Hanna Aryana

Hanna Aryana
Awan


__ADS_3

Indah, semua terlihat indah


Kerlap-kerlip cahaya Bintang membuat diriku selalu rinduh akan kehadiran dirinya


Awan malam jangan Engkau halangi sinar Bintang untuk sampai ke Bumi


Cahaya Mentari menerangi kegelapan dimalam dan siang sebagai sang Surya


Jangan buat aku terdampar didalam lembah kegelapan. Tolong.... aku takut, sangat takut berada diruang sempit tanpa celah cahaya menerangi, menembus lubang oksigen


***


Nama : Hana Aryana


Lahir : Jambi , 21 Mey 1995


Jenis. : Perempuan


Agama : Islam


Negara : Indonesia


Golongan darah : A+


Tanpa sengaja Hana menemukan kertas biodata dirinya semasa sekolah TK dulu didalam tas punggung berbentuk Pikachu yang masih tersimpan rapih digudang rumah lamanya dulu, dipandang lama kelamaan Hana merinduhkan masa yang lalu. Ingin Hana kembali ke masa dimana dia tidak merasakan penderitaan sesak, membuatnya kesulitan bernafas


Awan hanya awan yang selalu Hana pandang dikala dia selalu merasa kesepian, ketakutannya pada ruang gelap dan sempit selalu menghantui. Entah mengapa dia selalu terjebak dalam lembah kegelapan, diserap begitu dalam sampai tak bisa meraih akar tali untuk merayap naik


Mungkin Hana gadis yang bodoh dan polos tetapi dibalik itu semua banyak tersimpan harapan, harapan untuk mengubah persepsi tidak baik. Hana melupakan janjinya dulu pada seseorang, seorang yang menginginkan kejelasan.

__ADS_1


Terjebak dalam dua dunia, Hana terlahir sebagai setengah manusia itulah alasan mengapa Hana tidak pernah ingin membunuh. Karena dia tidak bisa melakukanya, mereka berucap "Putri kau terlalu lemah, kenapa? kenapa putri?" dan Hana berbicara tiga kata "Aku tidak tega".


Mereka-mereka selalu memanggil Hana dengan sebutan Putri tetapi putri didalam alam mereka bukan di alam nyata


Gadis kecil ini telah melakukan perjanjian bodoh, dimana dia meminta bantuan. Kakek dan Kakek-Kakek buyut Hana telah meninggal sejak lama lalu berlanjut kepada Hana 'Kutukan yang tidak terputus selamanya'


"Putri kau harus hidup, tetaplah hidup" Seorang gadis dewasa mengenakan pakaian pendekar zaman dulu berkata demikian, dia mengenakan kain panjang yang ditali pada pinggang, rambutnya di kuncir ekor kuda, lalu ditengah kening ada tanda berbentuk prisma daun sirih segi empat mujur sangkar, tangan kanannya memegang samurai


Lalu Hana menjawab "Urus saja urusanmu sendiri"


"*Putri aku datang untuk melindungi mu"


"Pergi, aku tidak butuh bantuan tidak butuh perlindungan. Aku bukan putri"


"Putri kau tidak bisa mengusirku, kakek mu yang menugaskan diriku untuk melindungi mu, melindungi nyawamu. Bila Engkau mati mereka semua akan memberontak"


"Aku tidak peduli, biarkan mereka memberontak dan saling berperang, biarkan mereka saling membunuh. dan biarkan mereka tidak melindungi satu sama lain lagi, aku tidak peduli"


"Aku tidak ingin hidup seperti ini terus menerus"


"Putri aku selalu bersamamu dan akan selalu melindungi mu jadi jangan takut lagi. Ada aku disini di dekatmu selalu bersamamu walau kamu tidak dapat setiap saat melihat dan merasakan kehadiran diriku disisimu"


"Aku ingin terlepas dari perjanjian bodoh itu"


"Tidak bisa. Kamu sudah membuat itu dengan darahmu, kamu bilang tidak ingin membunuh. Membiarkan kami melakukan semua itu.... selama Tuhan mengijinkan, kami berperang karena kamu menginginkan kami membasmi para penghianat. Namun mengapa kamu menjadi lemah?"


