
Biarkan aku bermimpi sebanyak yang aku mau. Kan aku raih Bintang bersinar itu, namun bukan Bintang di Langit. Bintang bersinar di Dunia
Aku selalu bersenandung mencari jati diri, siapakah aku ini yang sebenar-benarnya? Aku ingin mengetahui tentang diriku seperti apa. Apa mau ku, apa inginku
Mimpi adalah kunci kebahagian, tanpa mimpi apakah hidup ini akan memiliki arti kebahagiaan? Dengarkanlah suara burung kicau itu yang sedang asik bertengger disalah satu cabang pohon jati. Burung Perkutut jantan mengalunkan vokal bernada indah diiringi suara merdu tanpa terdengar sumbang sedikitpun. Berkicau bersama pasangan 'Perkutut betina'
Ketenangan alam melahirkan hati tentram terikat damai diiringi kebahagian yang terpancar dari dalam jiwa raga menghilangkan perasaan kacau berkecamuk 'Gusah_gelisah'
Siapa aku? Mampukah kau dan yang lain menjaga rahasia? Lalu, bila aku bertanya siapa dirimu? Mampukah aku dan yang lain menjaga rahasia apakah itu, tentang apa selalu kamu sembunyikan? Kita semua sama. Pemilik rahasia, lari sebelum terlambat. Cari tempat bersembunyi terbaik dan teraman sebelum tersakiti terlalu jauh lagi dan lagi
***
Hana tepat diulang tahun yang ke 21 tahun, Hana tetap tidak pernah bisa melupakan dia yang terkasih, mencintainya tentu sebuah mimpi terindah. Karena dia tidak pernah melupakan tentang kisah Hana walau sedetik saja. Dia mengatakan sesuatu hal yang dapat menyentuh lubuk hati Hana, membuatnya seketika 'Lumer' meleleh seperti es krim mencair "Hana sayang, sedikitpun Kakak tidak bisa berpaling darimu untuk sekedar mengedipkan mata" Kata-kata yang keluar terdengar sangat menggombal, seperti itulah dia selalu menggombal
Di sanalah letak kesukaan Hana tentang dirinya. Entah mengapa gombalan bicara yang keluar dari dia begitu saja seolah tanpa beban tersirat, dapat membuat curi pandang Hana terpikat sekaligus, dalam sekejap saja kepada dia. Lelaki rupawan nan berwibawa 'Kekasih hati' Terpancar seutuhnya begitu tulus tanpa ada niat kepalsuan menjerat cinta, terlihat sinar terang bercahaya di seluruh permukaan. Bersinar menerangi hati hitam kelabu
***
Seolah Hana tidak pernah menginginkan apapun lagi dalam hidupnya. Kebimbangan menggambarkan Hana dalam keadaan sekarat, Bunganya sudah layu dan hampir mengering
Dia ingin menyudahi semua beban penderitaan jalan hidupnya. Dia hampir menyiramkan racun mematikan keseluruh bagian kelopak bunga tak tertinggal inti kehidupannya 'Mahkota bunga'
Semua sudah usai, tentu itu pandangan Hana. Tidak ada lagi yang perlu Hana perjuangkan, tidak ada lagi yang ingin Hana raih dalam mimpi kanak-kanaknya, bagi Hana semua tinggal kenangan 'Yang dulu' Sudah berlalu
Tidak ingin Hana menatap masa depan, dia sudah melihat masa depannya sendiri. Lalu untuk apa selalu berharap? Itu pikir Hana sejenak dalam lamunan panjang menyiksa
Toh suatu saat bunga pasti akan layu mengeri lalu kehilangan kecantikan dan aroma memikat. Tidak akan ada yang memperdulikan lagi bunga sudah sekarat, Senyuman indah mengembang dibibir indah tampak penuh kepalsuan
__ADS_1
Apakah benar semua yang indah itu sesuai dengan yang terlihat? Bagi Hana semakin indah dipandang semakin nikmat terjamah, semuanya adalah cara untuk menutupi begitu rapuh dirinya sendiri
Bukankah jalan kematian adalah jalan terbaik untuk menghilangkan semua rasa sakit? Bukan sakit luka tergores pisau, namun bekas luka sakit tertancap pisau! Tersenyum satu cara terbaik untuk menutupi keindahan yang tersakiti 'Bekas luka mendalam' Sulit sekali disembuhkan.
Bunga 'Kelopak rapuh'.
