
Sesampainya di rumah Lesya lebih tepatnya rumah ibu Marini. Sama saja sih ya. Cuman sekarang status tempat tinggal Lesya yaitu bersama suaminya. Hehe...
"Sudah berapa bulan aku nggak main kesini sya ??... Berasa kangen banget sama tante Mar" kata Denis saat akan turun dari mobilnya.
"Selama gue nikah deh kayaknya" jawab Lesya.
"Iya sih bener... Gue kelupaan. Eh,,, emang elu udah nikah ?... Kok gue nggak pernah liat suami elu sih. Jangan-jangan elu istri simpanan ya. Jadi di umpettin mulu sama suami elu" mode jahilnya mulai.
"Sumpah ya... Punya mulut Lemes banget. Ngalah-ngalahin akun gosip Lambe turah" kesal Lesya bersungut-sungut kesal.
"Bwahahahaha" tawa Denis meledak sampai-sampai ibu Marini kaget dan langsung keluar rumah.
"Astaghfirullah, Lesyaaaa" ucap ibu Marini penuh penekanan. Ibunya ingin memarahi sang putrinya yang sudah tertawa begitu kerasnya.
"Uppss" Denis segera membungkam mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Apa sih buuu" kata Lesya. Bukan disambut dengan ramah tapi malah sang ibu menyambutnya dengan muka masam.
"Kamu tu perempuan, ketawanya nggak boleh keras-keras kayak gitu" tutur ibunya.
"Lah,,, aku nggak ketawa kok. Nih si mlekenis nih yang ketawa mangap kayak keledai" ucap Lesya mengatai sahabatnya dengan sebutan mlekenis sambil mengarahkan kepalanya menunjuk ke arah sang sahabat.
"Hehehee" Denis nyengir kuda karena malu sudah kepalang basah bakalan kena marah ibunya Lesya.
"Benar kah begitu ?" Tanya ibu Marini.
"Ya beneran lah bu. Ibu salah faham sama Lesya. Marahin saja nih si mlekenis nih" kesal Lesya.
"Kamu juga nggak boleh ngolok-ngolok temenmu kayak gitu. Dia dikasih nama yang begitu cantik sama kedua orang tuanya" lagi-lagi Lesya yang kena amukan sang ibu.
"Kena lagi deh gue..." Gerutu lirih Lesya.
"Lain kali nggak boleh ketawa sampai keras kayak gitu ya nak Denis. Perempuan harus berusaha menutupi mulutnya ketika ketawa supaya tak sampai terdengar keras. Karena suara wanita pun mengandung syahwat untuk lawan jenisnya dan nggak sopan. Makanya kita sebagai perempuan harus menjaga tawa kita" tutur ibu Marini dengan sangat halus supaya tak menyinggung perasaan Denis.
"Iya tante. Maafin Denis ya tante Mar" Denis langsung meraih tangan Ibu Marini dan bersalim serta mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.
"Emang dia wanita ?... Dia mah bukan wanita biasa bu. Denis tuh wanita setengah jadi-jadian. Puuuffffttt" ucap Lesya lagi-lagi mengatai sahabatnya.
Bug...
"Auuuwwhh" pelik Lesya meringis kesakitan karena Denis meninju pelan bahu Lesya.
"Lebay... Orang mukulnya nggak beneran juga" kata Denis.
__ADS_1
"Tuh kan bu lihat nih, putrimu satu-satunya di aniyaya sama dia" adu Lesya.
"Nggak ada ya... Aniyaya apanya" kata Denis membela diri.
"Sudah-sudah. Lesya nggak boleh gitu. Suka sekali kamu ngejahilin temanmu. Ayo masuk" ucap ibu Marini menengahi keduanya.
Lalu ibu Marini menggandeng Denis untuk memasuki rumahnya. Denis merasa lebih diperdulikan saat ini oleh ibu sahabatnya, merasa senang. Dia kembali menolehkan kepalanya kebelakang melihat Lesya dan menjulurkan lidahnya mengejek Lesya.
Lesya mengarahnya tinjunya ke Denis dari kejauhan. Bukan meninju atau menonjok Denis beneran. Kepalan tangannya hanya sebagai ungkapan kesal dan meninju asal.
"Lah, padahal dia lebih jahil dan ngeselin. Sebenarnya yang anaknya yang siapa sih. Dia dibela, di gandeng pula. Gue anaknya ditinggalin" gerutu kesal Lesya.
