Hanna Aryana

Hanna Aryana
masa lalu Rohim dan Lastri


__ADS_3

Rohim sejak umur 10 th sudah tinggal dan menetap di Jakarta bersama nenek dan kakeknya, sementara ibu bapak tinggal di desa.


setelah lulus SMA, Rohim sering bulak balik pulang kampung setiap kali hari raya.


saat solat Idul Fitri tak sengaja Rohim melihat, memandangi Lastri yang berjalan beriringan bersama kedua orang tuanya, saat itu Lastri masih bersekolah SD, terlihat sangat kanak-kanak


entah mengapa perasaan Rohim dalam lubuk hati berdegup dengan kencangnya...


DAGDIKDUK.......,...!


setelah seminggu berlalu, Rohim memutuskan kembali pulang ke Jakarta menemani kakek dan neneknya


sementara perasaan sukanya pada Lastri ia buang jauh-jauh mengingat Lastri masihlah sangat muda, tak mungkin tega mengganggu seorang anak yang cantik jelita


***


sampailah Lastri menginjak gadis dewasa, Rohim kembali pulang ke desa berusaha untuk mendapatkan pujaan hatinya dulu. namun mendengar kabar bahwa lastri tinggal dan kuliah di solo, tak ada di desa. desas desus Rohim mendengar, bahwa Lastri juga sudah memiliki kekasih di kota solo


pupus sudah harapan Rohim untuk meminang Lastri, ia bergegas kembali ke Jakarta.

__ADS_1


Ibu jumilah merasa bingung dan ter'tohok melihat kelakuan putra pertamanya itu, ada apa gerangan? kenapa buru-buru pulang padahal baru sampai di sini kemarin pagi. sore sudah mau pulang lagi, ditanya hanya jawab; rindu pada ibu bapak.! ucapnya demikian tanpa ada BASA BASI ( bahas sana bahas sini )


* Rohim apa benar kamu sudah mau pulang lagi? kamu baru sampai.. ( ibu dan Rohim berbincang di teras warung )


" iya buk, saya kesini hanya mau menengok keadaan ibu bapak saja. bila terlalu lama kasian nenek dan kakek di Jakarta


* ya sudah kalau mau kamu seperti itu, hati-hati dijalan. zaman sekarang banyak penjahat menggunakan ilmu gendam atau hipontis di jalanan atau di angkutan umum untuk menjarah harta benda. jangan lupa ibadah, baca doa dan selalu mengingat tuhan yang maha esa agar selalu di lindungi dalam setiap perjalanan..


" ibu tenang saja, setiap kali Rohim kemari ibu selalu mengingatkan hal yang sama disaat Rohim hendak pulang ke kota


* tentu saja, kamu putra ibu, mana mungkin ibu tak mengingatkan. sejak usia 8 th kamu lebih memilih tinggal di kota menemani nenek dan kakek mu di sana, bagaimana bisa ibu membiarkanmu begitu saja setiap kali kamu datang kemari menengok keadaan kami


***


~ kisah ini sebelum Rohim pulang ke desa, memutuskan mencari Lastri untuk mengutarakan perasaan suka


***


sampailah Rohim di umur 26 th, ia memutuskan untuk menikah bersama kekasih satu pekerjaan di Jakarta, tepatnya di PT tekstil

__ADS_1


namun apalah daya dari seorang Rohim, ia tak mampu memenuhi semua keinginan dan kebutuhan istrinya, setelah 2 th menikah istri tak kunjung hamil karena KB, tidak mau hamil dulu selama masih terikat kontrak bekerja sebagai SPG disalah satu mall terbesar di Jakarta pusat


istri selalu saja membeli barang dan pakaian mahal di aplikasi belanja berbasis online


sudah buat pusing dengan tingkahnya selalu menuntut uang lebih untuk belanja dan makan di restoran bersama kawan satu pekerjaan dengannya, padahal suami hanya seorang buruh pabrik, gajih kerja sebulan tak seberapa dibandingan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan permintaan gaya hidupnya yang seperti para kalangan Artis.


ditambah lagi setiap dia pulang kerja selalu mengajak ribut minta dibelikan mobil baru langsung dari gerai Deler resmi, uang dari mana? memang uang itu daun jati apa...?! tinggal petik langsung dari pohon


suami pulang kerja bukan disambut baik, tidak dibuatkan kopi tidak juga memasak. tidak pernah mau masak, suami makan selalu beli di warung makan "Warteg"


setiap kali disuruh cuci pakaian malah membentak kasar, menolak keras. takut kuku kuku indahnya yang selalu dirawat di salon jadi rusak dan patah, tangan gak halus gak mulus lagi padahal itu menunjang penampilan dalam bekerja, bicara semaunya saja...!


baju miliknya sendiri yang selalu dibawa ketempat Laundri, sementara baju milik suami di tinggalkan begitu saja di keranjang pakaian kotor


setiap pagi sebelum berangkat kerja Rohim selalu menyempatkan mencuci pakaian miliknya dan juga menyapu, mengepel lantai, membrsihkan kaca rumah


***


Rohim termenung dimalam hari sambil meminum miras di kolong tol bersama kawan-kawan, ia memikirkan tentang biduk rumah tangganya, berfikir ini semua sudah mencapai ambang dari puncak kesabarannya, daripada ribut lalu kelepasan membunuh istri, lebih baik menceraikan istri saja.

__ADS_1


setelah bercerai Rohim memutuskan pergi merantau ke Lampung untuk menjauh dari mantan istri dan melupakan semua permasalahan yang menyangkut status kedudukan dalam hal finansial


__ADS_2