
Lastri menikah, ya setelah 4 hari menunggu akhirnya hari yang di tunggu jatuh juga..., lastri tampak bersemangat untuk melepas status lajang, namun pria yang akan disanding bukan lah pria pujaan hati melainkan seorang yang hampir bunuh diri
Perkenalkan tuan tampan ( tampang seperti nampan ) ini sudah cukup lama tinggal di kota besar, bernama Jakarta.
disana ia melakukan pekerjaan serabutan, selama uang yang didapat HALAL tak masalah tangan kapalan badan kotor ber'busik seperti kulit ular mau lepas, muka hitam terjemur terik sang surya
"maaf" sedikit keluh kesah, lanjut ke awal....!
***
Rohim pria berumur 37 th, duda tak punya anak. istri minggat bersama suami orang lain,
Rohim hampir bunuh diri dengan meloncat dari atas kapal Feri, kapal ini akan menuju Banten, ya...! keberangkatan mulai dari pelabuhan Bakauheni lalu sampai di pelabuhan Merak
kapal Feri berjalan baru sampai setengah perjalanan Rohim naik ke lantai dua lalu memutuskan untuk meloncat ke tengah laut,
Dasar orang BODOH, membuat ribut saja! seorang ABK berteriak melihat Rohim loncat...
dengan sigap dan cekatan ABK ikut loncat dari ruang kontrol yang berada di lantai satu, untuk menolong Rohim
B'yur...
__ADS_1
B'yurr.... wooy mati nanti kamu.! ABK ke dua berteriak pada ABK pertama sambil melempar ban apung penyelamat
Setttan kamu aja yang mati,.. umpatan kasar ABK kedua
sementara para ibu ibu latah ribut sendiri di dalam kapal sambil bercanda tertawa seolah mendapatkan kocokan arisan
Ah pasti mati tu orang...! seorang ibu tua memakai hijab berkata demikian
lupa diri ia sudah tua bentar bau tanah....! pemuda mabuk berkata bisik mengingatkan, jangan banyak cakap
Dengan susah payah ABK pemberani berenang ke dalam lautan menyelamatkan Rohim yang sudah pingsan karena banyak menelan air laut
setelah di pastikan selamat dan masih hidup Rohim segera di larikan keruangan kesehatan. sedangkan ABK penyelamat malah termenung menatap Rohim yang sedang di tandu
* halahhalah, masih sempet ngomong? gak kehabisan nafas kamu tadi! ABK kedua berbicara menyadarkan sambil sekali menepuk bahu sang penyelamat
***
sampailah Rohim di tempat tujuan, ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya saja di desa
dengan tampang kucel Rohim naik angkot, tak sengaja duduk bersampingan dengan pak Lurah, sama hendak kembali ke desa
__ADS_1
* loh..?! Rohim, ini Rohim putra buk jumilah yang merantau di Lampung itu kan?
" ia saya Rohim putra buk jumilah, jawaban bernada sendu. bapak siapa?
" ini bapak pak Wesmo tetangga kamu, sekarang bapak sudah jadi Lurah. bapak baru pulang dari kantor KUA mengurus surat-surat buat pernikahan
* pernikahan siapa pak?
" Lastri, 4 hari lagi tgl pernikahannya.
* sama siapa pak? bukannya lastri kuliah di Solo! selama ini Lastri belum nikah?
" nak sebenernya bapak gak tega sama calon suami lastri, dia sudah menikah namun karena adik dari mempelai meninggal yaitu kekasih lastri, terpaksa Aryo harus menggantikan posisi *mendiang Satria.
* mengantikan bagaimana maksut* bapak?
" Satria tunangan lastri, setelah meninggal satria datang menemui pak mulyo dan aryo, agar aryo mau menjadi bapak dari anak yang di kandung lastri, buah cinta mereka berdua
* ah bapak ini, ada ada aja Rohim baru tau cerita asal begitu....! cuma mimpi kok di anggap serius
" sudahlah, bila sudah sampai desa, kamu main ke rumah bapak nanti bapak ceritakan semua ke kamu. jangan lupa bawa oleh-oleh dari Lampung
__ADS_1
* iya tenang aja nanti Rohim anter oleh-oleh khas Lampung buat bapak, kerupuk kemplang
~ merekapun tertawa dan bercandara ria sampai tak terasa perjalanan telah usai, Pak Lurah dan Rohim memutuskan berjalan beriringan menuju kediaman masing-masing