Hanna Aryana

Hanna Aryana
Seluruh hidupku


__ADS_3

Tanah berikan harapan harapan untukku,


engkau sebagai tempat bersinggah tempat diri memijakkan kaki


Aku tidak mau berlari lagi


Galaksi keindahan yang akan selalu membuat Bumi memuji keistimewaan Matahari dan Bulan


Rotasi Bumi tanda lingkaran waktu tak berujung


Air basahlah seluruh daratan tandus, akan disemai tanah kering dengan bibit pohon Alpukat


Hijau kuning mentega. Pulen dan manis, segar sedikit rasa pahit, ku ulang biji. Lempar tanah


(Dimana aku? Pantaskah aku disini? Aku ingin bersembunyi sejauh yang aku bisa)


Hana Aryana


***


Tidak pernah terfikir bagi seorang gadis desa, ia bertemu dengan seorang lelaki yang jauh dari exspektasi. Kakak keren juga macho, tubuhnya tinggi tegap kekar dan kakinya jenjang


Wajahnya sangat menggambarkan bahwa dia memiliki darah keturunan suku Tionghoa, walaupun entah tebakan ini benar atau tidak. Warna kulitnya putih bersih, dia tidak memiliki lesung pipi, rambutnya lurus. Suka dicukur pendek


Disaat Hana terus memandangi Wajak jelek Setyo, dalam hati Hana berkata "Aneh, ada toh! Orang muka begitu mau jadi pegawai Pemerintahan? Pasti dipaksa Bapaknya suruh jadi BRIMOB" Hana mendengus sembari tak henti memandangi wajah rupawan itu


Ingin Hana kembali ke masa lalu dimana ia bisa terus berduaan bersama-sama kekasih hati, duduk bersebelahan sembari menonton tv berduaan, sangat merinduhkan kenangan manis itu lagi


Keinginan itu terfikir sekedar melintasi pikiran Hana. Ia tidak ingin menjadi gadis yang tidak tau malu, ia sadar apa posisinya ditempat yang tidak sembarangan orang bisa keluar_masuk


Sedangkan Hana hanyalah bunga desa mata duitan, kenapa tidak. bunga itu pecinta uang, sejati! Ia tidak se'menawan gadis kota tidak juga memiliki pergaulan luas tetapi Hana memiliki keluguan serta kepolosan gadis desa


Hana terus saja memandangi Setyo yang sedang melamun didepan layar tv, diwaktu kenangan dulu


Terlintas bayangan dari gambaran, sesosok Bapak menggunakan pakaian rapih seperti seorang pegawai Negeri. Bapak itu menghampiri seorang bujang yang sedang duduk termenung di teras rumah pada malam hari lalu berbincang kecil "Ada apa?"


"Tidak ada" Dia menjawab pertanyaan seadanya


"Bapak mengerti, suatu saat pasti luluh dengan sendirinya"


"Semua sudah dilakukan Pak! Tapi tetap saja diam."

__ADS_1


"Sabar. Pasti anak itu jadi milik kamu, kamu yang sabar. Nanti juga luluh"


Kembali ke masa kini, dimana ia terperangkap dalam kisah hidup masa lalu yang ingin ia lupakan


Ingin Hana menyembunyikan kisah hidup agar tetap menjadi rahasia namun semua pikiran semu sesaat. Disinilah ia, terperangkap dalam buaian Maya. menjadi diri orang lain, wajahnya selalu tertutup kabut tebal tidak ingin siapapun orang asing yang dapat menyentuh atau sekedar memandang wajah aslinya


Bunga mawar indah harum mempesona.


