
tanggal 25 januari, jam 8 malam aryo baru saja datang sehabis mengantar pak lurah pulang ke desa
pak mulyo khawatir jikalau pak lurah pulang sendiran, akan terjadi suatu hal yang tak di inginkan
aryo menuruti perintah bapak angkatnya itu, aryo bukanlah anak kandung dari pak mulyo
ibu lasmi adalah ibu kandung dari aryo tapi pak mulyo hanyalah bapak sambung, sebelum menikah dengan pak mulyo
ibu lasmi adalah janda anak satu, bapak kandung aryo juga meninggal dalam kecelakaan lalu lintas
dan pak mulyo adalah kakak ipar buk lasmi dulu, buk lasmi dan suaminya menikah dengan cara melangkah pada pak mulyo
di saat itu pak mulyono masih bujangan,
menerima bahwa ia belum bisa menikah. setiap kali menjalani hubungan selalu gagal, si wanita menolak bila di ajak untuk menikah
satria adalah anak kandung satu-satunya milik pak mulyono
dikarenakan ada musibah seberat ini, pak mulyono begitu terpuruk
tak mau makan tak mau membasuh tubuh
melamun saja. sendirian di halaman dapur "belakang rumah"
ingin rasa satria ada di sisinya saat ini, bercengkrama seperti dulu lagi
bertukar cerita, sambil menyesap rokok
sama seperti dulu
setiap kali pak mulyono masuk ke dalam kamar satria, pak mulyono duduk di kasur sambil menatap foto satria yang terpajang di atas meja kerja
__ADS_1
semua kenangan indah, hanya tertinggal lewat foto
YA TUHAN, kenapa engkau ambil putraku satu-satunya
meratap, air mata menetes tak terasa dari bola mata pak mulyono yang sudah tua
dulu pak mulyono berjanji pada adiknya, akan menjaga, merawat, membesarkan anaknya
sekarang giliran aryo yang mengalami nasip serupa
harus merawat anak adik bungsunya
setelah sampai ke rumah, aryo langsung tidur di kamar
kembali aryo memimpikan satria
satria, duduk diam termenung di sampingnya.
dengan tatapan mata yang kosong satria memandangi aryo
* sat kok kamu di sini? kamu udah ninggal, tempatmu bukan di sini lagi
satria tak menjawab, memberikan cincin yang di genggamnya di tangan kanan pada aryo
* cincin?? cincin buat siapa sat ... ah kamu jangan buat abang mu ini takut, jawab sat
satria menunjuk ke arah foto, satria bersama lastri. foto yang di tempelkan di atas kaca lomari baju
aryo terbangun dari tidurnya, keluar kamar. berlari masuk ke kamar satria
benar saja di lihatnya ada foto satria bersama lastri "berfoto di taman kota solo"
__ADS_1
terasa aneh, aryo membuka gengaman tangan kanannya
benar saja ada cincin untuk wanita di gengaman tangan
* apakah tadi itu bukan mimpi? jadi bener tuh cewe lagi hamil
* kalo ia tuh cewe hamil, aku harus tanggung jawab. gi mana pun juga anak yang ada di rahim lastri, itu ponakanku
bapaknya udah titipin sama aku. harus aku jaga,
terserah dewi mau trima apa gak' yang penting ponakan aku lahir dulu
jam 9 malam aryo mencari bapak, di teras di halaman belakang rumah, tempat tetangga
pak mulyo tak ada juga
* buk bapak ke mana? ( ibu lasmi sedang menonton sinetron di tv )
" bapak mu ke luar sebentar, gak tau kemana
* ya udah aryo telpon aja
tut....tut ...tut...
setelah di angkat telpon dari aryo, pak mulyo mengabarkan bahwa sedang ada di makam satria
aryo kaget, buat apa semalam ini bapak ke makam?
aryo datang menghampiri pak mulyo, ternyata pak mulyo sedang merinduhkan putranya
di sana ; pak mulyo membacakan beberapa surat pendek, surat yasin lalu mengirimkan doa untuk mendiang agar tenang di alam baka
__ADS_1
* pak, bapak kalau mau ke sini bilang. biar aryo temenin. jangan sendirian begini, buat aryo khawatir
" bapak hanya rindu pada putra bapak, nak