"Yang aku inginkan hanyalah satu hal kecil, hidup sebagai manusia seutuhnya. Bukan keturunan darah siluman"


"Kamu benar-benar menyedihkan*"

__ADS_1


Entah mengapa setiap kali Hana duduk termenung menatap awan selalu itu yang terbersit didalam pikiran Hana, selalu terngiang-ngiang tanpa henti


Ingin sekali Hana meraih bintang di langit lalu berbincang kepada Kakeknya yang telah meninggal dunia. Kakek, Hana kesepian Hana ketakutan. Kakek tolong Hana, apa Kakek bisa mendengar suara hati Hana di alam sana?


Gadis kecil yang sangat mempercayai tahayul, dimana dia percaya saat menatap bintang lalu ada bintang yang kerlap-kerlip paling bersinar terang itu adalah arwah dari seseorang yang sudah meninggal. Seorang yang paling dirindukan dan disebut namanya dalam sanubari hati


Namun Hana juga mempercayai satu tahayul lain lagi, dimana saja dia sedang menatap langit cerah malam ataupun siang, berati orang yang sangat dirindukan didalam hati pun sedang sama menatap langit dan juga sama merinduhkan dirinya. Penghubung antar jarak


"Sungguh, apakah dia juga kali ini sedang merinduhkan ku?" Hana bergumam sambil tidak terhenti memandang awan tersorot sinar mentari yang menyilaukan mata.


Semenjak hari tanpa perpisahan itu, Hana selalu merinduhkan semua tentang diri pujaan hatinya. Berharap suatu saat nanti dia yang ditunggu selama ini akan datang menemuinya mengucapkan janji suci lalu mengambilnya, membawa kerumah baru untuk hidup bersama. Saling menjaga dan mengasihi, memberi harapan serta keluarga yang seutuhnya


Hana gadis yang tidak pernah memperdulikan asal-usulnya dilahirkan di Bumi ini, dia percaya Tuhan yang menciptakannya dan dia percaya dia bukan mahluk yang harus diasingkan karena perbedaan.


Begitupun dengan janjinya dulu pada seseorang yang menginginkan kepastian, berharap agar kita semua mahluk di Bumi hidup saling berdampingan dan menghargai satu sama lain tanpa memilah-memilih atau mengucilkan karena perbedaan ras. Hiduplah selayaknya tetapi jangan melebihi batas dan aturan karena itu semua bukan hal yang baik.


Percayalah bahwa yang hidup di Bumi bukan hanya manusia, pohon dan hewan saja tetapi masih banyak jenis-jenis lain tentunya merekapun menginginkan kehidupan tanpa diganggu apalagi terusik ketentramannya


Saat ini mereka di alam sana sedang saling membunuh satu sama lain, penghianatan yang diawali dari keserakahan. pernahkah kita semua berfikir, kenapa ada bencana alam datang? Entahlah aku tidak bisa menjawab secara pasti dan tepat, namun aku tau kita semua pasti bisa mengubah hal buruk menjadi hal baik bukan?


Bisakah kita semua bersatu merubah dunia ini menjadi tenang dan damai bukan dalam artian tanpa pertumpahan darah bukan dalam artian tanpa peperangan. Bisakah kita saling melindungi? Melindungi apapun yang terkasih, dikasihi, dicintai dan mencintai. Semua akan terjaga baik disaat saling membuka mata dan hati nurani


Jangan pernah mengucilkan atau saling mengucilkan, pemberian maaf itu lebih baik dan saling memaafkan itu kesempurnaan. Bisa kita bahu-membahu? bergotong-royong membela keyakinan dari masing-masing untuk mencapai tujuan yang sama? tujuan itu, sinar Mentari yang akan memberikan penerangan sang Surya, dia akan menunjukan jalan cahaya di setiap kali jatuh terperosok, terjerembap didalam lembah kegelapan.


Cahaya itu Akan bersinar didalam kegelapan


Jangan takut dan jangan lari, hadapilah semua. Biarkan cahaya yang menuntun jalan masing-masing tidak akan tersesat selama Sang Surya masih bersinar terang


***

__ADS_1


Hana tersenyum melihat biodata itu, lalu dia menyimpannya baik-baik pada kotak laci almari pakaian miliknya, semua itu adalah kenangan yang tersisa dari masa kanak-kanak dulu, namun Hana tidak ingin melupakan semua kenangan indah itu yang masih menjadi rahasia.


Hana ingin menceritakannya tetapi itu terlalu panjang dan lama bila dijabarkan, membutuhkan banyak kertas dan pulpen untuk mencatat setiap detail kata dari kisah diary miliknya


__ADS_2