Kerinduan akan semua kenangan manis membuat sekuntum bunga tetap menegakkan keindahan yang terpancar dari sudut-sudut penjuru mata angin


Biarkan dirimu wahai para wanita, Agungkan lah Rahmat Pemberian Tuhan yang Maha Esa menjadi selayaknya suci. Jangan engkau beri noda kepada warna kelopak indahmu, percayalah bila saja engkau menyia-nyiakan pemberian itu, takkan ada beda diri dengan bunga mati. Gugur, jatuh tergeletak dipermukaan tanah, tidak akan ada yang mau memungut kelopak bunga tidak berharga (Kotor)


***


Kenyataan pahit yang harus Hana terima. Dimana ia, kelinci putih selalu terperangkap dalam botol ditutup kayu, ia tidak pernah melepaskan benda. Menggenggam gawai miliknya sebagai teman setiap waktu untuk sekedar menyenangkan hati kesepian sembari menunggu seseorang membuka penutup botol. Membebaskannya


Benarkah menjadi kekasih seorang pria keren juga banyak uang selalu menyenangkan? Tidak juga. Hana adalah sekuntum bunga yang selalu terpenjara dalam botol kaca kristal ditutup kayu mahoni


Setiap hari berfikir bahwa waktu satu detik saja itu sangat berharga bagi nyawa, menyedihkan sekali. Tidak bisa bebas halnya untuk sekedar duduk sore di taman bermain sambil mata menengok ke kanan dan ke kiri siapa tau ada lelaki bujang tampan menyapa untuk sekedar menghilangkan penat


Sungguh Hana tidak pernah mengetahui tentang apapun dari diri kekasih hatinya. Hana ingin memutuskan tali ikatan kasih, sayang sekali. Apa daya dari seorang gadis, walaupun Hana bisa melihat hantu tapi ia tidak bisa merapal mantra


Mungkin memang benar bahwa Hana tidak mencintainya tetapi Hana menyayanginya setulus hati


Yang Hana inginkan sebagai cita-cita saat ini adalah bisa membahagiakan kedua orang tua serta sodara kandungnya, apapun akan ia lakukan demi mencapai keinginan. Karena Hana terlahir di bulan hari raya, ia ingin memberikan kegembiraan seperti halnya bulan suci penuh Rahmat Alloh


Tangisan jelek miliknya sangat memilukan hati, meraung tidak jelas. Ia tidak bisa menjadi penolong atau pelindung karena kerapuhan diri namun ia bisa memberikan keindahan dan keharuman alamiah


Merubah persepsi tidak baik menjadi semestinya lebih baik, harapan meraih mimpi. Tidak pantas seorang gadis merendahkan diri seperti benda tidak memiliki jati diri 'Sebagai seorang manusia yang utuh. Kesempurnaan' dan tidak pantas pula sekuntum bunga dihina halnya seperti kotoran **** atau anjing


***


Keterpurukan yang Hana alami bukanlah karena ia memiliki leluhur Siluman Harimau. Lebih jauh dari kisah mistis sudah melegenda adanya itu, tertaut dari ikatan darah lah yang selalu membelenggu Hana tidak bisa melepaskan diri dari perjanjian yang sudah digunakannya


Hana terlahir dari percampuran suku Sunda dan suku Jawa


Sudah menginjak usia gadis remaja ia baru menyadari bahwa sebagian keluarga dari kakek adalah orang-orang memiliki ilmu kebatinan. Dipikir Hana, Kakeknya adalah orang tua biasa saja


Sebelum Kakek meninggal dunia, beliau terlebih dahulu sakit selama satu Minggu. dan banyaklah orang datang menjenguk, kemudian datang seorang Kakek tetangga yang juga memiliki ilmu kebatinan mengatakan bahwa Kakek Hana mengamuk bukan karena ingin membuang ilmu ataupun dianggap sebagai orang mus'rik


Sebenarnya Kakek Hana mengamuk karena beliau ingin melampiaskan kekesalan selama ini yang dipendam, kesedihan serta kekecewaan kepada anak dari istri pertama serta kemarahan jiwa raganya melihat apa yang tidak bisa manusia biasa lihat

__ADS_1


"Karena sedang sakit, tubuh Kakek mudah dirasuki dari arwah para keluarga yang sudah meninggal dunia" Sedikit penjelasan dari Kakek tetangga "Mereka semua berdatangan ingin menemani Kakek sampai malaikat maut datang mencabut nyawa Kakek" Penjelasan tambahan kenapa Kakek Hana bersikap beda


