
Hari ini tanggal merah Nasional selama 3 hari, sangat menyenangkan tidak perlu capek mengendarai motor metik selama 30 menit untuk sampai ke tempat PKL dan gak perlu capek pulang sembari membawa karung beras yang bisa mengeluarkan suara terus menerus banyak bicara sepanjang jalan.
Tetapi, karung beras itu cantik juga warna bungkus bersih makanya dia PD deketin banyak karung beras beda merek. Dia minta ditumpuk jadi satu dengan karung beras yang ukuran berat dua kali lipat dari dia
Lucu memang punya teman yang setiap main atau nebeng selalu menceritakan tentang kekesalan mereka pada teman satu sekolah atau pada gebetan baru
Hana tidak pernah bisa ikut nimbrung tentang kekesalan kepada teman ataupun kesal pada gebetan baru karena Hana belum pernah cinta monyet dari sekolah TK sampai masuk SMK. Hana tidak pernah menyukai berkumpul bersama teman sekolah membincangkan hal yang dia tidak terlalu perduli kan, Hana pasti menghayal sendirian didalam lamunannya mendengarkan suara teman yang sedang mengoceh racau
Entah mengapa Hana selalu mendapatkan perundungan oleh teman satu kelas dimulai dari SD, dia tidak bisa membaur bersama teman-teman untuk main dan belajar kelompok. Dulu Hana adalah gadis kecil yang sangat bawel, manja, centil, nakal. Namun semenjak lulus TK semua berubah Hana menjadi sosok pendiam, penyendiri, pe'ra'ha'sia, pemalas
Setiap kali Hana teringat masa kanak-kanak dulu dia merasa selalu ingin kembali merasakan masa itu dimana Hana tertawa riang tanpa harus memikirkan masa depan
Hana gadis kecil yang bisa melihat sekilas masa depan tetapi tidak bisa kembali pada masa yang lalu. disetiap Hana melihat gambaran semua berbentuk klise film acak yang harus dirangkai dimulai angka satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan sampai menuju angka sepuluh. Tetapi, Hana juga bisa salah merangkai urutan klise film. Tentu itu bukan masalah karena Hana percaya apa yang dia lihat dalam benak pikiran tidak akan membayar apapun dari harga seutas Klise Hitam Putih, Hana percaya angan dari sebuah gambaran untuk mengubah, menolong, menjaga.
Cukup Hana mengingat sebagai tanda peringatan bahaya di perjalanan, tidak melebihkan sampai mengagungkan bahwa klise film adalah sebuah kebenaran untuk dipuja
Hana tanpa sengaja memandang seseorang lalu dia melihat seutas klise hitam putih menggambarkan kebahagian yang akan diraih orang itu, lalu Hana tersenyum dan berpaling
Dilain sisi Hana memandang seorang lagi yang dia sangat mengenalnya, ya! Kakek sambung Hana dari Mamah, adik sepupu Ibu Mamah. seutas film acak itu menggambarkan tutup usia Kakek. Hana ingin sekali meneteskan sebutir air mata namun apa daya pupil mata tidak ingin menyia-nyiakan setetes air garam pun
Hana begitu hancur dan pilu harus kehilangan satu Kakeknya lagi. Kakek yang telah menolongnya dulu untuk menutup guncingan orang banyak bagaimana Hana tidak terbawa arus air irigasi padahal sedang banjir. 'Air baru datang dari bendungan untuk mengairi persawahan, tanam padi'
Dia melihat Kakek dalam gambaran itu tidak ingin dilihat jasadnya oleh Hana sebelum mengenakan kain kafan, dan benar saja disaat ajal menjelang kepada Kakek. Hana tidak bisa menengok kediamannya selama pagi itu, dia baru sampai jam 10 siang. Dilihatnya Kakek tercinta sudah dibungkus kain kafan tergeletak di atas keranda tanpa penutup
Hana meneteskan satu bulir air mata dari salah satu sudut matanya, setelah itu sampai Kakeknya digotong ke pemakaman lalu dimasukan ke liang lahat ditutup tanah menggunung, Hana tidak bisa mengeluarkan air garam dari pupil mata. Raga Hana menolak untuk menjadi lemah, menolak untuk menjadi pecundang
__ADS_1
Lalu-lalu dan lalu, semua sangat menyakitkan. Hana gadis kecil punya kebiasaan buruk. Dia suka sekali menatap jarum jam pendek penunjuk angka, jarum panjang penunjuk garis menit dan tentu saja jarum panjang tipis berputar mengelilingi rangka jam menghitung jumlah detik
Semua itu sudah menjadi memori sejak kecil dimana dia tidak bisa mengetahui tidak bisa memastikan kapan waktu dan tempat peristiwa dari seutas klise itu akan menjelang terjadi atau tidak? Selalu tanda tanya yang ada dibenak Hana
Hana selalu dihantui rasa ketakutan, seolah-olah dia tidak bisa bertahan. Namun apa daya, toh Hana percaya semua sudah ditentukan oleh Tuhan yang Maha Esa. Lalu kenapa terus-menerus berlalu dalam pilu? Bukannya Tuhan sudah mengirim banyak orang untuk terus-menerus tanpa henti dan lelah memberikan kekuatan serta kebahagian agar Hana tidak kesepian juga tidak merasa sendirian
***
"Dinda...." Hana berteriak memanggil nama temannya sambil berlari tergesa-gesa
Dinda menoleh dengan muka datar "Apa?"
