
Sedari pagi Hana mendengus kesal, entah mengapa? Padahal hari Sabtu ini hari libur harusnya dia senang. bukankah tiga hari berturut-turut tanggal merah dimulai dari hari Sabtu, Minggu dan Senin. Bukankah ini sesuatu yang mengasikkan, kenapa harus merasa kesal
Terlihat Hana sedari pagi hanya mondar mandir tidak karuan, tidak juga membereskan kamar tidur, tidak mau bersih-bersih rumah yang memang sudah dibereskan kemarin sore
Perasaan Hana mulai campur aduk, antara bimbang dan bosan. Sudah dua bulan Hana menjalankan PKL bukankah ini waktu mengasikkan intinya tetapi kenapa malah bersedih dan murung? Didalam hatinya ada suka namun ada juga sedih, karena setelah selesai waktu tiga bulan dia tidak bisa lagi memandang wajah yang tidak asing itu.
Suka bisa kembali sekolah bertemu dengan banyak teman juga tidak perlu cape mengendarai motor matik terlalu jauh, pulang pergi butuh waktu 30 menit itu sangat melelahkan tidak tertinggal pegal
Sedih karena tidak ingin dia yang disuka melupakan Hana begitu saja, ingin rasanya Hana tetap bersama dia untuk mengawasinya agar tidak main mata dan tidak pindah ke lain hati. Sementara Hana selalu dengan sabar menunggu kedatangan dia menyapa Hana secara langsung
Seolah mereka sudah sangat dekat, lebih dekat lagi sebelum awal pertemuan ini dimulai. Bagi Hana pertemuan ditanggal 1 Februari itu bukan lah awal melainkan dari kesekian kali Hana dan Setyo bertemu. Hana teringat akan mimpi, didalam bunga tidur beberapa waktu lalu dimana sebelum datang ketempat itu Hana sudah terlebih dahulu memimpikan tentang wajah rupawan yang tak asing ini
Benar-benar sama antara gambaran pakaian yang dikenakan dan tampang yang dia miliki didalam mimpi itu yang tidak pernah bisa hana lupakan
Namun wajahnya terlihat samar-samar. Tertutup kabut embun. Di sana dalam ruangan dia sedang berdiri memandang seseorang gadis remaja yang sedang membereskan gelas sehabis dicuci, dia tersenyum kecil lalu dibalas oleh gadis itu dengan senyuman malu-malu. Sama wajah gadis itupun tertutup kabut embun
Bukankah sudah jelas bahwa Hana bisa dibilang mempunyai kemampuan melihat masa depan! Ya Hana melihat gambaran itu disaat sedang tidur malam. Bermimpi
Sejujurnya Hana tidak terlalu mengambil pusing tentang mimpi karena biasanya mimpi itu disebut dengan bunga tidur. Tetapi, bukan itu alasan sebenarnya kenapa tidak menggubris hal demikian. Saat beranjak tidur mungkin banyak orang lupa membaca doa atau menyepelekan sedangkan Jin yang entah apa namanya itu dan entah juga masuk golongan apa, mahluk itu bisa digambarkan seperti ini:
(1) Matanya merah bulat seperti buah jengkol tidak memiliki kelopak mata, tidak bisa berkedip
(2) Kemaluannya hanya ditutup menggunakan cawan hitam tanpa pakaian
(3) Semua warna badan, tubuh dan rambut berwarna hitam sangat hitam lebih hitam dari hitam legam tapi tidak kebiruan
(4) Bentuk dan ukuran sama sepeti manusia namun tetap saja ada keanehan mencolok, tidak punya kuku-kuku panjang, seolah tidak punya taring, seolah tidak juga punya tanduk
(5) Suaranya bisa berubah-ubah menjadi suara siapa saja orang terdekat, orang dibenci, disayang, bahkan disuka
(6) Suka menjulur-julurkan lidah dan tangan suka menggerayam kemana-mana
Disaat seseorang lupa membersihkan, membereskan kamar tidur maka mahluk itu akan datang dia suka sekali tinggal ditempat yang berantakan, kotor dan jorok. Mahluk itu suka berdiam dikamar, memang berdiam didalam hunian. Saat pemilik kamar sedang terlelap tidur dia suka membisikan hal-hal berbau jahat seperti kebencian, dendam, penghianatan, pembunuhan hampir semua yang berbau negatif akan dibisikkan
Agar pemilik kamar tidak melawan dia akan naik ke atas tubuh pemilik kamar yang sedang tertidur pulas. Naik untuk duduk di atas tubuh lalu tangannya akan menggerayam kemana-mana membuat jijik serta hina, setelah berhasil orang yang disentuh itu terpengaruh. Biasanya bila wanita akan merasa geli pada sekujur tubuh dan badannya lalu bila pria akan merasa gerah membara supaya melakukan hal yang tidak usah dijelaskan
Dalam bunga tidur mahluk itu akan memberikan gambaran-gambaran seolah mimpi itu benar-benar akan terjadi atau menakut-nakuti dengan hal berbau negatif yang sangat ditakuti serta dibenci seolah pemilik kamar sedang memiliki banyak dendam kepada para musuhnya.