Kakek tetangga juga berkata bahwa ilmu kebatinan yang Kakek Hana miliki adalah jelmaan dari Hanuman si siluman kera, itu sebabnya disaat sudah tidak sadarkan diri Kakek Hana mengamuk seperti kera dan Kakek mengamuk bukan tanpa sebab, ada banyak orang yang mengincar pusaka serta ilmu kebatinan Kakek


Mereka ingin meminta bahkan merebut secara paksa


Salah satu yang diincar adalah Batu Mutiara atau biasa disebut juga Mustika Ular


Seorang wanita yang masih mempunyai ikatan saudara dengan Mamah diperintahkan guru spritual yang kediamannya lumayan jauh, wanita itu diminta untuk mencari batu mustika siluman ular itu sampai dapat. Diubrak_abrik seisi almari namun tidak ketemu


Kemudian guru sepiritual itu berbicara dari seberang telfon bahwa batu itu ada didekat si wanita tinggal diambil saja


Kakek Hana marah besar melihat almari diacak-acak lalu berteriak mengatakan bahwa "Tidak akan ada yang bisa melihat apalagi mengambil selain pemiliknya." Tutur Kakek sembari kerasukan kera


Sudah begitu ketemu keris pusaka penyembuh racun ular, dipaksa dibuka oleh Bibik sepupu dari Mamah (wanita yang masih ada hubungan sodara) namun tidak bisa tercabut dari sarung


Bergantian dibuka oleh Bu'de (Kakak perempuan Mamah) tetap tidak tercabut


Kemudian Bu'le (Adik perempuan Mamah) tetap sama tidak bisa dibuka dari penutup sarung


Akhirnya semua menyerah. Sedangkan Kakek tertawa sambil berguling-guling di kasur lantai mentertawakan pemaksaan yang berlebihan ingin mencabut keris pusaka dari sarung kayu


Semenjak hari itu hampir semua orang tetangga yang beragama Islam fanatik dan juga menganggap bahwa diri mereka adalah orang-orang 'Suci' taat beribadah 'Calon penghuni surga' mengatakan Kakek Hana adalah orang musrik dan tidak pantas disolatkan oleh orang beriman


Benar saja disaat Kakek meninggal dunia tepat sebelum Adzan magrib berkumandang. Sebelum diberangkatkan ke pemakaman dihari esek terlebih dahulu pagi hari disolatkan dirumah Nenek istri almarhum Kakek. Orang-orang yang berkata bahwa Kakek adalah orang mus'rik tidak mau ikut solat jenazah berjamaah, mereka lebih baik duduk di kursi tamu para pelayat ketimbang mengirim doa


Papah Hana yang melihat tingkah laku mereka begitu geram, ingin Papah mengatakan bahwa mereka juga belum tentu masuk surga. Papah menyolatkan Jenazah kakek dengan penuh haru, mereka semua telah merendahkan mertuanya. Terasa sangat sakit di setiap kali Papah melihat tampang orang yang sudah berkata seenak mulut mereka seolah mereka itu adalah mahluk paling terpuji 'Penghuni surga Firdaus' beranggapan bahwa mereka para golongan orang-orang beriman yang sudah pasti memasuki pintu gerbang surga.


~🌛~


**Halo semua....! Maaf ya baru bisa buat cerita lagi soalnya kemarin-kemarin Sean lagi gak ingin nulis. Gampang bosen, kalau udah gitu Sean paling suka baca novel atau baca komik dan lihat film anime


Beberapa kali Sean berfikir untuk mundur menulis naskah cerita, sayangnya Sean juga mempunyai keinginan untuk menang kontes jadi 'berhenti' diundur dulu aja dech!!!!! Hahahaha..... 🤭🤭🤭🤭🤭


Sampai ketemu lagi bersama Hana Aryana eich itu judul cerita sekarang jangan sampai lupa ya...! Soalnya udah ganti bukan lagi berjudul Hana si Gadis Desa


Salam kangen untuk semua ❤️❤️❤️


by: Sean Aryana fiera**


__ADS_1


__ADS_2