
Rohim menceritakan kisah pilunya selama menjadi perantauan di Lampung.
ia memiliki seorang istri dari pernikahan keduanya, istrinya cantik berkulit putih dengan tubuh tinggi berbadan semok plus montok bahenol seperti penyanyi dangdut Elfi sukaesih semasa muda
Rohim memiliki satu anak dari pernikahan keduanya namun dikarenakan kecerobohan mereka, anak laki-laki yang hampir berumur 3 th harus meregang nyawa karena tenggelam hanyut terbawa arus air ledeng yang baru datang dari bendungan/waduk
penyesalan memang datang terlambat bukan?
setelah kejadian memilukan itu, istri Rohim kembali hamil untuk yang kedua kali, namun kecurigaan muncul tak mungkin istri sudah hamil 3 bln sementara ia merantau ke Palembang sebagai tukang bangunan sudah 5 bln
~terjadilah sidang desa di kediaman alias rumah kontrakan Rohim
JENG....JENG....JENG
terbongkar sudah, istri Rohim ber'selingku dengan suami orang. bila Rohim tinggal di RT04/RW18, selingkuhan istri Rohim beralamat di RT06/RW20... tetangga satu desa bukan....????!!
***
hati Rohim sangat hancur mengetahui istrinya mempunyai laki-laki simpanan. ia langsung mengucap talak dan pada si pria ia denda 50 jt, namun bukan membayar denda mereka sepasang sejoli dimabuk dur'jana malah memutuskan minggat alias kabur
Belum di cerai baru ucap talak sudah kabur, dasar wanita salome ( SATU LOBANG RAME RAME ) Rohim berucap demikian
***
sudah lah aku pulang saja ke kampung halaman, merantau cape malah buat malu. punya istri kelakuan seperti kotoran hewan ANYING
"a'ing mah boga awewe nu nyieun era, te ngarararti hirup'teh meni kadungsar dungsar wae.... boga pamajikan meni e'weh nu ic'rik. paeh puguh..! te boga banda jadi masalah te boga dunya jadi masalah,,,,, atuh nyeri nyeri i'ye hirup menih eweh kasenangan" rohim berjalan menuju rumah lastri sambil ngedumel tak jelas
__ADS_1
"Ah...ngomong apa aku gak ngerti...!!!!" seorang pria sedang naik sepeda yang berpapasan dengan rohim, tak sengaja mendengar ucapan rohim
***
sedikit di percepat
Rohim membeli tiket penyebrangan, setelah kapal ditumpangi melaju baru sampai tengah laut, pikiran Rohim di usap setan. lantas ia memutuskan untuk meloncat dari lantai dua
"selamat" tentu saja ada pendekar berzirah besi bertopeng gundala sang dewa petir
naik angkutan umum bertemu pak tetangga, di suruh main. mau sajalah...!!! apalagi kerumah orang terkenal kaya sedesa, jadi mantu pasti dapat harta
tut..tut...tutttttthhhh kereta mau lewat...!!! pit...pit ..pit siapa hendak naik,,,, ayo ayo punya kesempatan jangan terlewat
***
tutup point,... Rohim mau menjadi mantu...???? serius...???? memang lastri mau...???
lastri baru datang sehabis pulang mengajar dari TK "nak sini duduk samping bapak ada yang mau bapak bicarakan, dengar dulu. kebetulan sekarang ada nak rohim"
"bapak mau bicara apa? langsung saja tak usah basa basi"
" lastri apa kamu mau menikah dengan rohim? bapak mengerti jikalau kamu menolak, namun bapak juga tak tega dengan nasip nak aryo dan dewi bila kamu tetap menginginkan pernikahan bersama suami orang lain"
"lastri pikir-pikir dulu, dua hari lastri kasih jawaban"
"nak rohim kamu sudah dengar jawaban lastri, bapak mohon kamu tunggu dua hari lagi" pak lurah berkata sambil menyesap sisa air kopi didalam cangkir
__ADS_1
" baik pak, apapun keputusan dari lastri saya terima dengan ikhlas"
bila begitu saya pamit pulang pak. As'salammualallaikum
Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan
***
Bruk..."Pak lurah, hana mau minta duren...!" hana berteriak dari ambang pintu
"lah dalah bocah siji iki teko meneh...!" pak lurah menggeleng-gelengkan kepala
"aduh adek adek jangan lari, jadi nabrak om kan.." kaki adek ada yang sakit?" terlihat rohim begitu kaget serta khawatir
"om ini siapa? hana gak kenal om culik ya? awas aja om berani culik hana, jangan pegang pengang hana. nanti hana laporin om ke papah biar papah tangkep om terus omom dimasukin ke penjara. dikurung kaya burung om..."
"HANA"sentak pak lurah "sopo sing warahi ngomong ra sopan kambek wong tuo? delok wae lek nakal meneh ra entok koe dolan meneh merene kambe embah."
"ampun bapak, jangan bentak hana, hana takut. hana cuma mau minta duren kata tante bapak punya duren di rumah panen dari kebon" hana mencoba kabur dari genggaman tangan pak lurah
"ra balek sikek ra ganti baju. mamakmu gole'i darani koe di culik. bocah nakal ra umum. jalok ngapuro kambe om, terus gek endang melebu golei bah wedo neng dapur kono" terulur tangan pak lurah untuk mengarahkan hana kepada rohim
"maaf om,..!!" sembari tangan tak mau diam uwes uwes pakaian seragam sekolahnya
"ia gak papa. om ngerti, jangan nakal yaaaaa..! hati-hati kalau jalan lihat menengok kekanan dan kiri jangan berlari, bahaya. om permisi dulu mau pulang" dengan suara penuh sabar dan kebapakan rohim menasehati gadis kecil
"oke om. sana pergi jangan lama lama di sini, nanti om juga mau minta duren lagi, hana bisa gak kebagian" berjingkrak tak sabar ingin menemui ibu lastri di dapur
__ADS_1
"Hm" rohim pun melangkah pulang