
jumat pagi, dani pulang dari tempat kerjanya dengan tergesa-gesa
membereskan semua surat-surat penting didalam lomari kamar tidur seperti setumpuk map identitas diri, lalu membakarnya di halaman dapur
entah apa yang terjadi, dani begitu frustasi juga tubuh lelahnya
raut wajahnya terlihat suram dan kerung " ada masalah apa di kantor? tanya ku di dalam hati.
dani duduk bersandar di tembok dapur sambil menselanjarkan satu kakinya, menopang tangan yang diletakan di kepala dengan satu kakinya lagi
dani terlihat begitu pusing dan kesal
aku menghampirinya tanpa berucap sepatah kata pun ' mencoba mencari tau
TIBA-TIBA dani membuatku terkejut ; menarik tangan kananku memelukku mendekapku di dalam dekapan tubuhnya yang hangat
tak berani aku berkata tanya padanya, hanya diam sambil memeluk badanya dengan pelan
dani mencium keningku, mengusap rambutku dengan lembut menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kananya memeluk pinggangku dengan erat
( ada apa inih? tak biasa dani seperti ini. mungkinkah ada masalah di tempat kerjanya )
lalu dani beranjak menarikku bangun, menyeretku masuk kedalam kamar membuatku takut.
__ADS_1
dani melepaskan semua pakaiannya (baju seragamnya )
dia bertelanjang di depan ku dengan hanya menggunakan celana dalam saja tanpa ada rasa malu ( aduh kaget aku "pikirku dalam hati" dani ini apa apaan sih? jangan-jangan! )
sontak aku lari kedalam kamar mandi bersembunyi dari dani
dani memanggilku,,...." dek ngapain kamu di kamar mandi? memang mas mau apa coba? sinih keluar! jangan takut gak akan mas apa-apain
aku pun keluar setelah mendengar perkataan mas dani barusan, saat aku keluar kamar
mas dani sudah mengenakan pakaian santai, kaos polos dan celana levis panjang
dani memasukkan beberapa stel pakaian kedalam tas, ku hitung 3 stel pakaian miliknya dan 6 stel pakaian milikku
setelah mendengar perintah mas dani aku langsung berganti baju, mengenakan apa yang ia suruh
tak pernah mas dani menyuruhku seperti ini.." pasti kami akan pergi ke suatu tempat dikarnakan membawa bekal pakaian
mas dani itu pria jahat dan galak dia selalu mengurungku dirumah. telpon ku bahkan selalu dilacak olehnya, kemanapun aku pergi dia selalu tau dari kejauhan. bahakan untuk sekedar bermain kepasar menghilangkan jenuh saja di tau dan menyuruhku untuk segera pulang
tak pernah mas dani mengajaku pergi ke pantai ataupun taman bermain, waterboom saja tak pernah, lalu sekarang ingin mengajakku keluar rumah sambil membawa pakaian
PRIA ini ( sentakku di dalam hati untuk dani ) untung saja kamu tampan kalo tidak sudah aku apkir kamu. nada serasa ingin mengolok-ngolok dani yang sibuk sendiri
__ADS_1
dani menggandeng meraih tangan kananku, mengajaku pergi dari rumah yang mewah dan besar ini
HAaaah?????? aku kaget mas dani mengajaku keluar rumah tanpa menaiki mobil "kaki kami" yang biasa mas dani bawa untuk alat tranportasi
" loh loh loh,,,,,," mas kita mau kemana kok jalan kaki? mobil kan ada di rumah! gak bawa mobil aja?
* DEK kita naik bus di depan gak usah bawa mobil
GAk mau, ( sambil aku melepas paksa gandengan tangan mas dani dari ku ) gak pake mobil sendiri adek gak mau pergi TITIK.
bus itu panas bau juga kotor
* Adek jangan manja mas dani gak suka ( dengan nada lembut dan merayu )
" mas adek gak mau ke mana-mana adek mau di ruamah aja.
* Dek kita harus pergi untuk beberapa hari, hanya 3 hari saja setelah itu kita pulang
" kita mau kemana mas? ( nada ku kesal )
mas dani hanya menjawab ku dengan 4 kata saja" ,nanti juga adek tau
kami pun berangkat, meninggalkan rumah kami yang besar dan mewah. sedih, semua barang berharga ( perhiasan dan pakaian mahal ) milikku di tinggal "tak boleh di bawa"
__ADS_1