Sebaiknya setelah terbangun dari mimpi buruk banyak-banyak mengingat Tuhan lalu meminta perlindungan, bila masih kurang segera cuci muka, tangan dan kaki agar bersih kembali.
Mahluk itu suka berdiam dikamar dan suka membuang kotoran air kencing, nifas di atas ranjang namun tidak bisa dilihat tidak juga bisa dihirup bau kotoran itu. Karena bersifat lembut
__ADS_1
Jika saat tidur bangun dalam keadaan setengah sadar namun tubuh dan badan tidak bisa digerakkan, lalu terlihat ada se'sesok bayangan hitam tidak jelas rupa sebaiknya setelah seratus persen bangun dari tidur segera bereskan tempat tidur dan membersihkan dari segala kotoran. Jangan lupa sediakan segenggam sapu lidi untuk memukul-mukul bantal dan kasur setelah digunakan
Sapu lidi berguna sebagai penolak untuk mencambuk, mencabik dan mengusir mahluk tidak kasab mata yang suka sekali mengganggu selalu menghasut
Itulah sebabnya Hana tidak terlalu mempercayai tentang mimpi, karena walaupun Hana sudah berusaha sebaik mungkin menjaga diri namun tetap saja saat lengah beberapa kali pernah diganggu mahluk jin tidak tau jenis apa itu. Tetapi, Hana menyebut mahluk itu dengan nama Erep-Erep atau biasa juga disebut Ketindihan
Sepertinya sepele tapi kalau dibiarkan terus menerus bisa berbahaya, mahluk yang suka menghasut manusia
***
Kakak laki-laki Hana mulutnya bagaikan anak perempuan. Selalu saja tidak mau mengalah sudah begitu suka mengadu pada Mamah
Mamah memarahi Hana dengan sangat kasar dan galak, tidak juga mau mendengar penjelasan yang ingin Hana jelaskan padanya. Hana mengatakan bahwa Kakak yang mulai duluan dia licik, dia yang jahat namun Mamah tidak mau mendengarkan semua yang ingin Hana jelaskan. Bagi Mamah itu hanyalah pengelakan untuk pembelaan diri Hana sendiri
Han berlari keluar, menangis tersedu-sedu. Mamah berteriak entah bicara apa, Hana tidak mau mendengar
"Kenapa Mamah tidak mau mendengarkan dulu apa yang ingin Hana katakan, kenapa Mamah selalu membela Kakak padahal dia itu anak laki-laki tidak semesrinya selalu dibela, dimanja" Hana mengomel sembari menangis. membuat galengan sawah dibanjiri air begitu deras sampai membeludak kemana-mana, namun air keruh itu terasa asin sedikit manis
"Begitu bencinya Mamah terhadapku sampai Beliau sungguh kesal menganggap diriku dianggap sebagai benalu saja yang selalu menyusahkan di kehidupannya"
Hana teringat kembali disaat usianya lima tahun, waktu itu Hana bertengkar dengan Kakak karena Kakak Hana membeli jajan lima ratusan tetapi tidak mau berbagi.