Keindahan warnanya serta harum mempesona semua digunakan sekedar alat penutup kerapuhan dirinya sendiri. Hal baik apa yang bunga miliki sampai lebah juga kupu-kupu hinggap menghampiri dirinya? Satu alasan pasti bagi bunga kenapa dia tidak melanjutkan menyiram racun mematikan itu, karena dia mengtahui lebah dan kupu-kupu selalu hinggap setelah mencium aroma memikat terbawa hembusan angin
***
Hana ingin melupakan semua tentang masa lalu hal bodoh kerangkeng penyiksa batin. Penjara sesungguhnya
Setiap saat selalu terpikir bagaimana cara dia ingin mengakhiri hidup! Menggantung? Alangkah sangat menyakitkan rasa leher terjerat tali...
Menenggak racun? Jangankan meminum! menghirup aroma benda bau itu saja sudah membuat keracunan
Itulah Hana, bunga betina yang tidak pernah mampu menyakiti dirinya sendiri ataupun menyakiti orang lain. Baginya berusaha menyakiti dirinya sendiri sama saja akan berbuntut panjang. Mengakibatkan kesalahan menyakiti orang lain
***
Semenjak hari tanpa perpisahan itu, entah mengapa Hana selalu merasakan seolah dia selalu membungkus hadiah menggunakan kertas kado di tanggal kelahiran Hana. Tetapi, dia tidak pernah menyerahkan kado terbaik itu. Menunggu waktu yang tepat
Hana selalu sabar menanti waktu yang tepat itu, rasa sudah tidak sabar jari jemari mungil Hana ingin membuka bungkus kertas kado yang sudah menumpuk di gudang rumahnya yang tersimpan dan tertata rapih
Semoga saja Tuhan masih memberikan waktu lebih bagi Hana hanya untuk sekedar melihat semua kado-kado yang sudah dia persiapkan sejak dulu
Kado terbaik yang selalu dia kumpulkan setiap tahun ditanggal 21 Mei
__ADS_1
***
Mimpi apa yang selalu Hana pendam? Terlihat bunga sudah layu tetapi masih memiliki mimpi! Apakah mimpinya sangat penting? Entahlah mungkin saja semua angan-angan belaka lagi
Selalu dengan pasti Hana memegang teguh kepercayaannya, dia tidak ingin mati lalu menjadi hantu. Dia tau bahwa menjadi hantu itu tidak lebih baik serta tidak lebih mengenakan ketimbang menjadi bunga rapuh
Setidaknya masih banyak angan-angan juga mimpi untuk diraih. Mimpi terindah bukan bunga tidur melainkan harapan doa baik selalu menjadi kenyataan
Dia tidak ingin mati sia-sia.
Jalan pintas tidak dapat merubah apapun menjadi lebih baik malah semakin buruk diiringi keterpurukan, tidaklah bijaksana. Semua yang cepat sudah pasti tidak akan membuahkan hasil maksimal, tidak pula bertahan lama.
Bukankah keindahan tidak bisa diukur mudah? Keindahan selalu memiliki arti hidupnya sendiri. *TIDAK INGIN MATI SIA-SIA
Itulah keindahan bunga sejati, dimana dia selalu bertahan walaupun dia terlahir begitu rapuh dan lemah, namun dia memiliki keindahan warnanya tersendiri. Harum memikat yang selalu menggoda, terkadang dia juga bisa mengeluarkan bau tidak sedap*
Bau tidak sedap berguna mendatangkan serangga lalat, bunga juga suka makan daging
Harum memikat berguna mendatangkan lebah untuk menyerap sari bunga, rasanya sangat manis dan segar. obat segala penyakit
Itu hanyalah sebagian kecil keindahan bunga, lalu kenapa ingin menyiramkan racun? Toh itu berbintik kesialan. Sudah menyakiti diri sendiri juga menyakiti orang lain kemudian berlanjut kepada yang lain lagi, semua ikut tersakiti
Semudah itukah menjadi pecundang tengil? Sangat menyedihkan!
Pantaskah senyuman bunga indah diiringi penuh kepalsuan menjadi sangat menyedihkan, Hanya sekedar untuk menghilangkan semua rasa sakit dalam perjalanan hidupnya.
Setelah mati tidak dapat merubah apapun lagi untuk meraih mimpi, berujung penyesalan selalu menjadi penyesalan. Jangan pernah menjadi pecundang sekalipun itu dalam khayalan
__ADS_1