
intrik yang menyayat hati
setelah pulang habis bermain menggoda haryo, lastri terkejut melihat rumah penuh dengan makanan dan jajanan pasar
"loh buk enek opo iki?" tanya lastri terkejut
"koe dilit meneh arep rabi" jawab ibu tanpa basa basi
"haeaah....RABI?????? aku rung siap buk" bentak lastri pada ibunya
"meneng koe, dak bapak Mu ngerungu. sembengi bapak mu ra turu, meneng wae dewean neng teras omah. ngelamunke koe mikirne koe duwe anak ra iso di urus. bapak jek turu neng kamar MERIANg" nada penuh sedih keluar dari perkataan ibu kepada lastri
"M'boh lah buk, ra iso di urus kepiye? aku ki ra ngopo-ngopo" jawab lastri dengan nada sengak
jam 8 malam pak mulyono tiba berserta keluarga besar, membawa seserahan untuk melamar
'asem cah Bang Sat iki teko" lastri mengintip dari bilik kamarnya
pak lurah membuka pembicaraan untuk menyambut tamu terhormat, bertutur kata sopan dan pelan. kemudian di balas oleh pak mulyono dengan perkataan yang tak kalah sopan dan halus
"BANG SAT iki ngopo ra maaati ae" lastri berkata se enaknya saja mencerca satria sambil mendengus kesal
semua berjalan lancar, sampai tiba lah lastri keluar dari dalam kamar untuk menerima pinangan satria.
__ADS_1
tapi bukan menerima dengan tangan terbuka lebar, lastri malah membuat gaduh se isi rumah.
membuat bapak dan ibu malu besar
"BANG sat ngapain kamu ke sinih hah,,,, kamu pikir aku mau nerima kamu lagi. dasar penghianat" jari telunjuk lastri menunjuk-nunjuk satria
"LASTRI" nada satria kaget "kamu ini ngomong apa, datang-datang bukan ucap salam malah ngomong ngawur"
"ngawur apanya????? memang ia kamu itu BANG SAT, gak tau malu gak tau diri. pergi kamu. gak bakalan aku mau terima kamu"
"lastri JAGA UCAPAN KAMU" tangan melayang hampir menampar pipi lastri karena termakan emosi membara bagaikan tersulut api
hana sontak kaget dan menangis histeris keras melihat satria yang hampir menampar pipi lastri, tangisan hana membuat rumah semakin riuh dan kacau
papah berkata pada mamah "tadi kita gak usah kesini aja, nana gembeng. malah nangis buat se'isi rumah nambah panik"
mendengar perkataan papah tersebut, mamah hanya bisa terdiam melihat kejadian di rumah pak lurah yang kacau balau
***
setelah satria hampir menampar lastri, dengan pikiran pusing satria keluar lumah tanpa mengunakan alas kaki.
menyesap rokok sebatang sambil menahan malu karena ulah lastri
__ADS_1
haryo, dani dan aryo menghampiri satria yang sedang jongkok di dekat pohon rambuatan
haryo : bro ada apa ini sebenarnya? kok jadi ribut....
satria : gak tau lastri itu, lagi datang bulan kali....!!
setyo : dahtang bulaaaaaan???? anak ku nangis ketakutan gara-gara kalian brantem
aryo : anak Mu nangis, keluaragaku malu berat Cooook..."""""
mereka mengobrol sambil sesekali bertukar batang rokok yang dihisap, seolah sedang kekurangan uang. mereka menyesap rokok sebatang untuk berempat
lastri terdiam di ruang tengah rumah tak mau menjawab sepatah kata'pun dari amarah pak lurah yang dipermalukan itu oleh dirinya...
dengan santai lastri duduk di sofa sambil sesekali mencicipi berbagai macam jajanan kue pasar yang sudah di sediakan
***
sedangkan pak mulyo bersama buk lasmi segera pulang ke kota, tak mau membuat pak lurah semakin malu
hana dan mamah pulang kerumah karena hana tak mau main di rumah pak lurah,
hana bilang pada mamah, "takut om satria marah pukul tante lastri terus nanti om satria juga pukul hana, kesal tadi nana nangis" hana menangis dengan suara nafas tersengal-sengal
__ADS_1