Bertengkar berusaha meminta dan memohon tapi Kakak Hana malah membentak kasar sampai akhirnya bertengkar diruang tamu rumah
Hana kecil menangis ketakutan berfikir apa salahnya sehingga Mamah berbuat setega itu kepada anak umur lima tahun.
Kemudian Hana memanggil Papah ingin sekali meminta tolong kenapa Hana diperlakukan seperti ini, namun itu membuat Mamah semakin marah dan frustasi
"Terus saja panggil Papah mu itu, apa kamu pikir Papah mu akan datang menolong mu, hah? Cari Papah mu dan suruh dia pulang. Cepat cari" Tidak henti-hentinya Mamah terus berteriak memarahi Hana di sumur
Tanpa lelah menangis sampai kelelahan nafasku tersedu-sedu, tubuh Hana mulai menggigil kedinginan. Belum cukup Setelah itu Mamah menggeret salah satu tangan Hana agar lebih dekat kepadanya hampir saja tangan Mamah melayang di kepala Hana benar-benar ketakutan. Itu pertama kali Hana melihat bahwa dia akan dipukul, dulu jangankan dipukul dicubit saja Hana tidak pernah merasakan
Setelah usai Hana menangis, Mamah melepaskan pakaian yang Hana kenakan, memandikan Hana dengan sabun batang. Dikira Hana kemarahan Mamah telah usai memarahinya ternyata itu masih belum cukup juga. Membuat takut
Hana kembali di geret masuk kedalam rumah tanpa mengenakan handuk. Sesampainya di almari pakaian, diambil baju oleh Mamah dari dalam almari kesukaan Hana 'Gaun Cinderella pemberian Papah' dikenakan secara paksa ke tubuh Tanpa dielap handuk. Hana menangis kembali karena ketakutan, ditabur seluruh permukaan wajah Hana menggunakan bedak bayi dipikir sudah kemarahan itu
Mamah masih marah menyeret Hana keluar pintu mengarahkan tubuh dan kaki ke depan pintu, mengusirku secara paksa untuk meninggalkan rumah karena Hana tidak bisa diurus, Mamah membentak kasar membicarakan "Tadi panggil-panggil Papah mu sekarang pergi cari Papah mu, kamu sudah aku urus, aku pakaikan baju yang kamu suka. Sekarang kamu pergi jangan kamu disini lagi. Pergi sana cari Papah mu lalu tinggal bersama dia"
Hana terdiam tanpa sepatah kata menjawab ucapan Mamah yang sedang emosi. Ditutupnya pintu lalu mengunci dari dalam. Kakak yang emlihat adiknya dimarah tidak bereaksi dan hanya diam saja tidak mau menolong adik perempuannya ini yang tidak mengerti kenapa dia dimarah begitu kasar
tidak lama Nenek datang menghampiri kediaman Hana yang tidak jauh dari kediaman Nenek 'Bersampingan' Nenek mendengar Mamah tidak henti-henti marah juga berteriak kasar pada salah satu anaknya
__ADS_1
Setelah mengetahui siapa yang dibentak dan dimarah, Nenek segera menasehati Mamah yang sedang emosi, mengingatkan bahwa tak sepatutnya Mamah berbuat semacam itu kepada darah dagingnya yang tidak mengetahui apapun tentang permasalahan sedang dia hadapi
Bukan menurut, Mamah malah melawan menjawab semua nasehat yang diberikan Nenek lalu pergi meninggalkan Nenek dan Hana begitu saja diluar
Nenek meraih tangan Hana meminta Hana agar duduk disampingnya, mengatakan kalimat-kalimat penenang kepada Hana agar "Jangan menangis lagi tidak apa sekarang ada Nenek, Mamah mu tidak akan bisa lagi marah" kemudian nenek meminta Hana untuk duduk didekatnya "Sini duduk samping Nenek, Nenek temani sampai Mamah mu mau membukakan kunci pintu. Jangan menangis lagi"
Itu semua adalah ingatan pertama kali bagi Hana, ingatan pertama Mamah membentak kasar. Ingatan yang sangat sulit untuk dilupakan Hana untuk menjadi butiran-butiran debu tertiup angin
