Hanna Aryana

Hanna Aryana
Pujaan Hati


__ADS_3

Hana setiap saat selalu menunggu dia yang di cinta datang menemui dirinya. Alasan pasti kenapa Hana tetap mengharapkan dia, karena dia Sempoa (Orang keturunan Tionghoa) Itu kata ejekan selalu, setiap waktu Hana ucapkan untuk menggoda dirinya karena kesal dia menjadi pelit


Hana bunga mawar yang sangat mata duitan


Pertama kali dia mengetahui bahwa Hana sangat menyukai uang, dia memperlihatkan wajah datar diiring diam seribu bahasa. Tidak menyangka gadis kecilnya pecinta uang sejati


Cara terbaik untuk selalu merayu, mengikat cinta gadis kecilnya untuk sekedar menurut kepada kehendak yang sudah dia buat secara sepihak. Untuk menjaga setiap detik nyawa tak ternilai harga yang selalu dia lindungi penuh cinta dan kelembutan


"Sayang, sabar ya! Kakak sedang bekerja mencari uang. Nanti setelah kita menikah Hana bisa membeli barang apapun yang Hana mau Hana suka. Sabar ya sayang, jangan nangis lagi" Semua kalimat di atas hanyalah contoh kecil tentang kelihaiyan cara dia. Bagaimana sebaiknya merayu Hana yang sedang murung, suka sekali menangis sambil berbicara


Susah sekali menjadi gadis mata duitan, asalkan sudah ketemu kelemahan terberat pasti menurut saja kepada kekasih hati. Setyo mengetahuinya pun belum lama, disaat dia menelfon Hana untuk pertama kali setelah perpisahan cukup lama, Hana masih saja mengngingat tangal pertama jadian yaitu di tanggal 5 Agustus 2016


Betapa terkejutnya dia sampai kehabisan kata-kata, gadis yang selama ini selalu dia perhatikan dari kejauhan seolah gadis kecil ini tidak memperdulikan yang namanya uang namun sebaliknya. Benar-benar penyuka uang


Hana menceritakan apa saja yang ia mau ia suka kepada Setyo tentang khayalan dia memandang seorang lelaki. Setyo yang saat itu sedang menyamarkan diri menjadi orang lain di telfon dia hanya dia seribu bahasa mendengarkan setiap jengkal kalimat Hana


Memang aneh gadis manja ini, Hana langsung berani menjelaskan apa saja syarat bila ingin menjadi suaminya kelak kepada Setyo yang sedang menyamar itu. Hana berkata suaminya haruslah rupawan, gagah, tinggi, putih, kaya raya punya banyak harta dan uang, harus memiliki mmmmm den'jang (Gede panjang), sehat subur dan yang terpenting Hana inginkan yang Hana suka yang Hana cinta itu adalah kak Setyo seorang saja tidak ada yang bisa menyerupai menyamai Kakak, dia seorang saja. Selalu Hana menunggu dengan sabar sampai dia datang mengambil Hana untuk menjadi istrinya


Mendengar semua ucapan gadis polosnya yang sangat berterus terang Setyo tertawa terbahak-bahak,


"Untung saja tidak tersedak ludah" Hana mendengus kesal mendengar ia ditertawakan "Apa yang lucu, gak ada yang lucu" Gadis kecil mengerucutkan bibir pertanda dia tidak suka ditertawakan


"Ha...ha..ha kamu suka yang gede ya??? Punyaku gede kok! Mau lihat? nih"


Pikir Hana sangat aneh baru kali ini ada lelaki yang balik menggoda Hana namun tidak terdengar mesum ucapan yang dia katakan barusan "Apalah, gak lucu"


"Punya Abang gede pajang kok dek, sehat lagi. Nanti kalau kita udah nikah pasti adek langsung hamil" Suaranya terdengar sangat serius tanpa main-main merayu


"Apalah, mas ini gak usah lagi ngomongin kaya gitu. aku gak suka" Hana mematikan telfon dari Setyo


Tut...Tut..Tut..


Kembali Setyo mengulang panggilan telfon, lalu diangkat oleh Hana secara ragu-ragu.


"Nelpon lagi? Hal'llooo... Apa lagi? Nelpon terus! memang kamu banyak uang apa buat beli pulsa? Hana berbicara membentak pelan


Setyo terdiam beberapa detik, barulah dia menjawab pertanyaan Hana "Kan dipaketin nelpon dek, jadi gak abis pulsa banyak" Terdiam kembali "Dek, kamu mau jadi pacar Abang?"


"Gak mau"


"Mau"


"GAK MAU"


"MAU"


"ICH, DIBILANG GAK MAU YA GAK MAU"


"BILANG MAU CEPET BILANG MAU"


"Gak mau"


"Kenapa gak mau dek?"


Suara Hana terdengar sumbang terisak tangis, karena dibentak Setyo "Gak mau. Kitakan belum kenal, aku gak tau siapa Mas! Aku takut"


"Ya udah jangan nangis! Kita kan udah kenalan tadi. Jangan nangis lagi ya sayang, Abang minta maaf. Maafin Abang ya sayang! Adek mau kan maafin Abang?"

__ADS_1


"Iya tapi jangan galak lagi" Hana mengelap ingusnya yang sudah menumpuk di rongga hidung, menggunakan jari-jemari lentik nan mungil


"Iya gak sayang. Adek jangan panggil mas "


Hana menggeleng lalu mengucapkan dua kata "Gak mau"


"Ya udah kalau gak mau tapi jangan panggil Mas" Setyo mendengus kesal tidak suka dipanggil menggunakan panggilan itu


"Terus panggil apa?"


