
~ aku terbangun dari tidurku, terbaring di atas ranjang ukuran king size
ku pandangi sekeliling kamar, terlihat ini ruangan VIP rumah sakit
" hah, kok aku bisa ada di sini?,... jarum infus masih tertancap di pergelangan tangan kiri ku
selang oksigen masih menempel di hidungku
aku berbaring lemas di atas ranjang, dengan tubuh telanjang hanya di tutup kain selimut tebal
" berapa lama aku di sini?
( tubuhku terkulai lemas, kaki ku tak bisa di gerakan )
serasa aku ingin pipis, namun tak bisa beranjak bangun dari atas kasur, terbaring merasakan lapar di perut
suaraku tak bisa keluar, tenggorokan begitu kering, ku gerakan jari mencoba menekan tombol memanggil suster
belum sempat tanganku mengarah tombol, tubuhku terjatuh dari atas kasur,
( aku membalikan tubuh, mencoba bangun' ingin pergi ke kamar mandi )
terlalu jauh aku membalikan tubuh, padahal kaki ku tak bisa di gerakan " lemas "
berniat hanya untuk menekan tombol, tapi tak tahan ingin pipis
aku berusaha berteriak, meminta tolong tapi yang keluar dari mulutku hanya suara serak
__ADS_1
terdengar langkah kaki menuju kamar, seperti suara sepatu seorang pria
ia mulai membukakan pintu, terlihat samar tubuh pria muda berbadan tegap menghampiri ku
dari suaranya, sangat terdengar jelas ia kaget melihatku tertelungkup di lantai
pria ini menggendongku kembali ke ranjang, aku mengatakan padanya dengan suara pelan sedikit serak "pipis, mau pi'pis
* mau pipis, ayo ke toilet ( suranya terdengar jantan )
ia melepaskan selang oksigen dari hidungku, menggendongku ke kamar mandi, membalut tubuhku dengan selimut
* mau pipis?, tadi bilang mau pipis
ia tau aku tak bisa mengeluarkan, membantuku agar aku bisa
pria ini tanpa sungkan, menyetuh barang yang bukan miliknya
* suhut, jangan manja ( ia berkata lirih )
siapa pria ini, se enaknya saja melakukan hal tak sopan padaku.
bila saja tubuhku tak lemas pasti aku tak kan membiarkan ia berbuat sejahat itu
setelah itu ia kembali menggendongku, membaringkan tubuhku di ranjang empuk
pandanganku masih buram, tak bisa jelas aku melihat wajahnya " samar-samar "
__ADS_1
entah apa yang ia lakukan, setelah kejadian itu suster datang lalu menyuntik nadiku dengan obat, membuatku ngantuk
saat aku terbangun dari tidur, pria itu sudah tak ada lagi di kamar
tapi yang membuatku bingung, ini bukan kamar rumah sakit yang tadi.....!
aku di mana sekarang? ini kamar dari sebuah rumah tempat tinggal
terlihat dari ornamen hias dan perabotan se isi kamar, menunjukan bahwa kamar ini milik pribadi dari seorang yang tak aku kenal
disaat terbangun aku sudah mengenakan pakain, tapi dress tidur
namun selang infus masih terpasang ( jarum tertancap di urat nadi, " aliran darah" )
rumah ini terasa begitu sepi, kemana pemiliknya? apa tak ada siapa-siapa selain aku? perutku lapar, siapa yang bisa aku mintai tolong?
aku mencoba untuk duduk, menggeret pinggang sampai ke telapak kaki ( berusaha duduk )
ah, kemaluanku terasa sakit dan perih saat aku menggerakan kaki
kemana pria tadi yang menolongku pergi? dasar pria jahat tak bertanggung jawab
biar saja aku tak membutuhkannya, aku bisa bangun sendiri
berjam jam aku menunggu pria itu datang, tapi tak datang juga, suara perutku krucuk....krucuk... ingin sekali aku makan makan enak nan lezat
arah jarum jam panjang sudah menunjuk tepat di angka 6, tak lama terdengar suara adzan magrib
__ADS_1
aku berusaha turun dari kasur, tapi takut jatuh lagi
sebenarnya aku inih kenapa? kenpa tubuhku bisa terkulai lemas? dan kenapa milik ku terasa sakit