***
Sudah sampai hari Minggu. Hana merasa ada yang aneh dengan dirinya, berasa bahwa kak Setyo telah membacakan mantra untuk Hana tapi kapan? Berfikir, jangan-jangan diwaktu Hana dan kak Setyo duduk bersampingan lagi. Terasa seperti ada hembusan angin yang ditiup oleh kak Setyo kearah telinga kanan Hana
Saat hana menoleh kak Setyo hanya tersenyum namun wajah tetap menghadap kearah telinga Hana
"Apa benar diwaktu itu kak Setyo membaca jampi-jampi" Pikir hana dalam hati sambil duduk di teras rumah menggunakan kursi papan "Kalau sampai benar awas saja nanti aku balas perbuatanmu Kakak jelek" Hana sedang merancang strategi untuk melawan kak Setyo
Hana memang sejak kecil bisa melihat hantu secara samar-samar dan juga bisa mendengar suaranya. Namun Hana tidak bisa merapalkan mantra seperti hanya kak Setyo
Keahlian Hana dan kak Setyo sangat berbeda jauh, Hana bisa memastikan kak Setyo tidak bisa melihat hantu bila tidak membuka mata batinya. Tetapi, Hana juga bisa memastikan bahwa kak Setyo begitu hafal banyak mantra dan juga bisa merapalkan apa saja yang sudah dia perdalami
Hana merasa bahwa tubuh orang menyebalkan itu memiliki kemampuan bisa kebal terhadap benda tajam "Hah, sudah pasti itu berguna untuk menunjang pekerjaan bukan?!" Hana mulai berfikir matang
Sedangkan dipikir Hana, dia hanya bisa berkomunikasi pada hantu saja dan sekilas bisa melihat masa depan tetapi itu tidak pasti.
Tidak bisa sampai menghafal begitu banyak mantra seperti kak Setyo tetapi Hana bisa meminta bantuan kepada hantu untuk memberikan kutukan kepada orang lain yang sudah dengan sengaja menyakiti perasan menjungkir-balikan hidup seseorang
Namun itu juga belum pernah Hana coba masih prediksi saja.
***
Sudah hari Senin, di sore ini sekitar pukul empat sore Hana berjalan-jalan kearah belakang rumahnya. Bosan terus berdiam diri
Tidak jauh dari belakang rumah ada banyak persawahan milik warga. Dilihatnya padi sudah mulai ranum, siap untuk dipanen. Angin berhembus begitu nyaman, lembut membelai kuli, memberikan kesejukan dan menentramkan jiwa raga
Dilihat Hana di langit banyak burung-burung pemakan ikan mulai bermigrasi, ada beberapa kelompok. dihitung sudah ada tiga kelompok yang melintasi langit dengan awan cerah
Senja mulai menyingsing pertanda bulan sebentar lagi muncul menunjukan keindahannya tersendiri yang sangat istimewa
Teringat Hana akan kisah dongeng bahwa ada seorang putri yang tinggal di bulan biasa disebut dengan julukan putri bulan. Dia akan muncul diwaktu gerhana bulan. Hana terus memandang langit perlahan bulan sabit mulai menampakan diri secara malu-malu
"Mungkin putri bulan hanya dongeng sebelum tidur" Hana berucap demikian, berlalu meninggalkan keindahan persawahan dipenuhi tanaman padi. batang dan daun mulai menguning pertanda akan segera datangnya rejeki melimpah dari Tuhan yang Maha Esa
__ADS_1
"Apakah putri bulan itu sangat cantik dan memikat? Pasti dia dikejar-kejar banyak pangeran tampan nan rupawan!" Langkah terhenti melihat seekor kupu-kupu "Ah, cantik. Apa putri bulan juga secantik kamu kupu-kupu?" Ingin Hana meraih hewan kecil yang bisa terbang diantara pusaran angin itu. Namun disayangkan keburu berlari kembali, takut sayapnya patah dan sobek tidak bisa kembali menyeimbangkan gerak tubuh untuk melayang-layang di udara bebas