
Menjadi pengangguran memang membosankan. Dengan iseng Hana membuka akun sosial media yang menampilkan banyak wajah, tentu saja Facebook. Tanpa disengaja Hana membaca sebuah iklan dari aplikasi baca novel online cukup terkenal namun mahal di ongkos untuk membaca dari setiap kelanjutan novel yang ada diaplikasi itu
Sekilas hanya beberapa puluh halaman saja karena kelanjutan cerita harus dibuka menggunakan koin emas, Hana membaca setiap kisah yang diceritakan oleh si penulis. Bercerita tentang seorang Ketua Tentara tanpa sengaja memperkosa warga sipil yang sedang melakukan percobaan pelarian dari penyekapan yang dilakukan mantan kekasih suaminya. Tentara itu sedang dalam pengaruh obat perangsang gairah yang membuatnya lepas kendali
Semakin lama membaca kisah, semakin Hana terus berfikir "Apakah kisah ini bisa saja kenyataan?" Bukan terbawa suasana dari si penulis hanya saja Hana terus merasa bahwa dirinya mungkin saja terlalu naif menjadi seorang gadis baik
Lalu disana diceritakan juga bahwa si wanita tidak harmonis dalam menjalani biduk rumah tangga. Suaminya selalu berselingkuh dengan banyak wanita simpanan dan si pemeran utama wanita selalu saja dilukai dan dimaki. Apalagi karena si pemeran utama wanita terlahir dari keluarga miskin
Diceritakan juga tentang acara minum bir "Apa kehidupan kota yang namanya minuman bir itu ibarat jus jeruk? Mabuk mabukan itu bukan hal tabu untuk dilakukan ataupun dilihat oleh setiap orang yang menjalani hidup perkotaan. Aku, jangankan minum minuman itu menghirup aromanya saja tidak." Hana memincingkan pupil matanya "Haram lah hukumnya"
Terus seingat Hana alat kontrasepsi juga ada yang berasa buah-buahan "Padahal yang di jilat rasanya agak amis lengket harusnya! Tapi yang kena lidah malah rasa semangka" Terus saja Hana membayangkan kantong karet masuk kedalam mulut "Apa enaknya makan bahan buat bikin karet gelang?"
Yang menjadi sedih di setiap jengkal Hana membaca cerita adalah kenapa si wanita berprofesi sebagai dokter kandungan! Hana juga ingin menjadi dokter, rasanya terluka disaat suatu profesi diidam idamkan terlihat begitu tidak baik dijalani ataupun tidak terpandang
Konflik yang ada membuat Hana melamun. Apakah ia juga suatu saat nanti akan diperlakukan sama oleh suaminya nanti? Memiliki banyak wanita simpanan, apakah suatu saat nanti Hana hanya akan dianggap sampah?
Hana berbaring cukup lama di ranjang sambil ia tak henti terus memainkan game ular tangga di gawai miliknya. Terus saja berfikir
Mencoba terus mengingat semua kenangan mata Hana mulai bergetar menahan tangis, pandangannya mulai kabur, hatinya terasa sakit. Begitu perih bagaikan daging teriris iris, Nafas ini mulai sesak setiap mengingat semua tentang kisah
"Apakah aku juga akan dicampakkan? Dibuang begitu saja bila dia sudah bosan. Kenapa aku begitu sedih teringat semua kenangan dulu."
Tapi setiap jengkal kisah membuat Hana tak ingin berhenti untuk terus membaca sampai ia bertemu dengan tulisan Saldo Anda Tidak Cukup. "Waauw..... Ada juga aplikasi yang tidak best friend di kantong cek...cek...cek kasihan sekali aku ini" Hana berdesis hebat dalam hati. "Di Mangatoon saja tidak semahal ini. Ada gratis voucher dan tidak memaksa membayar bahkan suka kasih bonus point."
__ADS_1
Hana menyukai Setyo karena ia memang merasa suka tetapi di satu sisi Hana menyadari apa posisinya yang mungkin saja patut dikata orang bahwa gadis miskin tidak imbang bila di persandingkan dengan bujangan sukses dan terpandang
Jalan hidupnya yang pahit sejak kecil membuat Hana sangat menjauhi dan menghindar dari setiap khayalannya dulu, dimana ia selalu mendambakan kehidupan yang bahagia seperti mimpi. Dan saat ia berkaca, memandang dirinya di cermin "Aku tak pantas, aku lahir ini hanyalah anak desa yang tidak punya masa depan cerah serta masalalu pelik biduk rumah tangga Ayah dan ibuku telah membuatku terus terbayang-bayang"
Semenjak luka perih Hana tidak pernah merasa mendapat kebahagiannya kembali, bekas luka saja yang terus diingatnya tentang penghianatan dan kekecewaan. Hanya saja Hana terus bertahan karena ia masih teringat jelas tentang semua impian dimana suatu saat nanti mungkin saja akan ada sedikit harapan dapat terwujudkan karena itulah Hana tetap ingin bertahan
Menjadi bodoh kembali "Tapi sekarang orang yang aku suka bekerja sebagai seorang yang tidak pernah aku sukai tentang pekerjaannya, dulu aku berharap calon suamiku adalah lelaki yang kedudukan dimasyarakat setara denganku" Hana ingin mengerti dan membuka mata bahwa ia tak pantas untuk diperlakukan bagai seorang princess. Toh suatu saat Setyo pasti bosan pada Hana, tidak menginginkan lagi ada Hana disampingnya "Dulu bilang mencintai, yang akan datang bilang memilih perpisahan"
"Apakah diriku ini sangat kasihan, terlalu mengemis cinta pada seorang lelaki?" Hana mulai menahan perasaan gejolak, ia menggigit ujung bibirnya mencoba menahan sakit dari setiap perasaan yang muncul. Dengan pelan tapi pasti Hana tidak bisa menangis hanya karena membaca novel bergendre romantis melankolis. Hana itukan suka nonton film kartun, gaya begitu mana masuk dikotak kubus
Kekesalan, frustasi yang sedikit dibuat buat mulai merasuki otak Hana membuatnya ragu untuk melanjutkan hubungan kasih bersama Setyo takut suatu saat nanti Setyo bersikap layaknya sama dengan kisah di judul novel yang barusan saja Hana baca.
