Hanna Aryana

Hanna Aryana
hari wisuda


__ADS_3

wisuda telah tiba sedari subuh lastri bersiap merapikan pakaian kebaya yang akan dikenakan


lastri berburu-buru segera pergi ke salon dengan memesan ojek online hanya untuk menyangul rambut, merias wajah


lastri sangat berantusias semangat berdandan secantik mungkin untuk dipamerkannya pada satria


sesampainya lastri dikampus, satria sudah menyambut lastri di depan gerbang sambil membawa sekotak coklat sebagai tanda hadiah selamat wisuda


lastri sangat bahagia tersenyum riang tak ada sedikitpun raut wajah sedih


lastri lupa bahwa ibu bapaknya tidak dapat hadir ke acara wisuda dikarnakan ibu mulai sakit-sakitan tapi lastri lebih sedih dan kecewa bila kekasih hati tak datang


di anggap kata, "ibu bapak kan rumah jauh dari sini jadi wajar gak bisa datang" pikir lastri dalam hati


acara pun selesai hari beranjak siang dan semua bersiap kembali pulang kerumah masing-masing


tak dengan lastri, ia lebih memilih berfoto ria bersama satria dan kawan-kawan satu organisasi di dalam kampus sebagai tanda perpisahan


setelah itu lastri, satria dan kawan-kawan pergi ke cafe untuk acara makan-makan bersama, menghambur-hamburkan uang seolah uang itu jatuh dari langit seperti air hujan

__ADS_1


mereka mengadakan pesta kecil-kecilan di cafe itu sebagai tanda kegembiraan mereka karena sudah di wisuda


hari beranjak sore tapi lastri dan satria belum juga pulang, mereka menyempatkan diri mampir ke taman kota untuk memadu kasih


lastri lupa tak memberi kabar pada ibu bapak bahwa ia sudah diwisuda, lastri malah memilih untuk mematikan hp agar tidak menggangu sementara lastri sedang bersenang-senang


***


"di rumah ibu bapak mulai khawatir, bapak berkata, lastri jadi di wisuda gak ya buk?" tanya bapak pada ibu


"entah lah pak hp lastri sedari siang gak aktif gak bisa di telpon" diiringi dengan gerak tubuh khawatir dan gelisah


bapak berbicara dalam bahasa jawa


"uwes toh pak ra usah kesuh ko'we la lastri ge en'dang ke'i kabar" jawab ibu menenangkan bapak yang sedang gelisah memikirkan kelulusan lastri hari ini


bapak tau tidak dapat hadir menemani lastri wisuda dikarnakan ibu sakit dan jarak kota solo ke desa itu jauh, butuh waktu sehari semalam bila naik bus.


sedangkan bapak tidak tega meninggalkan ibu sendirian dirumah apalagi di desa masih minim penerangan takut bila terjadi sesuatu warga lain tak mengetahui

__ADS_1


dikota malam mulain menjelang tapi lastri belum juga pulang ke kos tempat lastri mengontrak, lastri malah asik bercumbu ria di taman bersama satria


ini kali pertama lastri berciuman, suara lastri terdengar...!


emh ah eamh bibir lastri di ***** satria


satria terus mengarahkan lidahnya agar lastri mau membuka mulut


disaat lastri membuka mulut, satria langsung mengarahkan lidahnya masuk untuk bercumbu didalam mulut lastri


tangan kanan satria memegang rambut lastri mengarahkan kepala lastri ke wajahnya


sedangkan tangan kiri satria mendekap pinggang lastri menempalkan tubuh lastri pada tubuhnya tanpa ada selah


buah dada lastri menempel tepat pada badan satria membiarkan satria menikmati


mereka lama bercumbu sampai bibir lastri bengkak


setelah mereka puas bercumbu di taman kota, satria pun segera mengantar lastri pulang untuk beristirahat tapi sebelum mereka pulang satria sempat mencumbu lastri untuk kedua kali tapi di bagian leher sampai leher bekas cumbuan berubah kemerahan

__ADS_1


__ADS_2