
aryo tidur di sofa tamu rumahnya, kelelahan sehabis bekerja di kecamatan desa tempat tinggalnya
hari ini tlg 24 januari aryo lembur, aryo bekerja sebagai PNS di kantor kecamatan
baru saja terlelap tidur, aryo memimpikan satria sedang duduk di sampingnya
mengajak bicara 4 mata,
satria meminta aryo untuk mau menikahi lastri, lastri sedang hamil muda. anak mereka berdua ( lastri dan satria )
satria tidak ingin lastri mengugurkan kandungan, berjanji untuk bertanggung jawab menjadi bapak dari janin yang ada di rahim lastri
tak tega bila anaknya sampai menjadi korban atas perbuatannya
satria ingin anaknya lahir sempurna, tumbuh menjadi anak yang cerdas dan soleh. jangan seperti bapak, tak bisa menjadi panutan yang baik sebagai seorang. hanya bisa membuat susah orang tua, belum bisa menyenangkan hati kedua orang tua
aryo harus merawat, menjaga keponakannya dengan setulus hati
biarpun bapaknya sudah tiada, aryo harus bisa menggantikan posisi satria sebagai bapak
***
Aryo bangun dari tidurnya ( terkejut menghentakan kepala dari bantal ) apa benar mimpi inih.....???
Aryo : hah, gak mungkin aku nikahin lastri, terus dewi gi mana ( aryo bergumam )
__ADS_1
Aryo : gak bisa aku gak mau, gak akan aku nikah sama lastri. gila aja
tuh cewe sombong, hadeuh gak mungkin aku sanggup hidup serumah sama dia
namun bukan hanya bang aryo yang memimpikan satria, di malam itu juga pak mulyono memimpikan perkataan yang sama persis di sampaikan oleh satria kepada aryo
terbangun dari tidur, pak mulyono hanya bisa melamun di atas ranjangnya
disamping pak mulyono ada buk lasmi sedang tertidur pulas.
Pak mulyo : mungkin ibu tidak bermimpi hal yang sama ( pak mulyono berkata lirih sambil menengok ke arah buk lasmi )
di pagi hari, saat aryo dan pak mulyono duduk di kursi makan depan meja dapur. sambil sesekali mereka berdua menyesap kopi sebagai penghilang penat di pagi hari setelah bangun tidur
Pak mulyo : bapak juga mimpi hal yang sama, satria minta kamu nikahin lastri. dikarnakan satria sudah janji untuk bertanggung jawab pada lastri
mereka berdua hanya bisa termenung menatapi nasip
Aryo : gak mungkin lah pak aku nikahin lastri, tetus gi mana dewi pak?
Pak mulyo : kamu nikahin aja dulu lastri, yang penting kamu tanggung jawab jadi bapak buat ponakan mu
Aryo : gak mungkin segampang itu pak, aku gak bisa. belum tentu dewi mau teriama aku yang udah nikah
Pak mulyo : itu bisa di urus nanti, kamu gak usah khawatir masalah dewi biar bapak yang urus semuanya, yang penting sekarang kamu nikah dulu sama lastri. biar satria bisa tenang di alam sana
__ADS_1
aryo terus menolak, tak mau menikah dengan lastri. bagi aryo lastri adalah kekasih adiknya tak mungkin aryo menikah dengan calon adik ipar walaupun satria sudah tidak ada tetap saja terasa hal ganjil
***
pak mulyono menelpon pak lurah, mengatakan akan tetap melanjutkan pernikahan. memang satria sudah meninggal tapi aryo bisa menggantikan
pak lurah terkejut mendengar perkataan pak mulyo dari telpon, menanyakan apa sebab musabab menyamapikan pesan yang tak masuk akal, tapi pak mulyono tak mau menjelaskan di telpon.
seketika itu pula pak lurah berinisiatif untuk pergi bertandang ke rumah pak mulyono
ingin mengetauhi duduk perkara yang sebenar-benarnya
sesampainya di rumah pak mulyono, dengan ramah tamah dan sopan. pak mulyono menyambut
di meja tamu sudah di sediakan martabak manis, dan kopi hitam yang baru saja di buat ( terlihat asap mengebul dari dalam cangkir )
kemudian pak mulyono mempersilakan pak lurah duduk, berbincang santai, tertawa renyah
setelah pak lurah bersama pak mulyono dan aryo mengobrol sekitar 15 menit
pak mulyono membuka pembicaraan, apa maksut sebenarnya perkataan yang disampaikan tadi di telpon
pak lurah terkejut mendengarkan penjelasan dari aryo dan pak mul, tak percaya lastri sudah hamil muda
di rumah lastri terlihat biasa saja, tak ada gejala yang menunjukan sedang hamil
__ADS_1