
ingin sekali aku menyelami birunya lautan, menembus samudra. langkah kaki terus berjalan, meniti selangkah demi selangkah. "Oh akhirnya sampai juga, ini adalah tempat yang ku tuju selama perjalanan panjang melelahkan" aku berkata pelan, duduk di atas batu sembari meselanjarkan kedua kaki ditanah berumput
"Hm. bisakah, gadis polos sepertiku menyelami birunya lautan?"
disana tanah berumput adalah bumi, bumi untuk semua mahluk menetap. semuanya tak terkecuali....."semua punya hak dan tanggung jawab masing-masing" aku berkata mengingatkan diriku sendiri
aku ini bukan gadis bertangan baja, tidak juga berkaki besi, bukan pula gadis berkepala batu ataupun gadis berzirah emas. diriku hanya sekuntum bunga mawar namun tidak berduri, kelopak bungaku hampir layu mengering. taukah engkau kenpa aku bisa sampai seperti itu? Ha....ha...ha akan aku jawab. " bunga mawar pasti memiliki pohon bukan? pasti juga punya akar bukan? aku tidak akan mati hanya karena kelopak bunga layu, aku tidak akan mati hanya karena dedaunan rontok, dan bukan hanya itu saja. aku tidak akan mati hanya karena satu hal kecil ranting sebagai badan telah mengering"
lihat aku lihat dirimu, apa beda mu dengan beda diriku? kita tidak akan pernah sama. jadi jangan pernah ingin sama, menjadi diri sendiri itu jauh lebih baik dan terhormat. ketimbang menjadi benalu, tidak ada untung hanya menimbulkan rugi. jangan, jangan pernah menggantungkan hidup dibawah kehidupan yang lain. mencari dan milikilah jalan hidup masing-masing seperti semula dilahirkan, untuk menggenggam erat tanah berumput mengunakan akar, batang tumbuh menjulang melewati awan menembus langit, dedaunan melebar memberikan keteduhan, harum semerbak bunga mekar berganti buah bercitarasa manis asam segar menggoda. semua akan sampai pada tempat tujuan yang diinginkan
RAIHLAH MIMPI SETINGGI LANGIT seperti KATA PEPATAH ORANG TUA ZAMAN DAHULU KALA
__ADS_1
kenapa tidak bertanya? bagaimana bisa mawar tidak berduri? kapan sudah tidak berduri lagi? siapa yang membuat mu tidak berduri? bagaimana bisa kamu tidak berduri? dimana kamu tidak berduri lagi? jawabannya hanya satu kata "tuhan"
bukankah semua yang terlahir pasti ada pencipta, tentu saja. TUHAN YANG MAHA ESA. ia yang menciptakan mahluk serta benda apapun di dunia ini yang terlihat maupun tak terlihat, tersentuh ataupun tak tersentuh, terdengar ataupun tak terdengar.
aku bukanlah seorang penyair, banyak pertanyaan bermuncul didalam benak pikiran untuk sekedar mencari jawaban pasti, namun kadang kala aku tidak menemukan jawaban apapun tersesat. lalu aku mempercayai bahwa semua yang hidup pasti memiliki pencipta, yaitu yang disebut dengan nama tuhan.
kekasih hatiku selalu mengajarkan tentang perbedaan antara kata baik / buruk. sama, sama-sama berawalan huruf B
buruk disaat kamu terpuruk, baik disaat kamu bangkit. dia selalu menyerukan pada aku agar bangkit tak'kala disaat aku sedang merasakan keterpurukan. dia berucap "sayang, bila kamu sedang merasakan kesedihan yang muncul secara tiba-tiba, lalu menyerang hatimu. pertama carilah tuhanmu untuk meminta pengampunan dan kedua carilah aku untuk meminta perlindungan" dia berbicara dengan suara sabar penuh pengertian
"menurutmu bagaimana? apakah aku akan meninggalkanmu sendirian? coba aku balik pertanyaan mu itu. aku takut sendirian, apakah kamu tidak akan meninggalkanku sendirian? lalu apa jawabanmu untuk ku" terdengar ia mengeratkan gigi-gigi rahangnya
__ADS_1
senyum melebar tipis dibibir, pipi sedikit merona "cinta, aku mencintaimu"
"aku mencintaimu, cinta"
***
deburan ombak membasahi tebing batu karang, perlahan terkikis. angin bertiup, menarik paksa dipucuk tebing. air menyapu, lembah kematian berada dipermukaan tebing.
aku pernah bertanya pada kekasih hati "apa beda diriku ini dengan diri yang lain" suaraku pelan berbisik di telinganya
"karena aku memilih kamu, tidak memilih diri yang lain. beda kamu dengan yang lain, senyummu membawa kekuatan untuk ku, maka tetaplah hidup bersama denganku. mati bersama denganku, kita tidak terpisah selamanya."
__ADS_1
jawaban yang ia berikan begitu terdengar puitis menggombal. tidak heran, dia sangat pintar menggoda apalagi godaan ranjang, dia paling ahlinya, hem...hemh....! sangat ahli tidak perlu diragukan lagi, seorang master senior 'dia itu seorang laki-laki dan aku ini seorang perempuan' kami dua menjadi satu
kekasih hati bagaikan jantung cinta berbentuk akar dan batang pohon yang selalu menopang dikala aku selalu selalu selalu tanpa henti membutuhkannya, 'kami bersama-sama akan menyelami birunya lautan, mengarungi sampai menembus samudra'