"Apakah dia juga akan mengkhianati, menjebak cintaku lalu berpaling dariku? Melukaiku begitu dalam? Apakah aku ini berharga untuknya? Bila saja aku terus mencintainya, berati aku tak sayang pada diriku sendiri?"
"Apakah diluar setara kedudukan itu sangat terlihat jelas membeda-bedakan dari satu orang ke orang lain pada perkumpulan kemasyarakatan?" Hana mulai betingkah jorok, dia terus saja memainkan rongga hidungnya karena gatal "Lagipula kisah ini terlalu dramatis"
Ya Hana menyadari bahwa hidup ini memang memiliki jalan yang panjang dan berliku tidak melulu lurus "Hah aku bosan membaca kisah novel terlalu memuakkan" "Selalu saja seperti ini! Toh apa iya sesulit dan semudah itu? Aku rasa itu hanyalah khayalan si penulis walaupun memang sih bisa saja kisah ini berlaku nyata namun aku lebih sedih saat membayangkan tentang perselingkuhan yang diceritakan menarik sampai membuat setiap pembaca menjadi tertarik dengan rasa penghianatan"
Hana tidak terpancing dengan semua kisah yang ditulis itu karena baginya dunia malam tentang wanita penjaja diri sudah tak asing dipandangan sejak ia masih kanak-kanak, perjudian apalagi
Semua itu hanyalah omong kosong
Kisah pahit selalu saja meracuni. ingatan yang membuat Hana ingin berpisah dari Setyo. Entah mengapa dia tak pernah memperlihatkan batang hidungnya untuk sekedar menunjukan bahwa dia ada untuk Hana. Rasa kecewa selalu saja menyelimuti hati Hana dengan penuh luka dan perih dari rasa sakit tersayat
__ADS_1
"Bila saja aku berpenampilan buruk! Apa dia tidak merasa jijik padaku? Aku tidak ingin menjadi badut didepan matanya, ditertawakan orang banyak serta dihina, caci maki"
Selalu saja Hana mengurung diri karena ia tidak ingin rahasia perih dimasa lalu selalu menjadi gunjingan orang banyak
Sama pada saat awal para ibu tetangga mendengar kabar tentang kehancuran biduk rumah tangga keluarga Hana. Dimana mereka selalu mengorek keingintahuan, bertanya pada seorang gadis kecil lalu bergunjing didepan gadis kecil itu yang sedang bersedih, mengatakan keburukan serta penghinaan. Perlakuan mereka benar-benar terasa memerah
untung saja air mata berwana bening sedikit keruh bila saja berwarna merah pasti bisa kena dara rendah "Kenapa aku dan kakakku diperlakukan seperti ini, mereka berkata jahat. Terlihat mereka semua menatapku penuh rasa jijik"
***
Hana tidak ingin membahas bagaimana cara Setyo membuat orang yang ditangkapnya berkata.
Kejam, caranya itu sangat kejam dipandang oleh Hana. Setyo bercerita mengatakan "Aku cabut satu persatu gigimu sampai abis" Dia berkata dengan suara keras membentak. Mengancam mangsanya atau "Bilang, cepet bilang" Berkata demikian tanpa rasa kasihan melihat anggotanya memukuli mangsa menggunakan besi dongkrak mobil sampai babak belur penuh darah, tidak bisa jalan
Itu hanyalah hal kecil dari sebagian yang Hana ingat saja. Selebihnya setiap kali Setyo bercerita Hana tidak pernah mau dengar
Bagi Hana Setyo memang lelaki menjengkelkan
Tidak melulu seromantis yang diceritakan novel romansa atau sekeren, gantel man, macho yang terbayang saat sedang menonton film Action fighter. Dalam benak Hana semua terlihat biasa saja, karena memang Hana tidak pernah ingin berimajinasi tentang hal berbahaya
Walaupun memang Setyo tidak pernah menutupi tentang pekerjaannya yang menuntutnya bersikap demikian. Kejam serta bringas
bukan berarti semua orang berlaku layaknya banteng di gedung Rodeo. Semua punya aturan. Jangan pernah main hakim jika tidak mau kena batunya
__ADS_1