
~ pikirku dalam hati ; mungkin karena terlalu lama berbaring, jadi sulit untuk buang air kecil
bukan hanya itu saja, gara-gara pria itu menyentuh barang yang bukan miliknya
terjadi efek samping, sedikit terasa sakit dibekas sentuhanya, juga masih perih
tak lama ia datang, pengelihatanku mulai membaik
terlihat jelas raut wajahnya " tampan" dengan tubuh agak kurus
ia terlihat sangat tinggi, kulitnya berwarna putih bersih
mungkin bila aku berjejer dengannya, tinggi ku hanya sebatas ketiaknya saja atau mungkinkah sedikit lebih tinggi, hampir se bahu...?!"
ia membawakanku makanan yang di bawanya menggunakan nampan saji, terlihat seperti bubur ayam dan susu coklat hangat
pria ini menyuapiku perlahan, tak ingin aku tersedak
aku bertanya padanya :
pria aneh, aku tak pernah mengenalmu tapi kenapa kamu sangat baik padaku? kamu pria yang tadi di rumah sakit kan?
bukan menjawab pertanyaanku, malah tersenyum manis di depan ku, membuatku kesal ingin memukulnya
" mau pipis lagi?
__ADS_1
* gak mau siapa juga yang pingin pipis
" ya udah, kalo gak mau tidur lagi. pingin apa bilang aja ya!
* ia, aku mau tidur. jangan ganggu
" tidur, tapi awas jatoh lagi dari kasur ( membelai lambutku dengan lembut dan penuh perasaan )
*apaan sih, nih orang sok perhatian. aku gak kenal kamu tau
" nanti juga kenal
pandangan pertama aku padanya saja sudah membuatku benci, bagiku ia hanyalah seorang pria yang menyebalkan tapi sok manis dan baik hati
aku terus menerus mencoba mengingat nama, alamat rumah, dan keluargaku tapi tetap saja tak ingat
udahlah pusing di pikirin terus, aku mau tidur aja. lagian abis minum obat jadi ngantuk lagi
tadi udah tidur, sekarang tidur lagi.
hemh masa tidur terus
setiap pagi dan sore ia selalu membantuku untuk membersihkan badan, mandi juga buang air
selalu saja melihat tubuhku yang sedang telanjang tanpa sehelai benangpun di kamar mandi
__ADS_1
selama hampir 4 hari aku terus seperti itu, pada hari ke 5 aku sudah bisa melakuakan semuanya sendirian tak perlu di bantu lagi
aku tak tau apa yang terjadi pada ku sampai bisa seperti ini, bila sakit aku sakit apa? kenapa aku tak bisa mengingat apapun tentang diri ku....!
pria ini jarang sekali ada di rumah, bahkan malampun hanya pulang sebentar lalu berangkat lagi
ia di rumah hanya untuk menyuapiku, memberiku obat dari rumah sakit
setelah semua beres, pasti pergi lagi. hanya bilang kalo ada apa-apa atau mau apa telpon ke nomor ini
nomor di hp pemberiannya hanya ada satu nomor, itu juga miliknya
toh dia membriku hanphone supaya aku tak merasa bosan terus berbaring di ranjang setiap hari
coba saja lihat kalo aku sudah sehat, pasti aku kabur
pulang ke rumah keluargaku yang sebenarnya
tak mau tinggal di rumah ini terus, jangan-jangan sebenarnya aku ini di culik
atau aku sudah ia perkosa?
pantas saja kemaluanku sakit, tapi dia bilang tak melakukan hal semacam itu padaku
kalaupun ia melakukannya.., dia bilang akan melakukan bila aku juga mau melakukannya
__ADS_1
berkata padaku bahwa ia tak serendah dan sepicik itu. tetap saja aku curiga, kalau tidak kenapa ia biasa saja melihatku mandi