Hanna Aryana

Hanna Aryana
tante lastri anak pak lurah


__ADS_3

lastri datang sambil membawa semangkuk opor ayam "hana hana mamah mana nak?"


"mamah didapur tante lagi beres-beres liepet baju" hana menjawab pertanyaan sambil tak henti-hentinya melempar anak kucing ke atas


diraihnya kucing sebelum sempat hana menangkap "anak ini yah kalau jawab semaunya sendiri, didapur itu beresin pekakas sehabis masak bukan lipet baju."


"mamah tante cerewet dateng mau minta makan" tangan hana mencoba meraih anak kucing namun tidak sampai


lastri melemparkan anak kucing ke lantai "anak ini telinganya minta dijewer" sembari melangkahkan kakinya masuk "awas aja papah mu pulang tante aduin kamu biar kamu gak di sayang lagi sama papah mu"


dengan cepat hana mengejar kucingnya berlari "selamanya papah selalu sayang hana" hana menjulurkan lidahnya kemudian berlalu pergi untuk bermain dihalaman


mamah muncul dari dapur "lastri ada apa?"


"biasa mau curhat, aku dijodohin lagi sama bapak ku, pusing dipikirin terus" menyerahkan mangkuk berisi opor ayam


"Owh, makasih. dijodohin sama siapa? bukanya kamu udah punya pacar kok dijodohin! terus pacar kamu ge mana?" meperrsilahkan lastri duduk

__ADS_1


lastri bercerita pada mamah, bapak tante sudah tua ia ingin putri bunsunya dari 8 bersodara ini cepat menikah,


kata pak lurah, bapak sudah cape nasihatin kamu terus sampai kapan kamu mau pacaran umurmu sudah hampir 30 th didesa tidak pantas gadis perawan belum menikah juga sampi usia segitu.


zaman bapak, wanita umur 12 th saja sudah menikah inih loh kamu umur 29 masih saja gadis, kapan kamu mau nikah nak?


sudah lah bapak jodohkan kamu sama anak teman lama bapak dikota, namanya pak mul dulu semasa bapak sering kekota gak sengaja bapak ketemu pak mulyo. pak mulyo juga lurah tapi sekarang udah pensiun karna sudah 6 kali terpilih, mau istirahat, pak lurah punya 2 bujang yang belum menikah satu abang bernama aryo dan yang satu lagi adiknya bernama satria.


bapak mau menjodohkan kamu sama adiknya aryo karna aryo sudah punya kekasih sedangkan satria belum punya.


usia 2 th lebih muda dari kamu lastri,


jangan pandang umur yang penting kamu punya suami cepet-cepet kamu nikah kasih bapak cucu jangan kamu membujang terus mau sampai kapan sampai kulitmu keriput juga kempot


suaranya begitu terdengar parau "saira masa bapak ku bilang seperti itu. sudah begitu dijodohkan dengan pria yang usianya 2 th lebih muda. bukan itu saja, dia juga lulusan dari sarjana pendidikan. aku ini ingin punya suami seorang tentara, bapak ku ini gak ngerti sama perasaan anaknya"


mamah mendengus bosan mendengarkan cerita kekanak-kanakan "lastri kamu coba saja aja dulu, siapa tau ada kecocok antara kamu bersama satria. bila serasi, bisa cepet menikah lalu memberi cucu untuk ibu bapak mu, lagian umur kamu sudah 29 th"

__ADS_1


lastri menyeringai kesal "gak usah bawa umur. ngapa sih bapak buka menjodoh aku bersama abangnya si bang sat aja, eh maaf. maksut aku bersama abangnya satria"


"memangnya kenapa"


lastri tertawa terbahak-bahak padahal tidak ada yang lucu sama sekali "tentu saja karena aryo seusia, imbang gak akan tetangga bergunjing bawa aku mendapatkan seorang brondong"


"lucu, bukankah kamu bilang bang aryo sudah memiliki kekasih? tidak mungkin dia mau di jodohkan denganmu. kamu juga harus tau diri, memikirkan perasaan kekasih bang aryo"


"tidak ada yang lucu, dunia ini kejam"


mamah mengorek kupingnya yang tidak gatal "lagi pula kamu ingin punya suami tentara bukan? Oh ya,...! tentara juga belum tentu bisa buat hidup kamu bahagia, tidak usah kamu pandang pria dari pekerjaannya. tapi kamu pandang dan nilai pria dari asalusul, sikap dan tingkah lakunya."


"sejak kapan kamu jadi religius? ibadah ke masjid saja jarang" lastri bergumam memainkan bibirnya layaknya berkomat-kamit


mamah membuang pandangannya, menatap diding rumah "lastri, mudah-mudahan pria itu yang akan mebuatmu bahagia untuk dunia dan akhirat menjadi seorang imam yang saleh didalam rumah tangga sebagai suami dan bapak anak-anakmu, menjaga melindungi memberi nafkah untuk keluargamu"


"Hm" lastri berlalu pergi tanpa mengucapkan salam

__ADS_1


__ADS_2