Hanna Aryana

Hanna Aryana
bertemu anak kucing jantan


__ADS_3

"mamah...mamah coba lihat, hana bertemu dengan anak kucing dijalan. bagus mah, warnanya hitam putih terus ekornya pendek" kucing itu dilempar-lempar ke langit lalu ditangkap lagi


"aduh! kasian sayang. hana sayang dapet dari mana? nanti ibu ninisnya nyariin"


"ibunya gak mungkin nyariin, tadi gak ada ibuknya kok mah, ninisnya sendirian didalam karung. terus hana keluarin, ajak pulang. bagus ya mah ninisnya lucu, imut-imut"


 


"Hm, lepas sepatu ganti baju letakkan kembali semua buku belajar ke rak, setelah itu hana makan jangan lupa kucing hana juga dikasih makan" mamah melangkah pergi kedapur, meninggalkan hana di teras rumah


 


hana mengejar mamah masuk "hana boleh sayang sayang ninis mah? ninis boleh tinggal dirumah kita? makasih mamaaaah......hana sayang mamah. mamah papah kapan pulang sih mah? kenapa papah kalo kerja pulangnya lama? nana udah kangen papah"


 


"papah kerjanya dikota sayang sedangkan jarak dari kota ke desa jauh, itu sebabnya papah pulang kerjanya lama. bisa sampai 10 hari karena bila setiap hari pulang, uang yang seharunya bisa untuk bayar sekolah nana malah dipake bayar angkutan umum itukan pemborosan, mubajir."


 

__ADS_1


hana melepaskan ikat sepatu "papah kenapa gak beli motor saja seperti milik pak lurah?" melemparkan sepatunya begitu saja "waktu itu pas pak lurah lewat terus marahin hana, bapak naik motor. papah gak naik motor, makanya papah lama pulang kerumah"


mamah mengerutkan kening melihat hana melepar sepatu"sayang jangan banyak nanya juga jangan kebanyakan mengeluh, mamah gak suka." meraih sepatu lalu di letakannya ke rak sepatu


 


"makasih mah udah meletakkan sepatu hana di rak, padahal tadinyamau hana yang simpan kesitu. eh, keduluan mamah!" hana berbicara sambil mengeluarkan exspresi cengengesan karena malu takut di omel lagi


seakan semua penuh rahasia dan tanda tanya didalam pikiran hana, semakin hana tumbuh besar seakan ada banyak hal yang dipertanyakan.


"okeh dech, mamah ku sayang. hana mau makan dulu sama ninis, ninis hana kasih nama si meong eong" meraih kucing dibawah


***


mamah, papah lebih memilih tinggal didesa yang masih sangat asri ini ketimbang tinggal bersama nenek dan kakek dirumah mereka yang lebih dekat ke kota. sedangkan rumah nenek serta kakek jauh lebih bagus dan megah daripada rumah yang hana tempati bersama kakak juga kedua orangtuanya


setelah berbincang dengan mamah di dalam rumah "hana amah gak suka nana main api. nanti kebakaran gimana? papah kerja sayang, siapa yang mau padamin api? nanti bulu ninis kena api, kasian ninis punya nana jadi tersakiti"


 

__ADS_1


buru-buru hana memadampakan api "mamah hana mau masak-masakan bukan mainan api. gak mainan api kok! cuma bakar daun kering yang jatuh dari pohon"


mamah mengambil seember air dari sumur, sambil berjalan "anak ini bikin mamah marah, papah pulang marahin nana mamah biarin. nanti papah gak mau cariin lagi ikan mas disungai lagi buat hana, mamah juga gak mau goreng ikan mas lagi kalau hana gak berenti main api" menyiramkan air sampai membasahi semua tubuh hana


saat hana berusia 3 th, ia pernah tersulut api dari pembakaran daun untuk bermain masak masakan, hal itulah yang membuat mamah melarang putrinya bermain api. untunglah papah dirumah sehingga nana segera dibawa ke pukesmas terdekat


sampai sekarang luka bakar di kaki sebelah kiri hana belum juga menghilang. setiap kali mamah melihat luka bakar itu, setiap itu pula mamah meneteskan air mata. bila saja mamah tak cepat datang saat mendengar hana berteriak kesakitan entah akan sampai mana luka bakar itu menjalar


"mamah ini, hana kok ikut disiram" hana menyentakakn kakinya ketanah karena kesal


"mandi lagi sana" setetes air mata jatuh membasahi pipi mamah disaat hana berlalu pergi


seusai mandi hana bertingkah konyol "meong meong eong dimana kamu sini....sini.. ayo kita makan, mamah tadi goreng ikan mas dari papah cari di sungai tempat putri duyung mandi"


"nana gak ada yang namanya putri duyung ada juga putri ikan mas, nana makan ikan mas terus nanti putri ikan mas marah cari nana digigit sakit loh" mamah membalikkan bola matanya berputar mengelilingi kelopak mata


hana terkekeh geli "mamah gak mungkin putri ikan mas gigit putri mamah yang cantik ini, ada juga gigit papah. kan papah yang cari ikan disungai" senyum hana mengembang sempurna menghiasi wajahnya yang elok nan manis "kalau putri ikan mas gigit papah, paling juga dijadikab kekasihnya karena papah ganteng"


"terserah kamu lah hana" mamah mengibaskan salah satu tangannya kebelakang kepala

__ADS_1


__ADS_2