"Tunggu!" Hana merasa hampir saja terbelit kedua kakinya karena menginjak tali sepatu dikenakan yang terlepas dari ikat pita "Dinda hari ini kita mau kemana?" Sesampainya Hana pada Dinda tanpa basa-basi langsung bertanya
"Tempat biasa warung bubur" Dinda menjawab sembari melangkahkan kaki meninggalkan Hana yang masih membenarkan ikatan tali sepatu miliknya
Sementara teman-teman Hana yang lain dari satu kelompok tidak pernah mau bergabung entah mengapa
Rasa bubur kacang ijo di warung langganan itu sangat manis, terlalu banyak menggunakan gula pasir. Terasa gigi-gigi linu, ingin Hana mengatakan jangan terlalu banyak gula keburu diucapkan Dinda "Mang, bubur buatan Mamang kok manis amat sih mang?"
"Udah Takeran Neng! Hari ini mau persen apa?"
"Mir rebus aja" Dinda, beberapa kali pernah memesan bubur. Namun, Sella dan Ririn memang tidak pernah memesan bubur kacang ijo
Tanpa sengaja arah pulang Hana berjumpa lagi dengan kak Setyo dan kak Indra. Sella menyapa pada kak Indra "Mau kemana Pak?" dan kak Indra menjawab dengan kebingungan mencari alasan "M.... ma...u beli rokok" Suaranya terbatah-batah. sementara kak Setyo tetap diam seribu bahasa
__ADS_1
"Sella kamu sering jajan di warung bubur itu toh?" Kak Indra melanjutkan pertanyaan tanpa memberi Sella untuk bertanya kembali
"Iya, aku sama yang lain memang sering kesini pas jam istirahat. kita kalau beli jajan kesini terus" Sella menjawab sangat antusias "Ayo Pak kapan-kapan gabung sama kita. Bapak yang bayarin tapi ya!"
"Gak ah malu, dah dulu ya" Kak Indra dan kak Setyo melanjutkan perjalanan entah menuju kemana
Semenjak hari itu Hana sering melihat kak Setyo jalan kearah warung bubur di jam istirahat di setiap kali Hana pergi jajan. Saat itu Hana tidak memiliki pemikiran apapun tentang kak Setyo kenapa dia sering datang tetapi tidak mau mampir
Dipikir Hana "Mungkin mau beli rokok, tetapi kok jauh? Kan didepan gerbang kantor ada warung kaki lima! Kenapa harus jalan jauh sampai sini? Aneh" Hana berbicara pada Sella, dia diam saja tidak mau menjawab pertanyaan Hana
***
Sejak pagi, tidak lama setelah jam masuk kerja Dinda sudah datang kekantor Hana lalu menceritakan banyak hal, dimulai dari dia dimusuhi oleh teman satu kelompok yang semuanya bertugas di kantor atas. Semua tidak menginginkan Dinda bergabung karena mempermasalahkan Dinda suka sex dengan pacarnya
Hana terdiam di setiap menitnya, tentunya mendengarkan semua curhat Dinda walau beberapa ada yang Hana tidak mengerti karena tidak terlalu mendengarkan
"Kenapa sih mereka usil sama aku? aku mau buat ini itu toh gak ngerugiin mereka" Dinda berbicara keras sambil sesekali menghentakkan kaki dan tangan
"Meraka itu usil, sok suci. Padahal Mega aja buat begitu, foto bugilnya sampai di upload sama teman sex dia buat ngancem dia kalo gak mau lagi. Tapi, kenapa Mega gak di jauhin gak di usilin? Sama aku usil, aku gak pernah usil sama mereka"
Mendengar setiap jengkal kalimat yang Dinda ucapkan membuat Hana mengantuk, setiap kali Dinda membutuhkan jawaban Hana hanya memberikan senyuman dan anggukan saja tanpa mengeluarkan pertanyaan atau membenarkan sikap Dinda melakukan itu.... bersama kekasihnya tidak sampai hamil karena selalu menggunakan pengaman
Tanpa Hana sadari perbincangan memalukan itu didengar oleh kak Indra dan kak setyo, mereka bersikap biasa saja. Namun dilain waktu kak Indra suka sekali menggoda Dinda menggunakan kalimat yang menyangkut kenikmatan di setiap kali Dinda datang berkunjung
Dinda menjawab dengan malu-malu, dia tidak sungkan berkilah bahwa dia belum pernah melakukan. kak Indra tertawa, merebut Hp yang digenggam Dinda lalu membawa masuk keruang SABHARA membuka isi Vidio ternyata semua isi memori penuh dengan vidio adegan dewasa. Kak Indra terbahak-bahak mentertawakan Dinda yang suka sekali menonton film 19++ "Wah bener-bener semua film ini bokep"
__ADS_1
Dinda berlari keluar ruangan setelah merebut paksa Hp miliknya. Malu sudah ketahuan, padahal kak Indra tanpa segan mangaku sudah pernah membeli wanita malam. Pipi Dinda merona merah seperti buah ceri telah masak disaat menerima olok-olok itu tetap saja malu
Melihat tingkah mereka berdua, Hana terdiam tanpa seutas senyum dibibirnya. lebih asik menonton tv bersama kak Setyo dan begitupun kak Setyo tidak mengeluarkan suara apalagi mengalihkan pandangan dari layar tv. Sepertinya Hana dan Setyo adalah sepasang Pohon 'Benar-benar kaku, daun dan ranting pohon bergerak diwaktu angin menghembus saja'