
Awal cerita ini ingin sekali rasanya aku mengisi dengan penuh rasa kedamaian yang dimulai dari kisah kasih sayang, cinta dan pengorbanan namun juga banyak terselip makna kehidupan
"Hemh.... yang namanya cinta tulus itu seperti apa? Dapatkah kamu menjelaskannya padaku"
Tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak bisa, serta tidak ada yang mustahil didalam benak pikiran seorang gadis manis untuk berjuang mencari jati dirinya yang sesungguhnya. Disisi sebaliknya, emosinya ataupun perasannya terlampau jauh berbeda dari apa yang dia perlihatkan
Jalan hidupnya dipenuhi lika-liku tetapi Hana tak pernah patah arah, tidak pernah pula kehilangan semangat hidup dan Hana tidak juga tersesat dalam kegelapan pada hening nya malam. Hana selalu percaya bahwa ada pelita dalam kegelapan
Hana berusaha menemukan jalan pulang untuk kembali walaupun harus melewati jurang sekalipun dia tetap bersikap tegar. Tak ingin dia mementaskan bulir-bulir air garam dari sudut matanya hanya saja terkadang Hana tidak mampu menahan amarah dalam hatinya atas rasa kekecewaan
Hana berusaha menjadi gadis kuat yang pemberani tanpa terlihat gagah perkasa karena dia bukanlah anak lelaki.
"Semangat apa yang kau punya? Bolehkah aku berkata demikian padanya? Ingin sekali aku mengolok-olok dirinya. Ingatlah siapa dirimu! Kau hanyalah sekuntum mawar yang rapuh. Bahkan kau tak bisa menunjukkan warna mu kepada yang lainnya, itu karena kamu terlalu takut untuk mencoba"
Untuk mencoba melangkahkan kaki dan berlari kecil saja bukankan ini sangat sulit bagimu bila dilakukan sendiri karena kau selalu ketakutan dalam kesendirian
Tapi tetap saja kau bersikap penyendiri dengan semua sifat egomu. Bergaya seolah kau, Hana. Sanggup menaiki anak tangga satu persatu untuk mengambil apa yang kau inginkan, mencoba meraih apa yang kau cari yang selalu saja menjadi khayalan semata dimatamu.
"Tengoklah dirimu didepan cermin Hana! Pasanglah sabuk pengaman dan ayo kita naik Rolling coaster"
Kamu mencoba menjelaskannya kepada semua orang bahwa dirimu menjalani kehidupan bahagia bersama-sama orang terkasih tanpa ada rasa kecewa ataupun penderitaan
"Siapa dia? Bisahkah kamu menjelaskannya untukku. Apa dia seseorang yang sangat berharga bagimu? Kamu tinggal, kamu memiliki keluarga yang memberikan penuh cinta kasih kepadamu. Pernahkah kamu menutup mata dan telingamu dari suara tangis mu dari tetesan air matamu yang membasahi pipi?"
Mamah yang selalu pengertian dan khawatir pada gadis kecilnya, itu yang selalu kau harapkan semenjak kanak-kanak
__ADS_1
Papah yang selalu giat bekerja siang malam sebagai penyambung hidup tanpa rasa keluh kesah itu yang kau bayangkan
Mamah yang ada dalam harapan mimpimu tak pernah mengeluh, tidak berteriak disaat marah ataupun tidak pernah pula mengucapkan kata-kata kasar yang tidak pantas untuk didengar anak-anak apalagi anak seusia kamu Hana
Disana di desa tempatmu tinggal masih sangat asri dan tentram, banyak persawahan, kebun dan juga ladang, pepohonan rindang. Kamu sangat suka menetap disana untuk sekedar bermalas-malasan
Banyak Sungai dan Rawa kecil, terdapat banyak ikan air tawar sampai-sampai kamu lupa waktu bila kamu sedang bermain air dan juga memancing ikan
Desa tempatmu tinggal terdapat Sekolah yang masih sebatas bangunan bantuan, tak ada yang istimewa. Tapi tempat awal kisah semua cerita ini dimulai
Karena ini berkisah tentang perjalanan hidup dari awal sampai akhir. Berkisah utama adalah seorang Gadis Manis nan manja
"Itulah kamu, sekuntum mawar tak berduri. Ku panggil saja demikian. Tetapi kamu terlalu banyak menyimpan rahasia dalam hidupmu disepanjang jalanya"
Kamu memiliki Papah dan Mamah, bisakah kamu gambarkan mereka untukku agar aku bisa membayangkan tentang mereka
Kamu menutup pintu, tak pernah sembarangan orang kamu biarkan memasuki hidupmu.
