
kenapa kau terus membututi orang itu? Jawab. Aku bertanya
Apa kau ingin mati? Aku bisa memberikan kematian untukmu!
"Hahahaha... putri, anda tidak akan bisa membunuhku" Mahluk hitam legam itu memanggil seseorang dihadapannya dengan sebutan putri "Kenapa memperdulikan mahluk hina itu, dia tidak akan mengucapkan terima kasih padamu"
"Jawab saja pertanyaan kenapa kamu mengikutinya?"
"Dia sendiri yang mengantarkan nyawanya padaku"
"Bohong. Kamu yang mengikutinya! Pergilah, biarkan dia tetap hidup"
"Tidak bisa"
"Kenapa tidak bisa?"
"Tuhan sudah mengijinkan aku membunuhnya lalu meminum darahnya"
__ADS_1
"dasar mahluk hina. Mati saja kau. Dasar pembohong, kau tidak pernah berkata jujur"
"Aku tidak akan berbohong pada putri, semua memang sudah Tuhan ijinkan dan manusia itu sendiri yang mengantarkan nyawanya padaku karena dia bukan manusia yang melakukan kebaikan dalam hidupnya"
"Aku bukan putri. Mati saja kau"
"Silahkan saja bila putri bisa membunuhku, aku tidak keberatan mati"
"Tidak melakukan kebaikan apa yang kau maksud?"
"Itu rahasia"
"Silahkan jika bisa menggerakkan tubuh, bunuh saja aku. Aku tidak berbohong. Dia melakukan suatu hal yang tidak dapat aku ceritakan dan karena hal itu Tuhan mengijinkan aku membunuhnya"
"Tidak mungkin. Kau tidak akan bisa berbicara pada Tuhan"
"Aku bisa dan itu rahasia bagaimana aku bisa melakukanya, aku akan pergi dan melepaskan tubuhmu agar bisa bergerak lagi"
__ADS_1
"bagai mana cara kau membunuhnya? Jangan bunuh dia, dia memiliki keluarga. Apa kau tidak memiliki belas kasih"
"menghalangi laju jalan kendaraannya 'Berdiri ditengah-tengah jalan:. Keluarganya harus mengikhlaskan kepergian, semua sudah takdir yang harus mereka jalani" mahluk itupun pergi bagaikan kepulan asap hitam
***
Benarkah semua itu nyata? Bila memang iya lalu kenapa itu bagaikan mimpi. Aku ketakutan sangat ketakutan, terbersit seutas film pendek. dengan jelas aku bisa melihat mahluk hitam itu menghalang laju kendaraan ditengah jalan, aku berusaha berteriak menghentikan laju itu namun semua sia-sia. Terlihat jelas darah merembes dari tubuh tak berdaya, pilu. Sangat menyakitkan
Mahluk hitam itu tertawa menggelegar suaranya menggema. Mengerikan, lalu mahluk itu memutuskan rangkaian klise pendek, menyadarkan dari keheningan. Dia tau aku ketakutan sangat ketakutan, tubuhku bergetar namun dia mengunci gerak tubuhku agar tidak ada yang dapat menyadari percakapan kami
Seolah aku sedang duduk termenung menengok pemandangan luas tak berujung, hanya butuh beberapa detik percakapan yang kami lakukan tetapi dalam alam bawah sadar butuh waktu lebih lama sekitar bermenit-menit
Aku bertanya dalam hati, tidak melakukan kebaikan. Apa yang dia maksud? Mungkinkah yang dimaksud itu dusta sama dengan yang dia ucapkan padaku barusan?
Lulu bila memang orang itu tidak melakukan kebaikan bagaimana dengan para penjahat? aku tidak pernah bisa memahami teka-teki ini seumur hidup. Sangat membingungkan, sampai sekarang aku belum bisa menemukan jawaban yang sesungguhnya, hanya ada ketakutan dalam hatiku
Tuhan kenapa engkau biarkan semua itu terjadi? Mahluk itu bila engkau yang sudah mengijinkan, lalu bagaimana cara engkau mengijinkanya? itu terasa aneh Tuhan! Kenapa aku tidak bisa mendengar suaramu tidak juga bisa menemukan dimana engkau berada? Apakah Tuhan tinggal di bulan? Bulan itu indah, dari kecil aku berfikir bahwa Bulan itu rumah Tuhan
__ADS_1
Ini benar-benar aneh, namun hanya itu yang aku ketahui tidak lebih dari itu. Setiap kali aku bertanya mereka menjawab Rahasia, Belum saatnya, Belum tiba waktunya, Nanti juga mengetahui dengan sendirinya dan lain-lain
Itu sangat membingungkan, cukup. Berkata, dia sendiri yang mengantarkan dirinya, sudah diberi peringatan tetapi tetap datang 'Harus membayar' perkataan apa itu? aku tidak mengerti, terlalu jauh itu buat aku