"Dooorrr..." Suara dan tepukan tangan seseorang dipundaknya mengagetkan dirinya. Sontak dia terkejut dan terjingkat.
"Astagfirullah hal adzim mamaaah" Lesya beristighfar sambil memegang dadanya. Detak jantungnya serasa lari begitu cepat karena sangking terkejutnya.
Ternyata mama Lia sang mertua yang mengagetkannya.
"Hehehe... Kamu kenapa ??, mama perhatikan menggerutu kesal sindirian di teras rumah" kata mama Lia.
"Nggak pa pa mah. Lagi sedikit kesal aja sama temen Lesya yang dibela mulu sama ibu. Seakan saya anak tirinya. Hehe" jelas Lesya, tapi sambil terkekeh kecil mengingat perdebatan dirinya dengan sang sahabat seperti anak kecil atau seperti anak kandung dan anak tiri.
"Ow alah... Jangan khawatir, Kan kamu sekarang anak kandung mama sayang" kata mama Lia sambil mengelus pucuk kepala Lesya.
"Iya nih... Mama nunggu kamu telefon loh nak. Akhirnya mama berangkat saja. Karena feeling mama mengatakan kalau kamu pasti sudah pulang mengajar" tutur mama Lia.
"Aduuuh... Mama benar-benar tahu semuanya. Sudah kayak cenayang aja mah. Hehe" kata Lesya.
"Hahaha..." Tawa mama Lia.
"Ayo mah masuk" ajak Lesya sambil menggandeng lengan mertuanya itu.
"Assalamu'alaikum" ucap salam Lesya serta mama Lia bersamaan.
"Waalaikumsalam" jawab ibu Marini dan Denis dari dalam rumah bersamaan.
Ibu Marini berjalan menghampiri mama Lia untuk menyambutnya. "Eeh... Besan ikut berkunjung juga. Ayo-ayo masuk. Silahkan duduk san" kata ibu Marini mempersilahkan besannya.
"Iya... Lesya tadi pagi pamit mau kemari. Jadi saya maksa ikut" jelas mama Lia.
"Hai tante" sapa ramah Denis menghampiri mama Lia sambil menyalaminya.
"Kamu yang suka jahilin anak cantik mama ya ??" Selidik mama Lia ke Denis dengan suara lembut.
__ADS_1
"Hehe,,, maaf tante kan cuma bercanda. Lagian anak tante juga jahil banget orangnya" kata Denis lagi-lagi membela dirinya.
"Nggak boleh nakal ya. Anak cantik mama nggak pernah salah" tutur mama Lia.
"Hahaha" kini keduanya mama Lia dan Denis malah tertawa kecil setelah mendengar ucapan mama Lia.
"Nama kamu siapa ??... Maaf tante lupa" tanya mama Lia.
"Tante lupa yaaa... Saya Denis tante. Teman satu-satunya Lesya dan paling cantik" jelas Denis.
"Eiittss... Yang paling cantik tetep menantu mama dong. Hehe..." Kata mama Lia. Lesya tersipu malu karena pujian dari sang mertua.
"Duuuh... beruntung banget sih temen gue dapet mertua kayak tante. Dipuji mulu. Lihat tuh, dia sepertinya sudah tak sanggup mengangkat kepalanya karena sangking senangnya. Hahaha" ledek Denis ke Lesya.
Maaf ya bukan maksut mama lupa sama kamu. Cuman waktu itu banyak tamu, jadi tante sedikit bingung" jelas mama Lia.
"Iya tan... Nggak pa pa" kata Denis.
"Ini minumannya di minum san, untuk Denis juga. Silahkan diminum" kata ibu Marini.
"Mbak yu repot-repot banget" kata mama Lia.
"Nggak repot kok mbak yu" ucap bu Marini.
"Oh iya... Lesya tolong ambilkan cemilannya ketinggal di dapur nak" perintah ibu Marini ke Lesya.
"Iya bu,,, saya ambilkan" kata Lesya. Ia langsung berdiri dan berjalan menuju dapur.
Mereka berempat mengobrol banyak, ngalur ngidul. Terlihat begitu akrab seperti seumuran tak ada penghalang karena perbedaan usia. Beneran seperti sesi girls time.
"Kamu sudah punya kekasih belum nak Denis ?" Tiba-tiba mama Lia menanyakan hal itu ke Denis.
\_Ada yang mau dijodohkan nih. hehehe....
Ikuti terus kelanjutan kisahnya ya...
Terima kasih 🙏
__ADS_1