Lebih kebanyakan cerita bohong kamu sampaikan, kamu bergaya melebih-lebihkan karena imajinasimu seperti Gadis Kelinci yang sedang meloncat kesana-kemari mencari wortel
Dimalam hari sebelum tidur kau berbicara tanpa henti didepan pelita berbahan bakar minyak tanah. Seolah kau sedang berbicara dengan bayanganmu sendiri, menyampaikan semua kisah yang sedang memenuhi isi kepala
"Kenapa tak kamu tulis saja semua cerita itu diselembar kertas agar kamu tak perlu mengoceh sendirian lagi. Oh... Aku lupa! sifatmu yang pemalas dan mudah bosan membuatmu terlalu malas hanya untuk sekedar menggenggam pena"
Hidup di desa sangatlah menyenangkan banyak hal yang hanya bisa dirasakan sulit untuk dijelakan. Kau selalu memakan angin di sore hari sembari membawa gagang ranting yang ujungnya diikat plastik, alat penangkap capung.
__ADS_1
"Hobi mu sangatlah aneh. Apa kau akan memakan capung capung yang sudah kau dapat itu?"
Disini adalah seutas cerita betapa indah dan menyenangkannya hidup didesa. Banyak persawahan juga ladang, itulah kebahagian dari sumber kehidupan di desa tanpa harus membayar uang sewa untuk masuk dan menikmati sepuasnya. Bisakah dibayangkan bila itu tak gratis! Berapa omset perharinya? Pasti sudah menjadi miliader
Tuhan menciptakan semuanya sesuai dengan bagian dan tugas masing -masing sesuai dengan kemapuan. Lalu kenapa harus berkata "HIDUP di DESA tidak mangasikkan" Sebaiknya harus lebih banyak bersyukur lagi untuk sekedar mengatakan terimakasih
Pernahkan dibayangkan didalam benak merasakan angin bertiup sepoy sepoy membawa ketenangan juga ketentraman. Tidak perlu mebayar apalagi membeli untuk meraskan angin bertiup membawa kedamaian dalam hati sebagai pelipur lara dalam kesedihan, jangan bersikap seolah selalu saja merasa kesepian.
"Hanya orang bodoh suka banyak mengeluh yang melakukan hal itu"
Anugrah itu Ramat Tuhan dan Rahmat Tuhan yang maha Esa tidak akan pernah bisa dijual atau dibeli. Jangan semua selalu saja di samaratakan
Banyak hal yang sepele tapi dibutuhkan kadang selalu dipandang sebelah mata entah mata satunya lagi memandang kemana, Keatas atau kebawah? Oh.... Atau mungkin saja mata satu memandang ke atas dan mata satunya memandang ke bawah, itu namanya mata juling
Semua telah Tuhan sediakan, hanya tinggal manusia yang memilih. menjaga, melindungi, dan merawat. Memanfaatkan sebaik mungkin sebagai sumber kehidupan serta sebagai mata pencaharian juga penyambung hidup.
"Desaku indah" katanya, Hana berucap demikian disela lamunannya memandangi awan sore hari yang cerah namun teduh
Untuk apa berkeluh-kesah bila manusia sudah memiliki akal sejuta cara. Untuk apa bersikap bodoh sedangkan sudah bersekolah. Untuk apa berburuk sangka pada kehidupan bila telah memiliki panutan agama sebagai tiang penyangga
Jangan mengasingkan diri dengan alasan ketidak puasa atau merasa terasingkan karena dikucilkan.
Hana adalah seorang gadis manis berwatak galak juga manja, dia selalu mencari tau tentang semua arti dari hal-hal baru yang belum di pahami. Sesungguhnya Hana selalu saja ingin tau dengan hal baru yang belum pernah diketahuinya, sesaat setelah itu. Trauma berkepanjangan bak hantu yang sedang menyamar, bersembunyi dibelakang punggungnya
Banyak rasa keingin tahuan yang mengusik hatinya, terkadang Hana berpikir putus asa disaat dia merasakan kebosanan merajai jiwa. Bahwa hidup ini melelahkan untuk dijalani, amat sulit untuk berjuang dalam ketegaran dan beban hidup terasa berat untuk dipikul
__ADS_1
Ucapku "Terkadang bersikap demikian hanyalah bualan semata dalam angan"
Ucap mu "Aku ketakutan. Jangan tinggalkan aku, aku kesepian disini tolong temani aku"