. Kamu hati-hati ya" ucap Lesya yang perhatian pada sahabatnya itu.
"Iya sayaaaang. Bawel banget deh kayak emak gue" kata Denis.
"Biarin" tukas Lesya.
"Ya sudah, Assalamu'alaikum" kata Denis.
"Waalaikumsalam". Lalu mereka mengakhiri panggilan itu.
*
Sejak tadi Roy mendengar percakapan mereka. Meskipun dia sibuk memainkan ponselnya, tapi percakapan itu terdengar karena Denis sedikit mengeraskan suara panggilannya.
"Bagaimana kalau aku antar saja. Jangan takut sama saya. Saya nggak ada niat jahat" ucap Roy. Dia mulai merasakan kegelisahan Denis yang mulai berdiri lalu duduk, menoleh ke kanan dan ke kiri berulang kali.
"Gimana ya ?, Eee.... Beneran nggak pa pa ?". "Aduuuh terpaksa nih aku harus menerima tawarannya". Batin Denis.
"Ya nggak pa pa. Kan tadi aku udah bilang kalau aku nggak sibuk". Kata Roy.
"Baiklah, aku mau. Sebelumnya maaf ya ngerepotin" ucap Denis.
"Iyah, nggak ngerepotin kok" kata Roy.
__ADS_1
"Yeeess,,, terima kasih Ya Allah. Kau tau sekali apa yang aku inginkan". Hatinya benar-benar merasa senang seperti mendapat Jackpot karena Denis mau dia antar.
Mereka pun berjalan ke arah mobil Roy. Lalu Roy membukakan pintu untuk Denis. Setelah itu dia memutari mobilnya untuk masuk ke arah pintu kemudi.
Roy melajukan mobilnya. Meskipun merasa senang, tapi Dia juga merasa canggung berada dalam mobil bersama seseorang yang dia sukai.
"Kamu suka mendengar lagu ?" Tanya Roy untuk mencairkan suasana.
"Suka" jawab Denis.
Lalu Roy menekan tombol audio yang ada di mobilnya.
Kau begitu sempurnaaa...
Dimataku kau begitu indah...
Kau membuat diriku akan slalu memujamu...
Disetiap langkahku...
Ku kan slalu memikirkan dirimu...
Tak bisa ku bayangkan hidupku tanpa cintamu...
Tepat sekali. Saat menyalakan audio ternyata lagu Andra and the backbone yang keluar menyedapkan telinga.
Roy sedikit tersenyum samar mendengar lagu itu. Dirinya berasa melayang sangking bahagianya. Namun Denis yang berada disampingnya terlihat salah tingkah dan hanya diam melihat ke arah kaca samping mobil itu.
Akhirnya mobil itu sampai ke tempat yang Denis tuju. Roy memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah teman Denis. Terlihat seorang gadis yang duduk di teras rumah itu.
"Terima kasih ya" Denis menundukkan kepalanya dan tersenyum kepada Roy.
Deg deg deg. Debaran jantung Roy terasa lebih kencang melihat Denis tersenyum padanya. "Baru kali ini aku melihat senyuman tulus darinya" Roy bergumam dalam hati.
"Iya, sama-sama" balas Roy dengan membalas senyum Denis."Kamu sudah di tunggu oleh temanmu ?" Kata Roy.
"Iya, itu sahabatku satu-satunya" balas Denis.
"Kalau begitu saya permisi. Sekali lagi terima kasih" ucap Lesya sekali lagi berterima kasih pada Roy.
"Eem" Roy hanya mengganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.
Lalu Denis membuka pintu mobil itu dan turun dari mobil Roy.
Dia berdiri di samping mobil, menunggu mobil itu melaju pergi.
\_Hayoooo... Denis milih siapa nih gaes ? bapak guru David atau pengusaha muda tuan Roy ?. hehehe....
Tungguin aja kisah selanjutnya ya...
__ADS_1
Terima kasih. 🙏