"Apa aja asalkan jangan panggil itu"


Hana berfikir sejenak "Abang....!!!"


"Apa sayang?"


Hana membuat alasan karena dia ingin menonton tv "Abang, aku mau tidur. Dah dulu ya! Nanti lagi telponannya."


"Ya udah sana bobo dulu, jangan bilang aku. Bilang adek"


"Iya adek. dadah..."


"Dah"


Semenjak tanggal 5 Agustus, selama satu bulan penuh Setyo selalu menelfon Hana tidak kenal waktu siang, pagi, subuh, malam, sore. Sampai-sampai jam 3 malam pun menelfon tidak henti sampai pukul 5 subuh, Hana ingin tidur namun bulak balik di telfon lagi


Kesal Hana mematikan telfon, "Orang aneh, gak kenal nelponin terus" Hana berbicara sembari mematikan telpon


Keesok hari setelah Hana menghidupkan telfon Setyo kembali menghubungi lalu diangkat telfon itu "Apa?"


"Aku mau bobo, Aku gak kenal kamu"


"Dek kan waktu itu kita udah kenalan. Adek kan pacar Abang!"


"Memang kapan kita jadian?" Hana merasa mengenali suara ini


"Waktu itu"


"Kapan?" Hana terdiam lalu melanjutkan bicara "Memang kita pernah kenal? kok aku kaya tau ini suara siapa ya!"


"Apa iya? Pokonya waktu itu. Dek, bilang adek gitu"


"iya...iya.. Adek"


"Nah gitu dong"


Jam 2 malam Hana terbangun karena tidak bisa tidur, terus memikirkan tentang suara lelaki itu di telfon. Hana mengirim pesan singkat


Kok suara Abang kaya suara kak Setyo? Abang kak Setyo kan?


Lama tidak ada balasan, Hana naik keatas ranjang mencoba untuk tidur kembali. Cukup lama Hana duduk berdiam diri dilantai semen kasar


Di pagi hari Setyo kembali menelfon "Dek semalem kirim SMS apa?"


"Suara Abang mirip kak Setyo"


"Hem.. Adek masih inget? Adek suka sama dia?"

__ADS_1


"Iya suka"


"Adek cinta sama dia?"


"Suka aja"


"Suka aja apa cinta dek?"


"Suka aja. Dibilang suka ya suka aja. Titik" Hana membentak kepada Setyo


Setyo mulai kehilangan suara tenangnya, berubah keras. Menjadi galak kembali " Ya udah sih dek gak usah ngambek. Abang cuma nanya aja"


"Abang kok marah sih sama Adek! Bunuh aja sekalian Adek inih"


"Adek ini ya kok malah ngomong kaya gitu" Setyo mulai kembali mengatur suara


"Apa? toh aku gak kenal inih sama kamu! Terserah aku mau ngomong apa" Hana tetap saja berbicara keras


"Adek ini pacar Abang. Adek harus nurut sama Abang! Abang gak suka Adek ngomong aneh-aneh"


"Adek gak ngomong aneh-eneh kok. Adek males ngomong lagi sama Abang. Gak usah telpon adek lagi"


"Adek ini ya, ABANG SENTIL NANTI ADEK SETELAH NIKAH YA" Nada bicaranya mulai geregetan kesal


"Apa, coba aja kau bisa, sinih coba kalau berani" Hana memainkan bibirnya menggunakan jari telunjuk tangan kanan


"Iya, nanti kali udah nikah. Abang sentil Adek"


Pertengkaran aneh itu selalu berlanjut sampai sekarang, di setiap kali Hana dan Setyo berbicara di telfon untuk sekedar melepas kangen serta rinduh belayan manja penuh perasaan dan cinta


Hana mengetahui setiap kali berbincang pasti bertengkar. Namun itu justru yang selalu membuat Hana merinduhkan kasih sayang dan perhatian yang Setyo berikan dengan tulus penuh cinta. Bagi Hana tidak ada laki-laki yang dapat mengerti keinginan Hana selain Setyo


Setyo itu SEMPOA MENYEBALKAN


Lucu memang, setiap kesal Hana akan berbicara bahwa ia menyukai lelaki keturunan Tionghoa karena putih, tinggi, juga ganteng dan pintar cari uang. Itu selalu Hana ucapkan kepada Setyo


Mendengar Hana berbicara demikian Setyo hanya tersenyum sembari mengatakan "Mata duitan"


"Biarin aja, Adek mau beli apa aja yang adek mau adek suka. Makanya adek punya suami mau yang pinter cari uang"


"Halah.... Halah... gak sunat dek"


"Cari yang sunat lah"


Setyo kembali tersenyum di serbang telfon sana, mendengar tingkah gadis kecilnya suka sekali manja disertai banyak kemauan.


Awal mengangkat telfon pasti hal pertama yang Hana tanya adalah "Gak kerja toh? kok nelpon! Abang harus kerja. Cari uang banyak buat Adek, kalau Abang Dateng gak bawa uang banyak adek gak mau"


"Dek masa siang malem Abang suruh kerja terus toh dek? Sekali-sekali istirahat toh! Abang kan cape"


"Abang bisa ngerasain cape juga toh?"


"Ya iya lah... Abang juga manusia bisa ngerasa cape"


"Owwh, kirain Abang gak pernah ngeluh ternyata Abang bisa ngeluh juga" Hana berbisik di mikrofon telfon "Abang, adek sayang Abang."


"Abang juga sayang Adek" Setyo pun membalas bisikan Hana dengan kembali berbisik di mikrofon telfon

__ADS_1


__ADS_2